Tuesday, March 20, 2007

JENIS-JENIS DAN SIFAT PROMOSI

Seorang teman saya di Amerika ingin juga sharring mengenai masalah Promosi sebagai bahan diskusi di bloger ini. Namanya Arif Mustofa, S2 di program Wijawiyata Prasetya Mulya – Jakarta.
Ada sedikit editing supaya tulisannya bisa lebih enak dibaca. Berikut tulisannya :

Promosi itu didunia marketing ada dua hal dilihat dari Media yang digunakan, yaitu :
1. Above the Line (ATL) iklan TV, Radio, Koran, BIllboard atau
2. Below The Line (BTL) pameran, event, dsb.

Kalau dilihat goal atau target dari promosi itu secara singkat bisa dikelompokan menjadi :

1. Product awareness (Kesadaran) : artinya disini iklan yg dibuat hanya sebatas membuka otak kognitif kita akan ada suatu produk baru. Sehingga otak kita dirangsang utