Friday, December 21, 2007

TRAVEL JAKARTA-BANDUNG UNTUK PARA PENGLAJU

TANYA :
mas ini aku oon..
masih ingat mas??
kita pernah ketemu di kymco acara PU.
oh ya aku mau tanya soal pengembangan usaha tavel jakarta bandung yang sedang aku jalanin..Kita sudah genap 3 bulan berjalan. Tapi perkembangannya masih jauh dibawah target.. Adakah langkah langkah khusus yang bisa kita ambil untuk meningkatkan usaha..??
dan kita juga sekarang masih binggung dalam hal penyebaran brosur atau flyer??? penyebaran bagaimana yang sangat efektif???
terimakasih mas pur...smoga mas dapat membantu kita.

............patra......@yahoo.com



JAWAB :
Hallo mas Oon.....
Kalo engga salah waktu itu saya ngasih workshop buat calon pensiunan Departemen Pekerjaan Umum kan? Saya masih ingat kok....

Saya jawab yah...:
Untuk bisnis jasa Travel antar jemput Jakarta-Bandung seperti milik mas Oon; Saya pikir jangan membuat Flyer yang sifatnya hanya disebar-sebar secara acak. Tapi buatlah poster-poster sederhana yang akan ditempel di lokasi-lokasi pemukiman/kos-kosan/kontrakan. Dekatkanlah bisnis Anda dengan mereka yang tinggal di Jakarta hanya dari hari Senin-Jumat. Karena ternyata banyak juga para pekerja di Jakarta ini yang rumahnya tidak di Jakarta tapi di Bandung, Tasik, Sukabumi, Serang, Cirebon, bahkan Jogja dan lebih jauh lagi. Mereka pulang kampung hampir setiap Sabtu-Minggu. Jadikanlah mereka langganan tetap mas Oon dengan servis yang baik.

Untuk mengetahui dimana sebenarnya mereka ngontrak atau kost, buatlah survey sederhana dengan menanyakan para "Penglaju" ini (istilah bagi para pencari nafkah di Jakarta yg pulang Sabtu-minggu) di terminal Kampung Rambutan atau stasiun Gambir. Dengan begitu Anda akan mendapat data yang akurat mengenai target pasar Anda. Jangan lupa berikan kartu nama atau Bisnis card Anda setelah mendapatkan data mereka agar mereka ingat saat mau pulang kampung terutama yang ke BANDUNG minggu depannya.

Berikan juga pelayanan lebih berupa antar jemput di tempat dan makanan/minuman ringan gratis. Saya rasa untuk perjalanan singkat Jakarta-Bandung cukup dengan sebuah roti & sebuah teh kotak atau minuman kaleng akan membuat mereka lebih nyaman.

Mungkin saat ini Anda sudah memiliki beberapa konsumen baik yang langganan maupun yang baru menggunakan jasa mas Oon sekali saja. Jangan lupa untuk menyimpan database mereka, terutama no. Hanphone-nya. Kirimkan SMS "Terima kasih telah menggunakan jasa Kami, semoga selamat sampai tujuan. Salam sejahtera untuk seluruh keluarga di rumah. :a/n.Travel........"

Dengan begitu mereka akan merasa dihargai & dihormati. Selain itu no. HP anda akan tercatat/terlihat di HP-nya, sehingga memudahkan mereka saat membutuhkan jasa mas Oon lagi.

Saat-saat hari raya seperti Lebaran, natal, tahun baru dan sebagainya, jangan pernah melupakan mereka untuk sekedar mengirimkan SMS "Selamat Hari Raya...... :a/n.Travel....." sehingga terjalin hubungan yang baik dan efek promosinya adalah akan selalu diingat oleh para konsumen saat mereka membutuhkan jasa Transportasi.

Demikian, Semoga Sukses.....

PURWANTO.

Monday, November 5, 2007

TOUR OPERATOR DI UBUD - BALI

TANYA :

Hai pak Purwanto
Salam Kenal Dari Bali
Nama saya made suta, saya melihat web blog bapak dan bapak sangat kind untukberi jawaban2 dan kebetulan saya di Bali ingin membuat semacam Tour operator namun sekian lama hasilnya belum pernah meningkat padahal saya sudah bisabuat homepages sendiri seperti http://www.ubudaccommodation.com/.
Pertanyaan saya :
Mungkinkah promosi saya belum bagus dan bagaimana cara promosi web yah pak?
Terima kasih dan maaf saya mengirim email ke bapak sudi kiramya bapak membantu, dan jangan lupa kalo bapak liburan kebali jangan lupa menghubungi saya.
Hormat Saya
MADE



JAWAB :

Salam kenal juga dari Jakarta,
Saya sudah melihat website pak Made, bagus dan cukup informatif. Website memang bisa membantu kita untuk meng-expose produk yang kita jual ke seluruh dunia. Semua orang bisa mengunjungi “Kantor on line” kita tersebut kapan saja & di mana saja. Problemnya adalah, apakah sudah banyak orang yang mengetahui alamat website tersebut? Sehingga kalau ada orang ingin berwisata ke Bali, maka sebelumnya akan mencari informasi dahulu di website pak Made.

Jadi jawabannya adalah sudahkah kita menyebar luaskan, menginformasikan atau mengkomunikasikan alamat website tersebut ke sebanyak mungkin orang sehingga akan banyak orang tahu mengenai produk/jasa yang pak Made miliki.

Ada beberaca cara yang bisa dilakukan :

1. Dari tampilan di website, Saya lihat target konsumen pak Made adalah turis manca Negara. Bahkan pak Made memberikan juga fasilitas Translate dari Google agar bisa dibaca oleh bangsa Jerman, Jepang, Spanyol, perancis dan sebagainya. Maka daftarkanlah alamat website pak Made ke Search Engine semacam Google yang sangat banyak di dunia maya. Mintalah tolong orang yang membangun website pak Made atau orang yang mengerti hal tersebut secara teknis.

2. Bergabunglah dengan milis-milis yang berhubungan dengan dunia tour & traveling. Perkenalkan produk Anda pada milis tersebut secara bijak, dan jangan terlalu terlihat seolah-olah memanfaatkan anggota di dalamnya sebagai target jualan pak Made. Bila perlu buatlah weblog yang saat ini sedang naik daun di semua Negara di dunia. Buatlah tulisan-tulisan & Foto mengenai keindahan alam pulau Bali di dalam weblog tersebut. Tuliskan juga pengalaman-pengalaman pribadi atau testimony para turis yang menggunakan jasa pak Made, lengkap dengan foto dokumentasi mereka. Dengan demikian sekembalinya mereka ke negaranya, mereka masih punya kenangan yang bisa dilihat lewat internet. Tentunya mereka akan senang & bisa menyebarluaskan kenangannya selama di Bali lewat e-mail pribadi mereka kepada sahabat-sahabatnya.

3. Buatlah sticker yang bertuliskan alamat website pak Made, dan tempelkanlah ke semua kendaraan operasional yang bapak miliki maupun kendaraan operasional rekanan kerja bapak. Tempelkan juga ke papan pengumuman di Hotel/resort/villa/café/public area yang memiliki kerja sama dengan bapak. Mintalah izin untuk pemasangannya.

4. Buatlah ikatan kerja sama dengan resort/villa/hotel/lokasi wisata yang bapak expose di website dengan menitipkan brosur perusahaan pak Made ke tempat-tempat mereka. Begitu juga mereka bisa menitipkan brosurnya di kantor bapak. Mungkin bisa disebut juga “Barter Brosur” sehingga kita bisa saling mempromosikan produk masing-masing. Buatlah sebanyak mungkin ikatan kerja sama “Barter Brosur” ini karena nyaris tanpa biaya dan memiliki efek saling mereferensikan yang cukup baik. Biasanya faktor Referensi akan lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan iklan di media lain.

5. Jagalah hubungan baik dengan para turis yang pernah menggunakan jasa pak Made dengan saling bertukar alamat e-mail. Kirimkan e-mail ucapan terimakasih atas kepercayaan mereka kepada perusahaan bapak. Pada momen-momen tertentu jangan lupa mengirim ucapan selamat hari raya atau ulang tahun dan sejenisnya sebagai pengingat mereka bahwa mereka pernah menggunakan jasa kita, dan sisipkan pesan untuk bisa mereferensikan jasa bapak kepada sahabat-sahabat mereka.

6. Karena target market pak Made adalah orang di luar pulau bali, maka buatlah kerja sama dengan biro-biro perjalanan wisata yang ada di kota lain di Indonesia atau biro perjalanan internasional. Jangan jadikan mereka sebagai pesaing, tapi jajakilah kemungkinan kerjasama yang saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Dari beberapa cara di atas saya memang tidak mengutarakan untuk beriklan di media masa seperti Koran, majalah, radio atau TV. Media-media tersebut sangat tinggi biaya iklannya dan perlu ada tinjauan lebih dalam untuk menentukan media/Koran apa yang akan kita gunakan untuk berpromosi supaya budgetnya tidak sia-sia. Kalaupun memang ingin sekali beriklan di media, saya sarankan gunakanlah media yang peredarannya diluar Bali, baik itu media nasional maupun internasional. Lebih bagus lagi beriklanlah di majalah khusus tour & travel yang beredar di luar negeri. Jangan gunakan media lokal Bali, karena target konsumen bapak memang bukan penduduk Bali.

Sekian saja dulu, kalau masih ada pertanyaan silahkan e-mail saja lagi di lain kesempatan.

Terimakasih

Friday, November 2, 2007

PROMOSI UNTUK TRAVEL AGENT

Berikut pertanyaan salah seorang pemilik Travel Agent di Bandung mengenai masalah bagaimana mempromosikan usahanya dengan cara yang efektif.
TANYA :
Selamat malam Pak Pur,Saya Tessa dari Jakarta. Saya membuka travel agent baru di Bandung bersama saudara saya. Kami mengkhususkan diri untuk tiket pesawat domestik dan internasional. Saat ini sudah jalan 6 bulan dan penjualan masih sangat sedikit. Pendapatan dari penjualan habis untuk menutupi monthly cost seperti gaji, speedy, listrik, dan transportasi.Untuk promosi saya hanya mengandalkan distribusi selebaran yg diselipkan ke dalam koran Pikiran Rakyat oleh agen koran setiap hari Selasa dan Kamis. namun itu hanya bisa bertahan sampai 3 bulan karena kehabisan dana.Mengenai masalah harga, kami hanya mengambil margin 5.000 - 15.000 saja sesuai aturan komisi dari maskapai penerbangan.Pak Pur, kalau ada pencerahan mengenai cara promosi efektif dan efisien khusus untuk travel agent, mohon bimbingannya.

Best Regards,
Tessa A. Liswardi

JAWAB :
Selamat siang ibu Tessa…
Promosi untuk produk jasa seperti Travel Agent memang ada sedikit kekhususan. Segmen sasarannya adalah menengah ke atas. Jadi kualitas pelayanan harus benar-benar diutamakan. Orang-orang dalam segmen tersebut sangat konsern sekali dengan hal tersebut (kualitas pelayanan). Ada hal kecil saja yang mengganggu kenyamanan mereka dalam bertransaksi di tempat ibu, maka besok tidak akan datang kembali untuk membeli tiket di tempat ibu.

Langkah ibu untuk menyebarkan flyers/selebaran lewat Koran Pikiran Rakyat saya rasa bolehlah…. Namun perlu diawasi apakah terdistribusi dengan baik ke konsumen yang kita tuju. Takutnya penyebarannya terlalu meluas kepada konsumen yang tinggalnya sangat jauh sehingga orang malas untuk datang atau bahkan menelpon kantor ibu. Sedapat mungkin gunakanlah media yang penyebarannya disekitar kawasan kantor ibu.
Sasaran pertama & utamanya adalah Kantor-kantor, pertokoan serta komplek perumahan di wilayah terdekat.

Berikutnya perhatikan apakah tampak luar Kantor ibu cukup atraktif dan menarik? Memiliki Shopsign/Neonbox/Papan nama perusahaan yang cukup ukurannya untuk bisa dilihat & dibaca dari jarak jauh? Shopsign ini termasuk juga media promosi luar ruang layaknya Billboard, jadi usahakan memiliki disain yang menarik. Cantumkan nomor telepon yang mudah diingat dan tertulis agak besar, sehingga orang yang kebetulan lewat dengan kendaraan bisa dengan cepat mencatat nomornya.

Setelah itu kita masuk ke dalam ruang kantor ibu Tessa. Apakah interiornya juga ditata dengan baik. Ruangannya cukup sejuk & bersih. Customer servicenya juga siap melayani dengan senyum & sapaan yang sopan. Kenyamanan saat berada di dalam kantor ibu inilah yang nantinya akan membuat konsumen repeat order (jadi langganan), bahkan akan memberikan reverensi kepada konsumen lain.

Setiap konsumen yang datang baik yang hanya menanyakan harga tiket atau memang ingin membeli, jangan pernah lupa untuk dilayani dengan baik serta mencatat nama, alamat & nomor telponnya. Gunakan database tersebut untuk follow up konsumen setiap ada kesempatan. Kirimkan SMS untuk mengucapkan rasa terima kasih ibu atas kepercayaan konsumen pada produk jasa ibu atau ucapan selamat hari raya atau selamat ulang tahun dan sebagainya sebagai wujud kepedulian perusahaan ibu kepada mereka. Dan sekali waktu menelpon mereka untuk menanyakan apakah ada rencana bepergian dengan pesawat terbang dalam waktu dekat, sehingga mereka akan ingat untuk memesan tiket penerbangan kepada perusahaan ibu.

Seiring dengan perkembangan teknologi, gunakan juga internet sebagai sarana promosi usaha ibu. Buatlah website atau webblog dan bergabunglah dengan komunitas millis yang ada di dunia maya tersebut.

Saya rasa sekian dulu, mungkin bisa dilanjutkan dilain waktu.

Sunday, October 21, 2007

BRUSUR, KATALOG & FLYER. SEJENIS TAPI BEDA FUNGSI.

Saat Kita ingin mempromosikan usaha/bisnis Kita melalui media cetakan, sebenarnya harus dipikirkan dahulu apa tujuan kita membuat program tersebut. Ada 3 alternatif pembuatan media cetakan sesuai fungsinya masing-masing. Ongkos produksi (biaya cetak) dari ke-3 media tersebut sebenarnya sama. Tapi akan memiliki efek terhadap konsumen yang berbeda. Berikut uraian mengenai ke-3 media cetak tersebut;

A. BROSUR.Brosur adalah media yang paling banyak digunakan oleh mereka yang sudah lama menggeluti usaha/bisnis. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Efektif disini tidak hanya berarti memerlukan ongkos produksi yang cukup ringan, tapi juga bisa meyakinkan konsumen untuk segera melakukan Action membeli. Media cetakan dalam bentuk brosur biasanya merupakan modal paling dasar/pokok yang digunakan oleh para salesman, agen penjualan, produsen dan toko untuk bisa menginformasikan kepada konsumen mengenai keunggulan utama dari sebuah produk. Di dalam Brosur kita bisa menjelaskan dengan detail apa saja kelebihan suatu produk, keuntungan apa saja yang didapat konsumen bila membeli produk tersebut, bentuk fisik, warna, ukuran serta bagaimana cara mendapatkan produk tersebut. Fungsi & sifat utama brosur adalah memperkenalkan produk atau merek dagang barang atau jasa yang Anda jual.
Kalau Anda kebetulan bisa mengoperasikan program Microsoft Word atau Power Point, sebenarnya Anda sudah bisa membuat brosur sendiri. Di dalam program tersebut biasanya sudah disediakan “Templates” khusus untuk membantu Anda membuat brosur sederhana. Anda juga bisa menggunakan keahlian dan imaginasi Anda sendiri tanpa harus menggunakan templates tersebut. Setelah Anda selesai mendisain brosur sendiri, disain tersebut dapat langsung dicetak dengan printer berwarna dan kertas khusus yg sudah banyak beredar dipasaran. Namun kalau ingin mencetak dalam jumlah yang banyak, sebaiknya pergi ke tempat percetakan terdekat supaya biayanya lebih murah dan hasilnya lebih baik.

Sebenarnya agar brosur Anda tampak menarik, diperlukan seorang Disainer yang bisa membuat lay out / tata letak gambar dengan baik. Anda cukup menceritakan apa saja yang ingin dimunculkan dalam brosur tersebut untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif disain/lay out.

Kalau Anda menggunakan jasa Disainer ini, usahakan Anda menceritakan dengan rinci dan detail mengenai produk Anda. Berikan beberapa contoh (sample) produk Anda kepada Disainer tersebut untuk dapat dicoba dan dimengerti keunggulan apa saja yang bisa ditonjolkan dalam brosur. Pastikan bahwa disainer tersebut benar-benar mengerti akan produk Anda sebelum memulai untuk megerjakan disain brosur Anda.

Bila disain sudah siap segeralah pergi ke perusahaan percetakan untuk mencetak brosur Anda. Mintalah kepada Disainer Anda referensi tempat percetakan yang baik agar tidak kecewa pada hasil cetakannya. Karena kadang-kadang hasil cetakan tidak sesuai dengan disainnya. Selain itu tanyakan juga jenis kertas yang dipakai. Di pasaran banyak sekali jenis kertas dan untuk produk tertentu kadangkala kita memerlukan jenis kertas tertentu untuk memberikan kesan yang sesuai dengan produk yang kita jual.

Saat ini persaingan bisnis di perusahaan percetakan sangat kuat sekali, sehingga kadang kala mereka juga menyediakan jasa disain/lay out brosur secara gratis. Namun dengan catatan harus mencetak brosur tersebut di perusahaan yang bersangkutan. Kadang kala mereka mengharuskan order cetak sejumlah tertentu (minimum order) supaya disainnya bisa gratis. Manfaatkanlah kemudahan tersebut.

B. KATALOG.
Bila produk yang ingin Anda promosikan jumlahnya banyak dan ingin sekaligus di-expose bersama-sama, maka disarankan untuk membuat Katalog. Karena produk yang dipromosikan dalam katalog ini jumlahnya banyak, maka biasanya cetakannya disatukan dalam bentuk buku atau majalah sederhana.
Katalog ini biasanya dipakai oleh :
1. Supermarket (Carrefour, Giant, Hypermart, Indomart, Alfamart dll)
2. Toko pakaian jadi (Matahari, Borobudur, Ramayana dll)
3. Toko & Produsen kosmetika,
4. Toko & Produsen elektronika, dll.

Katalog akan memudahkan konsumen untuk bisa memilih sendiri produk mana yang sesuai dengan keinginan dan anggaran biayanya. Terkadang produk-produk yang didisplay pada katalog disertai juga dengan harga & diskon yang bersaing.

C. SELEBARAN/FLYER.Selebaran/flyer Adalah bentuk sederhana dari brosur. Yang membedakannya dengan brosur adalah isi atau tema yang ada dalam disainnya. Brosur biasanya hanya menonjolkan kelebihan utama sebuah produk. Sedangkan selebaran/flyer biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara (temporary). Jadi bila Anda sedang melakukan program cuci gudang, program berhadiah atau memberikan diskon khusus, maka buatlah flyer. Selebaran/flyer biasanya menggunakan kertas cetakan yang lebih murah karena memang sifatnya yang harus segera disebarkan kepada banyak orang dalam waktu tertentu dan hanya selama program berlangsung.
Nah sekarang tinggal apa sebenarnya tujuan anda membuat program promosi melalui media cetakan. Jangan sampai Budget promosi Anda menjadi sia-sia karena seharusnya Anda membuat Flyer/selebaran tapi Anda malah membuat brosur, atau sebaliknya.

Thursday, October 18, 2007

APA YANG TERSISA DARI SEBUAH KATA "MAAFKAN SAYA"

Teman-teman, Saya pernah diceritakan
Sebuah kisah seperti berikut ini :


Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang pakupun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:

”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang engkau buat di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya akan tertinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka."



Purwanto sekeluarga
mengucapkan :
“Minal Aidin Wal Faizin,
Mohon Maaf lahir & batin”

Tuesday, September 25, 2007

PROMOSI UNTUK PRODUK JASA/PERBANKAN

TANYA :
Selamat Pagi pa pur...........saya chandra dari banjarmasin, kebetulan dapet email ini dari browsing...........cma mau dpt info aja sich.........bagaiman ya strategi promosi untuk perusahaan jasa/Perbankan??

ariesza@..................co.id


JAWAB :
Salam kenal buat pak Chandra di Banjarmasin.
Pak Chandra kelihatannya bekerja di Bank Niaga ya…?
Aduh paaaakk…. Pertanyaan Bapak terlalu umum & luas, sehingga terus terang saya agak mikir dulu harus menjawab dari sisi mana yah?
Oke saya jawab saja secara umum juga:

Perusahaan Jasa Perbankan adalah termasuk usaha dengan modal besar & berharap juga akan mendapat keuntungan yang besar sekaligus konsumen (nasabah) yang banyak. Oleh sebab itu untuk mempromosikannya tentu jangan tanggung-tanggung. Gunakanlah media-media yang memiliki Audiece (pembaca/pemirsa/pendengar) yang banyak untuk ber iklan. Jangan sembarangan juga memilih media untuk berpromosi. Sesuaikan media yang dipilih dengan target market perusahaan. Kalau jaringan perusahaan Anda cukup luas sampai ke daerah, maka gunakan media yang penyebarannya bersifat nasional. Tapi kalau jaringannya hanya bersifat lokal, maka gunakan media lokal yang bagus. Media yang saya maksud di sini adalah Koran, Televisi atau Radio. Ada media iklan yang sangat cocok juga untuk promosi perusahaan-perusahaan besar yaitu Billboard. Letakkanlah billoard di lokasi yang strategis seperti persimpangan jalan, dekat pusat pertokoan/Mall, dekat prasarana umum dll.

Yang perlu dicermati adalah isi dari promosi/iklan yang dibuat. Karena perusahaa Bapak bergerak dalam bidang jasa, maka tonjolkanlah segi-segi pelayanan yang sempurna serta fasilitas-fasilitan yang mempermudah konsumen dalam bertransaksi dengan perusahaan. Buatlah konsumen merasa Confident, Confort & Save dengan jasa/produk yang ditawarkan.

Mungkin itu saja dulu, karena sebenarnya jawabanya juga akan terlalu luas kalau diulas di sini.

Selamat bekerja……

Thursday, September 20, 2007

BERKAH RAMADHAN

Pada tanggal 15 September 2007 kemarin Kami mengadakan acara syukuran sekaligus buka puasa bersama dengan para anak Yatim di tempat usaha bersama kami "Terminal Ticket Depok". Kami para pemilik modal merasa bersyukur karena sampai bulan Ramadhan ini usaha Kami berjalan lancar. Bahkan memasuki bulan puasa ini omset terus meningkat, dan mudah-mudahan target omset Rp. 500jt di bulan September ini bisa tercapai. Kalau dilihat dari pencapaian pertengahan bulan ini, Kami sangat optimis bisa lebih. Karena dari laporan keuangan sementara sudah menyentuh angka 50%-nya. Dan mendekati lebaran tentunya kubutuhan akan tiket pesawatpun tentunya akan meningkat. Puji syukur kepada Allah SWT.

Yang lebih mengagetkan Kami adalah usaha sekunder Kami di tempat yang sama, yaitu jasa delivery service "TIKI". Tadinya kita hanya sekedar mengisi ruangan usaha kami yang masih kosong tak terpakai. Modal yang Kami setorpun tidaklah banyak. Akan tetapi melihat grafik pemasukan yang dihasilkan olehnya bisa Kami semua berfikir hal yang sama...... "Enggak nyangka yah......"

Sekali lagi ...... Alhamdulillah ya Allah.....
Mudah-mudahan ini menjadi rejeki yang berkah bagi Kami di bulan yang suci ini. Begitu juga akan menjadi rejeki yang berkah bagi mereka anak-anak yatim yang selama ini selalu kami undang di setiap acara Perusahaan Kami. Amiiin.....

Saturday, August 18, 2007

MEMBUAT BROSUR 4 :

(ini lanjutan tulisan berseri saya mengenai "Membuat Brosur". Agar lebih jelas Anda bisa membaca tulisan saya sebelumnya di blog ini juga)

BAGAIMANA AGAR KONSUMEN SEGERA TAKE ACTION MELALUI BROSUR YANG KITA BUAT?

Setelah konsumen terpuaskan keingintahuan terhadap produk kita melalui Body Copy yang ada, tentu kita ingin segera menggiring Mereka untuk segera Take Action bukan? Take Action itu bisa berupa langsung menghubungi nomor telepon kita, bisa juga datang langsung ke alamat toko/counter terdekat, atau bahkan langsung membeli bila kebetulan kita menyebarkan brosur tersebut pada sebuah Bazar/Pameran.

Oleh sebab itu janganlah lupa untuk mencantumkan alamat dan nomor telepon serta nama orang yang bisa dihubungi. Kalau kebetulan produk Kita dijual di beberapa tempat atau memiliki beberapa kantor cabang, maka cantumkanlah semua alamat & nomor telpon yang ada dengan jelas. Efek lain dari pencantuman seluruh alamat yang ada akan membuat konsumen lebih yakin lagi untuk membeli, karena menandakan bahwa usaha Kita maju dan berkembang pesat. Kantor cabang atau jumlah counter yang banyak akan mengangkat Brand Image kita lebih kuat.

Penulisan alamat dan nomor telepon ini tidak perlu besar-besar. Yang penting cukup bisa terbaca dengan baik. Penempatannya juga jangan sampai mengganggu unsur-unsur lain dalam brosur yang lebih penting. Cukup diletakkan di bagian belakang dan di bawah dari halaman brosur.

Wednesday, August 8, 2007

Tanya : Pajak Reklame

Berikut contoh pertanyaan tentang Pajak Reklame yang muncul pada milis "Tangan Di Atas" yang saya ikuti, berikut dengan kutipan beberapa jawaban di milis yang sama;

Tanya :
Ass TDAers,
Boleh minta masukannya mengenai pajak Reklame.Beberapa hari yang lalu saya menerima surat tentang hal tersebut dan diharuskan melapor dalam waktu 3 x 24 jam untuk segera melapor dan melunasi pajak atas reklame banner Outlet Shaakira yang saya pasang persis diatas atap toko.Suami saya pun langsung telpon dan datang kesana. Niat baik untuk segera melapor dan berharap bahwa tarifnya tidak memberatkan akhirnya runtuh setelah mendengar penjelasan staf dari kantor tsbt. Lumayan berat ternyata. Apalagi diharuskan membayar tahunan untuk banner kami tsbt.Apakah ada member TDA yang bisa sharing tentang hal ini, dan mungkin saja saat ini Pemda Jakarta sedang bergiat merapikan reklame-2 yang ada.Saya berharap ada yang bisa sharing ya :-)Terima Kasih.
Salam,
Doris Nasution
Jawab :
Ass. Wr. Wb.Bu Doris yth.,
memasang billboard atau banner di pagar depan, jalan raya, atau atap bangunan memang terkena pajak reklame, karena termasuk kategori outdoor advertising dan berada di ruang publik, kalau mau mengakali agar tetap bisa memasang billboard atau banner yang bebas pajak reklame, lakukan pemasangan di lokasi yang dikategorikan sebagai indoor advertising, yaitu:1. Ruang tamu kita (front office desk/receiptionist) dan diseluruh ruangan dalam bangunan2. Di pagar tembok rumah atau pintu masuk yang berada di halaman kita, tapi jangan melewati batas ketinggian tembok/atap.2 kategori ini tidak terkena pajak reklame, di kantor saya juga kita memasang 2 billboard besar berukuran 1m x 1,5m di tembok bangunan di depan pintu masuk kantor dengan ketinggian 1,5 - 2 meter tidak terkena pajak reklame, tapi 1 sign board kecil yang berukuran 40cm x 60 cm di tembok pagar kantor terkena pajak reklame karena sudah berada di ruang publik. Coba pergunakan trik yang sama. Sekian sharing dari saya, mengenai pembayaran pajak reklame ada beberapa kategori, mulai yang temporer seperti spanduk hingga yang terkena pajak tahunan seperti sign board, mungkin teman2 lain bisa sharing?Semoga membantu,
Wassalam,
Deni Danasenjaya.
Jawaban Dari Saya:
Dear bu Doris,

Kalau kita memasang iklan / shopsign / papan nama toko dan lain sebagainya di luar ruang atau di wilayah publik, kita memang diharuskan membayar pajak reklame. Saran saya sebaiknya memang segera diurus dengan baik supaya seumur hidup Anda tidak dikejar-kejar orang pemda.(Hal ini pernah terjadi juga pada saya sebelumnya). Namun Jangan percaya dulu dengan angka-angka uang yang harus dibayar kepada mereka. Cara menghitung biaya pajak reklame Out door / luar ruang dapat Ibu lihat di Blog saya di :
http://purwanto89.blogspot.com

Pada blog tersebut saya memberikan contoh RUMUS hitungan untuk spanduk ukuran 1x4 meter dipasang selama 30 hari.

Pada kasus ibu yang perlu diubah adalah jumlah hari menjadi 365 (1tahun), ukuran shopsign / papan reklame, dan nilai NSR-nya yaitu sekitar Rp. 8.000,-

Pastikan bahwa setelah membayar Ibu mendapatkan kertas print out berlogo pemda DKI ukuran A4/kuarto yang kop suratnya bertuliskan "PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA - DINAS PENDAPATAN DAERAH" yang berisi tentang "SURAT KETETAPAN PAJAK DAERAH (SKPD)"

Pastikan juga nanti Ibu mendapat stiker yang harus ditempel pada daerah yang mudah terlihat di papan reklame Ibu.

Masalah pajak reklame ini memang lahan subur bagi orang pemda untuk mengutip uang dari kita tanpa disetorkan ke Pemerintah. Untuk "mengakalinya" bisa juga digunakan cara seperti Pak Deni. Jadi tak perlu bayar pajak reklame publik.

Demikian dari saya;
Purwanto

Tanya : PENGURUSAN PAJAK REKLAME

Berikut contoh pertanyaan yang sering diajukan melalui e-mail pribadi Saya, dan akan Saya jawab melalui Blog ini supaya yang lainnya juga bisa mengetahui;
Halo Pak Purwanto,

Salam kenal pak Purwanto, saya membaca blog bapak mengenai promosi dan saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan.

Saat ini saya sedang berniat untuk membuat suatu usaha di daerah serpong tepatnya di jalan raya BSD. Rencananya saya akan membuat shopsign di dinding ruko dan papan reklame mengenai produk/jasa yang saya tawarkan terletak disisi jalan.

Yang saya ingin tanyakan adalah:
1. Berapakah besar pajak reklame di daerah tersebut per m2-nya per tahun?
2. Dimana tempat untuk mendaftarkan reklame yang akan saya pasang untuk daerah tersebut?
3. Persyaratan apa saja yang harus saya sertakan untuk mengurus hal tersebut, apakah diperlukan SIUP, NPWP atau yang lainnya?

Terimaka kasih atas bantuan dan infonya, saya akan konsultasi lebih lanjut dengan bapak.

Salam,
Ardhi
Jawab :
Salam kenal juga buat pak Ardhi

1. Perhitungan pajak reklamenya sebagai berikut :
= Panjang x Lebar x jumlah hari x NSR x tarif pajak (sama seperti rumus dalam blog saya)kalau setahun berarti jumlah harinya 365
NSR untuk BSD biasanya sekitar Rp. 8.000,-/m2/hari (tergantung kelas Jalan)
tarif pajaknya 25%

2.Tempat pendaftaran pajak reklame ada di kantor Kecamatan sesuai lokasi shopsign milik bapak.

3. Persyaratannya adalah : Copy NPWP & KTP sesuai nama pemilik usaha yang tertera di NPWP. Kalau diurus oleh orang lain, harus menyertakan surat kuasa dan copy KTP yang mengurus.

Terima Kasih kembali.
Purwanto

Friday, June 22, 2007

MEMBUAT BROSUR 3 :

BAGAIMANA AGAR BROSUR BISA MENCIPTAKAN KEINGINAN UNTUK MEMBELI ?

Setelah Konsumen membaca Subjudul dan minatnya mulai timbul terhadap produk kita, maka rasa penasaran konsumen tersebut harus bisa terpuaskan saat mereka membaca lebih detail uraian (Body Copy) pada brosur kita.

Agar brosur kita bisa menciptakan Keinginan (Desire) konsumen, maka Layout keseluruhan harus mampu mengilustrasikan atau menggambarkan keunggulan produk kita dengan baik. Buatlah uraian-uraian (copy) yang menerangkan dengan lebih detail keistimewaan produk yang dijual. Gambar-gambar yang ada di dalam brosur juga harus secara gamblang meng-expose nilai jual / selling point dari produk tersebut. Terangkanlah kepada konsumen bahwa produk kita akan membuat hidup mereka lebih baik. Dan bila perlu terangkan juga bahwa setelah membeli produk tersebut mereka tidak perlu takut dengan layanan purna jual. Bila produk Anda memiliki garansi, maka informasikan juga kepada konsumen melalui brosur tersebut. Cantumkan diskon istimewa yang bisa Anda berikan kepada konsumen.

Pada produk-produk tertentu seperti elektronik atau otomitif, sebaiknya masukkanlah gambar/foto (icon) bagian-bagian dari produk yang memiliki keunggulan fungsi. Bila kita mengambil contoh produk mobil yang akan dijual, maka tampilkan foto-foto seperti; Lampu depan yang futuristik, tempat duduk yang nyaman, Interior yang mewah, dashboard yang bagus atau mesin yang tangguh dan efisien. Berilah keterangan yang berhubungan dengan gambar/foto/icon yang ditampilkan.

MEMBUAT BROSUR 2 :

BAGAIMANA MEMBUAT BROSUR AGAR BISA MENDORONG MINAT KONSUMEN ?

Setelah kita menentukan cara apa saja yang akan kita gunakan untuk menimbulkan kesan pertama yang menggoda pikiran dan hati konsumen, maka kita akan masuk kedalam tahapan berikutnya yaitu bagaimana agar brosur mampu mendorong minat (interest) konsumen terhadap produk Kita.

Buatlah Subjudul yang menjelaskan secara singkat maksud dari judul utama. Subjudul ini biasanya berupa kalimat pendek yang berisi ilustrasi singkat yang mampu membuat orang ingin melihat lebih lanjut. Jadi kalau Judul Utama biasanya hanya menggunakan sepatah dua patah kata, maka Subjudul biasanya adalah sebuah kalimat yang memiliki arti memperkuat dan mempertegas kesan dari judul utama. Kalimatnya harus mampu memancing benak pembacanya untuk mau melihat/membaca lebih detail lagi kedalam isi brosur tersebut.

Perlu diperhatikan juga lokasi Subjudul tersebut di dalam layout disain agar jangan terlalu jauh dari judul utamanya. Agar tidak kacau antara Judul Utama dengan Subjudul, maka ukuran hurufnya harus dibedakan. Jangan membuat ukuran huruf pada subjudul lebih besar dari Judul utamanya. Jadi Judul Utama harus tetap dominan.

Contoh Subjudul yang bisa mendorong minat (interest) konsumen adalah sebagai berikut; Bila Judul Utamanya ”CUCI GUDANG.... !!!” maka pada Subjudulnya kita bisa menambahkan kalimat ”Dapatkan produk menarik & berkualitas dengan harga yang murah.”

Contoh lainya adalah bila Judul Utamanya ”PROBLEM KEGEMUKAN?” maka subjudul supaya bisa lebih mendorong minat konsumen kita gunakan kalimat seperti ini; ”Atasi dengan metode yang terbaru dari Kami. Bebas dari rasa sakit & tanpa operasi.”

Dengan contoh kalimat-kalimat singkat di atas tentu konsumen akan lebih penasaran untuk ingin tahu lebih banyak mengenai keunggulan produk kita atau program penjualan apa yang sebenarnya ditawarkan.

Wednesday, June 6, 2007

Berkunjung Ke Ruman Om Bob Sadino


Pada suatu kesempatan yang cukup berkesan, saya berkunjung ke rumah om BOB SADINO. Salah seorang pengusaha Indonesia yang sukses. Di dalam benak, saya mengingatkan diri sendiri bahwa harus menjaga sikap yang baik & sopan karena mungkin kami hanya diberi waktu sedikit saja untuk bisa berbincang dengannya.

Pagi itu di rumahnya yang sangat luas di bilangan Jakarta Selatan kami diterima Om Bob dengan penuh keakraban. Ternyata jauh dari prasangka kami sebelumnya yang berasumsi akan sulit sekali menemui beliau. Sesampai di rumah Beliau, terlihat wajahnya begitu ceria dan ramah menyapa kami semua. Dalam waktu sekejap saja maka ketegangan kami untuk menghadap sang konlomerat itu lumer sudah. Kebetulan saya berkunjung bersama seorang wartawan dari Indopos untuk mewawancarainya mengenai kehidupan dan aktifitas Beliau sekarang. Wawancara berlangsung di salah satu sudut rumahnya yang besar & asri. Ada lapangan rumput luas tempat Beliau berkuda dengan kuda kesayangannya. Ada kebun Terong Jepang yang berwarna Ungu-Hitam & besar-besar. Beberapa mobil mewah juga parkir di halaman rumahnya.

Keseharian om Bob itu memang tidak berbeda dengan imej yang selama ini melekat pada dirinya, yaitu santai, cuek, apa adanya, sederhana & ceplas-ceplos. Dia menjawab semua pertanyaan wartawan dengan penuh filosofi dan sedikit nyeleneh yang membuat kami menjadi sedikit berfikir karena agak sulit mengerti maknanya.

Saat wartawan menanyakan “Bagaimana sih supaya Kita bisa sukses seperti Om Bob?”
Konglomerat nyeleneh itu dengan cuek menjawab “Begini….Besok pagi kalian telpon Saya dan bilang bahwa mulai hari ini kalian keluar dari kerjaan/kantor dan menjadi ORANG BEBAS…!!!. Dan itu harus diucapkan dengan jujur, tidak boleh bohongan. Jadi benar-benar harus keluar dari kerjaan.!!!” Kontan saja kami berdua jadi saling berpandangan. “Mana mungkin Om Bob? Kami tidak berani senekat itu! Setelah benar-benar keluar secara tiba-tiba terus kami mau ngerjain apa dan dapat uang dari mana?”

Dengan senyum Om Bob menjawab “Nah disitulah rahasianya…..!!!! Orang-orang yang berhasil adalah mereka yang berani mengambil resiko seburuk apapun. Dan itulah yang saya jalani.” Lalu Beliau berkisah tentang masa lalu dan perjuangannya.

Dulu Beliau adalah karyawan yang cukup sukses karirnya di sebuah perusahaan besar di Jakarta. Jabatannya cukup tinggi dan didukung pula oleh fasilitas kantor/tunjangan jabatan yang lengkap. Sebagai seorang karyawan, hati beliau selalu resah karena setinggi apapun jabatannya tetap saja dia menjadi ORANG SURUHAN alias selalu harus menuruti tugas atasan/kantornya. Dalam hati Dia ingin menjadi orang yang BEBAS.

Karena keinginan menjadi ORANG BEBAS tersebut makin lama makin kuat maka pada suatu ketika Diapun keluar dari pekerjaan & jabatan nyamannya. Orang-orang di kantor dan seluruh keluarganyapun kaget bukan kepalang. Semua menyayangkan keputusan Om Bob yang tiba-tiba tersebut.
Tanpa memperdulikan cemoohan orang disekitarnya, Diapun maju terus dengan dukungan kuat dari isterinya tercinta. Hanya isterinyalah yang saat itu mendukung 100% keputusan Om Bob. Karena keluar kerjanya memang secara tiba-tiba, maka tentunya Beliau jadi tak punya kerjaan alias Jobless. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya maka dia mulai mengerjakan apa saja yang penting halal & menghasilkan uang. Dari mulai jadi supir Taxi, tukang bangunan dan sebagainya dijalani dengan penuh keyakinan. Ekonominya mulai membaik saat Beliau mulai berjualan telur ayam negeri/boiler dari pintu ke pintu. Pada jaman itu telur ayam negeri belum popular seperti sekarang. Usahanya makin maju saat usaha ayam boilernya mulai diterima masyarakat.

Sekarang beliau terkenal sebagai pengusaha & pemilik KEMCIK serta beberapa unit bisnis lainnya seperti perkebunan, pabrik roti dll. Ada banyak “bekal” yang bisa kami bawa pulang dari kunjungan ke rumah Beliau. Terima kasih banyak ya Om Bob….. Benar kata Om Bob, terong Jepangnya enak kalo dibakar.

Sunday, May 27, 2007

IKLAN DI MEDIA LUAR RUANG

Yang temasuk IKLAN/PROMOSI di media luar ruang ini antara lain adalah :
1. Billboard
2. Baligho
3. Umbul-umbul
4. Spanduk
5. Papan Nama Toko (Shopsign)
6. Balon Udara
7. Neon Box, dll.

Hal khusus yang perlu diperhatikan saat Anda ingin menggunakan Media luar ruang ini adalah biaya pajak retribusi iklan. Besarnya pajak iklan ini tiap daerah memiliki kebijaksanaan dan peraturan yang berbeda. Namun biasanya hitungan dasarnya adalah sebagai berikut :

Panjang x Lebar x jangka waktu pemasangan (hari) x (NSR) Nilai Sewa Reklame x Tarif Pajak (%)

Contoh :
Bila anda ingin pasang spanduk 1 meter x 4 meter selama 30 hari. Lokasi anda di wilayah DKI dengan kelas jalan A / utama (NSR = Rp. 5.000,-). Biasanya Tarif Pajak dikenakan 25%.

Maka jumlah yang harus dibayar adalah :
1 x 4 x 30 x 5000 x 25% = Rp. 150.000,-

Jadi pajak iklan yang harus dibayar adalah hasil perkalian dari Panjang dengan Lebar bidang gambar dikalikan dengan jumlah hari pemasangan iklan Anda dikalikan lagi dengan nilai Rupiah yang besarnya sesuai peraturan yang berlaku. Disamping faktor-faktor di atas, biasanya ada peraturan tambahan lagi yang bersangkutan dengan luas bidang minimum dari iklan, faktor pencahayaan (Frontlite atau Backlite), lokasi kelas jalan, dll.

Anda harus mengeluarkan dua macam biaya yaitu :
1. Biaya produksi material promosi termasuk ongkos pasang tentunya.
2. Biaya pajak retribusi iklan daerah.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan media luar ruang ini maka pilihlah lokasi yang tepat sesuai sasaran konsumen serta produk Anda. Lokasi-lokasi persimpangan jalan biasanya menjadi incaran utama para pemasang iklan jenis ini. Namun tidak semuanya harus seperti itu. Kadang kala beriklan di dinding luar sebuah pusat pertokoan/Mall juga sangat efektif untuk mereka yang memiliki toko di dalam Mall tersebut. Jadi tidak perlu memasang iklan di persimpangan jalan yang biasanya sangat mahal. Pemasangan iklan di lapangan olah raga juga sangat efektif untuk produk minuman energy, air mineral, suplemen kesehatan dan peralatan olah raga.

Hal penting lainnya dalam merencanakan iklan luar ruang ini adalah jangan menggunakan kata-kata atau kalimat yang terlalu panjang. Karena lokasinya yang berada di tempat-tempat umum, biasanya orang akan membaca iklan ini sambil beraktifitas. Jadi waktu Anda untuk bisa menarik perhatian mereka sangatlah singkat. Supaya pesan dalam iklan Anda efektif maka utamakan untuk menampilkan gambar dan slogan singkat yang mudah diingat.

Thursday, May 24, 2007

Tambah Unit Usaha Baru

Alhamdulillah..... Segala puji dan syukur tak henti-hentinya Saya haturkan kepada Allah SWT.
Mudah-mudahan tanggal 1 Juni 2007 nanti unit usaha Kami akan bertambah satu lagi dengan counter TIKI yang akan melayani pengiriman barang & dokumen. Belum genap setahun saya & beberapa teman meleburkan diri dalam usaha bersama di bidang Travel (Terminal Tiket Depok), eeehhh sekarang sudah berkembang lagi. Semoga semuanya berjalan lancar. Amiiin...

Thursday, May 17, 2007

Merek / Brand Gotong Royong

Ini salah satu tulisan yang saya kirim ke milis TDA:
Belum lama ini saya berkunjung ke sebuah kios baju anak milik teman saya yang berada di ITC Kuningan Ambasador. Sekalian audit pakaian yang saya titip jual kepadanya. Setelah selesai semua urusan pembayaran, saya iseng jalan-jalan untuk sekedar mencari inspirasi. Beberapa kios saya kunjungi sambil menggali berbagai informasi.
Dan akhirnya Inspirasi itu datang juga setelah saya melihat satu kios yangcukup ramai pembelinya. Kebetulan Kios tersebut merupakan cabang/agen darisebuah merek yang cukup rajin beriklan di Koran. Cabangnyapun cukup banyak.Saya lihat dikios tersebut juga melayani grosir dan memiliki atribut-atributpromosi yang lumayan lengkap seperti brosur, poster, shopping bag, neon boxdll. Promosinya gencar juga ya… itu yang terpikir oleh saya. Tentunya modaluntuk mempromosikan merek/brand tersebut sangatlah besar. Apalagi sayasering melihat iklannya di Koran. Dalam iklannya selalu dituliskan puluhanoutlet yang menjual mereknya yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bekasi, &Banten.
Dalam benak saya ada pemikiran seperti ini;
Pada komunitas kita di TDA, tentunya ada banyak orang yang memilikiusaha/bisnis sejenis seperti selimut, baju muslim, baju anak dll. Merekatentunya menggunakan merek/brand/nama usaha mereka sesuai keinginan merekamasing-masing. Dan bisa dipastikan merek usahanya berbeda satu dengan yanglainnya. Untuk sesama TDA yang masih kecil skala usahanya, tentunya akanlebih berbobot kalau kita melebur merek/brand/nama usaha tersebut menjadisebuah merek bersama sehingga lebih kuat. Kesannya tentu akan seperti sebuahFrancise atau Agen cabang. Dan image yang terbentuk akan lebih kuat karenakesannya cabangnya sudah berkembang dimana-mana. Dalam hal ini tentu kitatidak perlu membayar francise fee atau deposit keagenan. Kalaupun inginberiklan di Koran atau membuat brosur & material promosi lainnya tentu jugalebih murah karena akan ditanggung bersama-sama. Bayangkan saja kalau tiapmerek usaha Anda beriklan sendiri-sendiri. Tentu biaya akan lebih boros danmungkin kurang "Nendang".
*Ibarat kata*….. usaha kecil kita masing-masing ini seperti lidi-lidi yangmemiliki besar & panjang yang berbeda-beda dan akan mudah patah. Kalaudigabungkan tentu akan menjadi sebuah sapu yang kuat & lentur serta lebihdahsyat. Istilahnya mungkin akan menjadi *Merek/Brand gotong-royong*.

Tuesday, May 1, 2007

Bakmi Jawa, Kisah Dari Mulut ke Mulut.

Suatu saat saya berkunjung ke Jogja untuk silaturahmi dengan beberapa sahabat yang memiliki bisnis/usaha yang berjalan bagus di sana. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah warung bakmi jawa yang setiap malam selalu dipenuhi oleh para pembeli. Rata-rata pembelinya adalah rombongan besar yang menggunakan beberapa mobil sekali datang. Ternyata mereka berasal dari daerah yang lumayan jauh. Bahkan tak jarang pula didatangi rombongan dari Pejabat Daerah maupun pejabat dari Pemerintahan pusat.

Jangan dulu membayangkan bahwa warung tersebut terletak di pusat kota Jogja yang strategis, di pinggir jalan utama yang lalu lintasnya ramai dan memiliki arsitektur khas Jawa yang menarik. Anda salah besar. Warung tersebut ternyata terletak di dalam sebuah perkampungan yang agak jauh dari pusat kota Jogja. Jalan masuknyapun sangat sempit meskipun bisa dilalui kendaraan roda empat. Dan yang lebih tidak meyakinkan adalah jalan tersebut tidak tembus ke mana-mana alias buntu. Jadi kalau kita mau pulang ya harus melalui jalan yang sama saat kita menuju ke sana. Bangunan yang digunakan terbuat dari kayu dan anyaman bambu sederhana yang semi permanen.

Apa yang mereka lakukan sehingga warung itu begitu ramai dikunjungi pembeli? Jangan dulu berfikir soal mistik yang aneh-aneh. Karena warung tersebut ternyata memiliki beberapa trik berpromosi yang sangat unik.

Saat mulai membuka warung Bakmi jawa ini, pemiliknya sebenarnya masih seorang karyawan rendahan di pemerintahan daerah. Tugasnya adalah membawa kendaraan dinas salah satu pemimpin di kantornya. Selesai bekerja dia selalu mengurusi warungnya dari mulai belanja ke pasar, memasak sampai melayani konsumen. Saat belanja ke pasar itulah Beliau mulai melakukan strategi uniknya. Beliau sengaja mencari warung-warung bakmi yang ramai pembelinya dan ikut makan di sana. Di sela-sela menikmati bakmi itu Beliau selalu menyempatkan untuk membuka percakapan dengan sesama pembeli di kanan-kirinya. Dia selalu berkomentar sebagai berikut : “Bakmi ini enak ya…. Bapak-bapak di sini pasti gemar makan bakmi ya? Tahu tidak di Jogja ini ada bakmi yang jauh lebih enak dari tempat ini! Saking enak dan terkenalnya banyak para pembelinya yang datang dari jauh loh.” Karena rata-rata yang makan di situ adalah penggemar bakmi yang merupakan target sasarannya, biasanya beberapa diantara para pembeli itu langsung bertanya : “Di mana?” Saat itulah Beliau langsung memberikan alamat warung berikut petanya tanpa membuka identitas pemiliknya yang tentunya dirinya sendiri.

Apa yang terjadi akibat perbuatannya tersebut? Beberapa orang yang terprovokasi/tertarik dengan referensi terselubung tersebut di lain waktu akan mencari alamat yang mereka dapat. Namun karena lokasi warung yang memang terpencil dan di dalam perkampungan, maka alamat tersebut agak sulit di cari. Oleh sebab itu mereka akan banyak bertanya kepada orang yang ditemui di jalan. Makin banyak orang yang bertanya lokasi bakmi “yang katanya terkenal” tersebut, maka orang-orang yang ditanyapun juga ikut penasaran dan di lain waktu ikut-ikutan mencoba bakmi tersebut. Bukankah ini termasuk trik promosi dari mulut ke mulut yang jitu?

Saat bekerja di kantorpun Beliau tak lepas untuk selalu mempromosikan warungnya bahkan kepada atasannya. Kalimat saktinya adalah: “Ada bakmi yang paling enak di Jogja ini yaitu di jalan……” tentunya dengan merahasiakan identitas pemiliknya yaitu dirinya sendiri.

Trik tersebut tidaklah bermaksud untuk membohongi orang lain, tetapi semata-mata agar orang merasa penasaran dan ingin tahu. Selebihnya tentunya kalau makanannya tidak enak tentunya juga tidak akan berfungsi apa-apa. Jadi makanan yang dijual juga harus enak. Hal utama yang menjadi modal setiap warung makanan tentunya adalah cita rasa. Warung Bakmi Jawa ini memang mampu mempertahankan rasa yang enak pada setiap hidangan yang mereka buat. Tanpa menggunakan Vetsin dan hanya menggunakan bumbu yang alami. Pembeli yang sudah jauh-jauh datang sampai nyasar ke mana-manapun akhirnya juga akan puas setelah menyantap Bakmi Jawa tersebut dan kembali ke rumah dengan cerita yang menarik serta memberikan referensi yang positif kepada orang lain.

Ada trik lain yang termasuk unik dalam mempromosikan keberadaan warung Bakmi Beliau. Suatu saat Beliau sedang jalan-jalan dengan istrinya dan tiba-tiba mendapat ide menarik saat melewati sebuah stasiun radio swasta. Beliau segera masuk ke kantor stasiun radio tersebut dan minta formulir yang berisi “kirim-kirim lagu dari dan untuk pendengar radio”. Dalam formullir tersebut Beliau memilih lagu sekaligus menuliskan pesan yang bunyinya seperti ini: “Salam manis dari ….. untuk sahabatku …… kapan kita ketemu lagi di warung Bakmi Jowo. Bakminya enak sekali loh...!” Pada titik-titik tersebut Beliau tuliskan nama orang sekenanya saja. Toh para pendengar tidak ada yang tahu. Di kesempatan lain pada acara yang sama dia menelpon stasiun radio tersebut dan membalas sendiri salam tersebut seolah-olah dari orang yang namanya dikirimi lagu. Beliau lakukan hal tersebut kepada beberapa stasiun radio dan kirim salamnyapun dibuat saling sahut-menyahut yang intinya membicarakan warung Bakmi Jowo miliknya. Tentunya hal ini akan membuat penasaran para pendengar radio dan banyak yang jadi ingin tahu. Di sini bisa kita lihat bahwa Beliau melakukan promosi terselubung yang sangat jitu tanpa mengeluarkan biaya iklan yang banyak.

Tuesday, March 20, 2007

JENIS-JENIS DAN SIFAT PROMOSI

Seorang teman saya di Amerika ingin juga sharring mengenai masalah Promosi sebagai bahan diskusi di bloger ini. Namanya Arif Mustofa, S2 di program Wijawiyata Prasetya Mulya – Jakarta.
Ada sedikit editing supaya tulisannya bisa lebih enak dibaca. Berikut tulisannya :

Promosi itu didunia marketing ada dua hal dilihat dari Media yang digunakan, yaitu :
1. Above the Line (ATL) iklan TV, Radio, Koran, BIllboard atau
2. Below The Line (BTL) pameran, event, dsb.

Kalau dilihat goal atau target dari promosi itu secara singkat bisa dikelompokan menjadi :

1. Product awareness (Kesadaran) : artinya disini iklan yg dibuat hanya sebatas membuka otak kognitif kita akan ada suatu produk baru. Sehingga otak kita dirangsang utk menerka-nerka produk apa sekiranya yang akan keluar. Biasanya produk ini hanya berupa "At a Glance" atau sekilas tidak ada nama produk tapi hanya coorporate brand name (spt BMW, Sampoerna, Nokia,dsb), tidak ada description tentang produk tadi, dan hanya sebuah informasi kulit, seperti "Nantikan tanggal ...., Lihat jam..., atau ada apa di hari..., dsb" Karena itu intensitasnya pun hanya sesaat dan tidak mengambil slot panjang dalam tayangan iklan tv. Iklan seperti ini sering juga disebut “Teaser”.

2. Product promotion (promosi) : biasanya pada kondisi ini bentuknya adalah mempromosikan jenis produk baru yang ditawarkan ke konsumen. Contohnya adalah iklan-iklan Koran, radio atau TV yang menyebutkan langsung jenis atau nama produk yang dijual, merek dan kelebihannya. Iklan ini merupakan iklan umum yang paling sering dilihat sehari-hari.

3. Recall/Reminding (Pengingat) : promosi disini di targetkan terhadap produk yang sudah keluar di pasaran dalam kurun beberapa waktu yg lalu. Jadi awareness konsumen disadarkan kembali (diingatkan kembali) terhadap produk yang kita jual. Jenis ini bisa menggunakan pola media yg sudah kita pake pada point 2. Jadi penekanannya hanya mengingatkan atas produk kita di pasaran. Iklan jenis ini banyak digunakan oleh merek yang sudah besar seperti Coca-cola, Mc. Donald, Sprite, Bodrex, dll.

4. Penetrate (memperdalam) : promosi ini yang biasanya digunakan para produsen untuk merubah pola konsumsi konsumennya. Maksudnya begini, sebagai contoh iklan pasta gigi. Merek apa saja, tapi Pepsodent contoh gampang. Menurut dokter gigi penggunaan pasta gigi itu sebenarnya cukup hanya seujung sikat gigi-nya saja (sekitar 1 Cm). Namun pesan yg diberikan oleh Pepsodent adalah memberikan contoh dengan mengoleskan pasta giginya sepenuh sikat giginya. Secara tidak langsung otak kognitif kita disadarkan bahwa setiap membersihkan gigi berarti harus menggunakan pasta giginya sepenuh sikat giginya, artinya produsen merangsang konsumen untuk menggunakan sebanyak-banyaknya. Walaupun dari manfaat yg dilihat tidak ada bedanya pakai sedikit atau banyak. Hal seperti ini juga dipakai oleh produsen Shampoo Rambut yang menganjurkan pemakaian setiap hari. Pesan yang Mereka pakai adalah “Aman digunakan setiap hari….”. Jadi fungsinya adalah agar konsumen lebih banyak dan sering menggunakan produk tersebut.


Arif Mustofa
Washington DC.

Monday, February 26, 2007

MEMBUAT BROSUR 1 :

BAGAIMANA MEMBUAT BROSUR YANG MENARIK ?
Untuk bisa menarik perhatian (Attention) konsumen, brosur tersebut harus memiliki penampilan atau kesan pertama yang cukup menggoda mata meskipun hanya dengan sekali lihat saja. Rata-rata orang menggunakan waktu hanya 1-2 detik untuk melihat sebuah iklan. Dalam waktu hanya sekian detik itulah Anda harus bisa mencuri perhatian orang. Banyak cara bisa digunakan untuk bisa menarik perhatian (attention) konsumen, sepert :

1. Dengan memberikan foto wanita/pria yang menarik di bagian depan brosur. Ini digunakan dihampir semua produk di dunia. Bahkan pada perusahaan-perusahaan besar digunakan publik figur yang terkenal seperti para selebriti, atlit olah raga, ratu kecantikan tokoh masyarakat dan pemimpin organisasi besar. Tentunya jangan lupa juga untuk mencantuman foto produk kita, karena pada dasarnya produk kitalah yang dijual. Foto orang yang digunakan sebagai figur produk kita ini tidak boleh sembarangan. Harus disesuaikan dengan produk yang kita jual. Misalnya kalau yang dijual produk kosmetik atau alat kecantikan, maka harus menampilkan figur wanita yang juga cantik dan menarik. Kalau yang dijual obat atau alat pelangsing tubuh, maka tampilkan wanita yang memiliki tubuh yang langsing dan ideal. Kalau produk yang dijual popok bayi, maka tampilkan bayi yang bertubuh sehat, berkulit bersih, memiliki mimik muka yang menggemaskan dan lucu.

2. Memberikan judul utama yang bombastis & fantastis sehingga menarik perhatian orang yang secara sekilas membaca untuk kemudian karena tertarik akan membaca ulang kembali dalam hatinya. Judul utama ini biasanya dicetak sangat besar, memiliki jenis huruf yang unik, berwarna mencolok dan mendominasi halaman depan brosur. Kata-kata atau kalimat yang dipakai tidak boleh terlalu panjang, jadi judul utamanya harus singkat tetapi bisa mewakili program promosi atau produk yang dijual. Kadang-kadang kita sulit sekali menemukan kata-kata yang menjadi kunci dari iklan yang akan kita buat. Oleh sebab itu janganlah terburu-buru dalam menentukan kata-kata kunci ini. Buatlah beberapa alternatif judul / kata kunci, lalu tanyalah kepada beberapa orang di sekitar kita apa pendapat mereka dengan kata-kata tersebut. Buatlah survey kecil-kecilan agar Anda yakin betul bahwa judul utamanya memakai kata-kata yang menarik perhatian banyak orang. Contoh penggunaan judul utama yang sering digunakan dapat Anda lihat seperti di bawah ini :
· “Cuci Gudang”
· “Diskon Gede-gedean”
· “Beli 1 dapat 2”
· “Lindungi Mobil Anda”
· “Menu Istimewa”
· “15 menit dari pintu tol”
· “Lingkungan Hijau di Pusat Kota”
· “Murah Meriah”
Judul utama ini kadang-kadang juga menggunakan problem/masalah utama yang ada pada konsumen yang dituju, misalnya :
· “Problem Kegemukan?”
· “Bermasalah dengan Jerawat?”
· “Susah Buang Air Besar?

3. Gunakan nuansa warna yang sesuai degan produk dan target pembeli Anda. Ini juga sangat penting karena penggunaan warna-warna tertentu ternyata mempengaruhi daya tarik konsumen tingkat/golongan tertentu pula. Misalnya, untuk produk mainan anak-anak akan lebih sesuai dan lebih menarik bila digunakan warna-warna dasar yang terang. Untuk produk asesoris remaja putri akan lebih menarik bila lebih banyak menggunakan warna pink. Untuk produk elektronik atau barang berteknologi tinggi biasanya akan banyak menggunakan warna biru, merah dan hitam. Untuk produk interior exclusive akan lebih baik banyak menggunakan warna coklat, crème dan hitam. Jadi komposisi warna ini berfungsi juga dalam menarik perhatian orang-orang dengan segmen yang berbeda-beda.

4. Cantumkan Harga atau Diskon produk Anda. Bila Anda yakin bahwa harga produk Anda paling murah atau diskon Anda paling besar dibanding dengan merek lain yang mutunya sama, jangan ragu-ragu untuk mencantumkannya. Bahkan kalau memungkinkan jadikan harga tersebut sebagai unsur dalam judul Utama dan dicetak besar serta dominan. Harga yang murah dan mutu yang bagus adalah dambaan setiap konsumen termasuk Anda dan saya juga tentunya. Oleh sebab itu konsumen akan langsung tertarik bila harga produk yang mereka cari ternyata ada yang lebih murah dibanding dengan yang lainnya.
5. Gunakan penanda khusus pada judul utama seperti bentuk bintang, oval, lingkaran, kotak, tanda panah dan bentuk lainnya. Ini berfungsi untuk lebih memperkuat kesan dari judul yang telah ditentukan. Penanda khusus ini biasanya disebut Flashes.

Kita tidak perlu menggunakan seluruh cara diatas untuk kita masukkan kedalam sebuah iklan produk kita. Mungkin hanya perlu satu atau dua cara saja yang bisa kita gabungkan dalam materi iklan kita. Kalau kita memaksakan diri menggunakan kelima cara diatas dalam sebuah iklan kita sekaligus, maka akan dapat dipastikan bahwa lay out atau disain iklan kita menjadi kacau dan malah konsumen tidak mengerti pesan utama apa yang disampaikan dalam iklan tersebut. Jadi pilihlah cara-cara yang menurut Anda sesuai dengan produk Anda.

Sunday, February 25, 2007

Sarana Apa saja yang bisa kita gunakan untuk berpromosi

Dari tulisan saya sebelumnya, kita mengetahui bagaimana promosi itu bisa mempengaruhi pikiran konsumen untuk mau membeli produk kita. Berikutnya kita akan membahas sarana apa saja yang bisa digunakan untuk berpromosi/beriklan.

Seiring dengan kemajuan jaman dan makin cepatnya perkembangan teknologi, maka sarana yang dapat digunakan untuk berpromosi akan juga semakin beragam. Sebut saja salah satunya adalah SMS melalui Handphone. Berpromosi dengan media SMS sangat populer sekali saat ini. Media ini bahkan tidak hanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, tapi juga perusahaan-perusahaan kecil. Kalau kita menengok ke belakang sekitar dua dekade yang lalu, tentunya kita belum mengenal penggunaan SMS ini sebagai sarana promosi yang cukup handal.

Kedepannya akan sangat mungkin sekali seiring dengan perkembangan telephone genggam berteknologi 3G maka produk-produk baru dapat dilauncing & dipromosikan melalui format audio-video bahkan dapat dapat dilihat secara “LIVE” sebagaimana layaknya televisi dalam genggaman. Dan semakin ke depan lagi mungkin akan muncul teknologi-teknologi baru yang bisa digunakan untuk mempublikasikan suatu produk.

Saat ini selain media yang berteknologi maju, ada banyak sekali media konvensional yang dapat digunakan untuk berpromosi/beriklan. Oleh sebab itu untuk mempermudah pemahaman maka media-media iklan tersebut dapat dikelompokkan dalam beberapa katagori yaitu:

1. Media cetakan, seperti : Brosur, selebaran, poster, katalog, buku telepon (yellow pages Belanja & Industri Niaga)
2. Media Masa/Surat Kabar, seperti : Koran, majalah & tabloid
3. Media luar ruang (out door), seperti : Billboard, neon box, papan nama toko, Umbul-umbul, spanduk & banner
4. Media elektronik, seperti : Radio, TV, Video & Film
5. Sarana transportasi, seperti : pada bodi luar Bis, Kereta, Mobil Box & motor
6. Kegiatan/event , seperti : Pameran, bazar, konser musik, aktifitas sosial kemasyarakatan, parade nasional & pertandingan olah raga
7. Suvenir & Barang dagangan (Merchandise) : alat peraga, pajangan/diplay produk, miniatur/tiruan produk (Dummies), tester produk
8. Reverensi (dari mulut ke mulut), Surat langsung dan masal
9. Media lainnya sesuai perkembangan teknologi, seperti : website, E-mail, SMS dan lain sebagainya.

Bagaimana sebenarnya promosi bisa mempengaruhi pikiran & hati konsumen

Terjadinya penjualan adalah proses panjang di mana suatu produk awalnya mungkin sama sekali tidak diketahui oleh khalayak umum. Supaya masyarakat umum (konsumen) mengetahui produk tersebut, maka produk tersebut harus diinformasikan kepada masyarakat/konsumen. Setelah konsumen mengetahui produk tersebut maka di dalam benak pikiran konsumen akan mencerna apakah dia memerlukan produk tersebut atau tidak. Kalau dia memang membutuhkan produk tersebut, maka konsumen akan mencari informasi lebih banyak lagi tentang produk tersebut.

Dari sekian banyak informasi tersebut biasanya konsumen akan mulai tertarik perhatiannya pada produk yang sesuai dengan apa yang dia inginkan. Disinilah tahap awal dimana promosi berfungsi untuk bisa Menarik Perhatian (Attention) konsumen. Cara-cara berpromosi supaya bisa menarik perhatian ini akan dibahas pada bagian lain.

Setelah konsumen tertarik terhadap suatu produk biasanya dia akan mulai untuk fokus mencari informasi lebih dalam dan spesifik lagi mengenai produk tersebut. Disinilah iklan atau promosi diuji apakah bisa mendorong minat (Interest) bagi para konsumen. Bila informasi detilnya ternyata tidak sesuai dengan asumsi dan pemikiran konsumen maka minat konsumen akan produk tersebut menjadi batal. Tapi kalo yang ditawarkan oleh produk tersebut ternyata sesuai dengan yang ada di benak konsumen bahkan mungkin melebihi ekspektasinya, maka konsumen akan memiliki keinginan (Desire) untuk membeli. Biasanya iklan atau promosi yang bisa menciptakan keinginan konsumen untuk membeli adalah promosi yang bisa menjelaskan bahwa produk yang ditawarkan memiliki mutu, bentuk, disain atau fungsi yang bagus serta harga yang bersaing. Khusus pada produk makanan dan minuman, promosinya harus bisa memberikan gambaran di benak konsumen bahwa produk makanan tersebut sangatlah lezat dan bermanfaat. Untuk produk berupa jasa biasanya yang ditawarkan adalah kemudahan, kenyamanan, keamanan dan kebanggaan.

Setelah konsumen merasa ingin membeli suatu produk, maka iklan harus bisa menginformasikan kepada konsumen bagaimana cara mendapatkannya dan di mana produk itu bisa didapat. Sehingga konsumen akan mengambil tindakan (Action) untuk membeli produk tersebut.

Jadi kalo dirangkum dari penjelasan di atas, promosi itu bisa mempengaruhi pikiran & benak konsumen dengan mengikuti prinsip AIDA, yaitu :
1. Attention (Menarik Perhatian)
2. Interest (meninbulkan/mendorong minat)
3. Desire (Menciptakan Keinginan)
4. Action (mengambil tindakan)

BIDANG APA SAJA YANG DAPAT DIPROMOSIKAN?

Promosi sebenarnya tidak hanya diperlukan oleh produk yang baru diedarkan di pasaran, tetapi juga banyak dipakai oleh produk-produk yang memang sudah lama ada. Lihat saja produk-produk seperti Coca cola, Aqua, Dunkin Donut, berbagai merek sabun mandi dan shampo serta jasa penerbangan. Semuanya secara kontinyu dan periodik mempromosikan produknya tanpa henti.

Selain produk berupa barang & jasa, banyak bidang lain yang juga memanfaatkan fungsi promosikan untuk mencapai tujuannya seperti :
1. Promosi untuk kenaikan Jabatan/pangkat seseorang di kantor.
2. Promosi untuk pemilihan ketua sebuah organisasi, jabatan di partai atau kursi di pemerintahan.
3. Promosi untuk memasyarakatkan pesan-pesan sosial seperti waspada terhadap HIV-AIDS, flu burung serta bahaya banjir.
4. Promosi untuk kegiatan-kegiatan besar (event) seperti konser musik, pertandingan olah raga, parade bunga, pemecahan rekor, dll.

MENGAPA PERLU BERPROMOSI?

Kita sering melihat suatu bisnis/usaha meskipun sudah berjalan bertahun-tanhun tapi tidak bisa berkembang. Bahkan ada yang hanya bertahan tidak lebih dari setahun sudah finish/tutup. Ini tentu menjadi pertanyaan, kenapa demikian? Jawabannya mungin sederhana, yaitu tidak banyak yang tahu bahwa Anda membuka usaha tersebut. Kalaupun ada yang tahu paling orang-orang disekitar kita saja yang jumlahnya tidak seberapa. Bagaimana mungkin orang membeli suatu produk tanpa mengetahui informasi sekecil apapun dari produk yang Anda jual.

Terakhir kali saat Anda membeli sebuah produk, pernahkah terpikir dalam benak Anda bahwa keputusan dalam membeli produk tersebut sebenarnya adalah hasil dari masukan informasi dari banyak sumber? Saat Anda memiliki keinginan atau kebutuhan terhadap suatu produk, maka mulai saat itulah Anda membutuhkan informasi mengenai di mana Anda bisa mendapatkan produk tersebut, berapa harganya, merek apa saja yang bagus, apa saja spesifikasinya, warnanya, ukurannya, garansi, purna jualnya dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut, maka Anda akan mulai bertanya kepada orang lain, melihat iklan di koran, mencari brosur, mengunjungi pameran/bazar, atau mengakses internet. Setelah mendapatkan banyak informasi maka Anda akan mulai mempertimbangkan untuk menentukan produk/merek mana yang akan Anda beli.

Di situlah peranan promosi sangat penting. Yaitu menginformasikan kepada konsumen mengenai suatu produk, harga, keunggulan, dan segala informasi yang berhubungan dengannya. Produk apapun yang akan Anda jual baik itu berupa barang maupun Jasa, akanlah sia-sia bila tak seorangpun mengetahuinya. Meskipun produk Anda berkualitas bagus dan berharga murah namun kalau tak seorangpun yang pernah mengetahui keunggulannya baik melalui brosur, iklan di media masa, atau peragaan di sebuah pameran maka mustahil orang dengan serta merta membeli produk Anda. Siapapun tentu tidak ingin membeli “kucing dalam karung”.

Selain berfungsi untuk menginformasikan suatu produk kepada para konsumen, promosi juga diperlukan untuk keperluan dan tujuan lain yaitu :
1. Untuk meningkatkan penjualan
2. Untuk mengumumkan program penjualan khusus seperti diskon istimewa, bonus tambahan atau undian berhadiah
3. Meluncurkan tipe baru dari sebuah produk yang sebelumnya sudah ada dengan berbagai perbaikan dan pengembangan.
4. Sebagai pengingat agar konsumen tetap tahu bahwa produk kita masih bertahan dengan kualitas yang bagus.
5. Menggapai konsumen-konsumen baru
6. Meningkatkan “Brand Image” atau membuat konsumen lebih percaya pada produk kita.
7. Mengundang keingintahuan konsumen akan produk yang kita jual.

Jadi kesimpulannya adalah, Lakukanlah Promosi atas bisnis/usaha Anda. Seberapapun kecilnya bisnis Anda lakukanlah promosi agar orang-orang mengetahui bahwa barang/jasa Anda layak dibeli dan sangat menguntungkan.

Wednesday, February 21, 2007

Alhamdulillah Multy Quadran

Alhamdulillah, sekarang saya bekerja dan berada di multy quadran. Saat ini saya masih menjabat sebagai Promotion Dept. Head di sebuah perusahaan Otomotif di Jakarta. Saya juga memiliki pekerjaan di luar sebagai Disainer serta Promotion Consultant bagi mereka yang memiliki usaha kecil & menegah. Selain itu sekarang saya juga sebagai salah satu Komisaris Terminal Tiket Depok, sebuah perusahaan patungan dengan bidang usaha jasa penjualan tiket pesawat, reservasi hotel, traveling, Haji & Umroh. Mungkin orang mengatakan hal ke dua di atas adalah bisnis/usaha sampingan saya. Tapi bagi saya tidak, semua quadran tersebut saya kerjakan dengan serius karena menyangkut dengan kepercayaan orang lain terhadap saya. Dan semuanya adalah urusan "menjemput rejeki" yang memang kewajiban & tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga.
Awal mula saya menganbil langkah multy Kuadran adalah karena temen-teman & kolega/kenalan saya sering minta bantuan untuk dibuatkan disain logo perusahaan, brosur, poster atau banner dari usaha/bisnis mereka. Bahkan kadang mereka juga minta dibuatkan strategi promosi kecil-kecilan untuk bisnis mereka. Makin lama pekerjaan makin banyak & kadang mereka malah minta bantuan juga untuk bidang yang diluar kemampuan/jangkauan saya, maka saya membentuk tim kecil yang membantu saya bila menyangkut pekerjaan Percetakan, Fotografi, Video editing dll. Jadi terus terang saya menggunakan pihak ke-tiga untuk pekerjaan diluar Disain Grafis & Disain Website.
Sekarang saya sedang merencanakan lagi untuk membuka usaha baru yaitu restoran/rumah makan yang mungkin akan dipegang langsung oleh istri saya. Saat ini saya sedang melakukan survei kecil-kecilan ke beberapa rumah makan yang enak & khas. Supaya saya bisa merasakan & mendalami kenapa usaha itu bisa berhasil.
Kedepannya Insya Allah saya akan lepas jabatan saya sebagai karyawan dan menekuni dunia bisnis & investasi. Tentunya kalau dari Quadran yang lain sudah bisa berhasil baik dan tentunya memiliki pasive income yang besar.

Doakan semoga lekas terwujud.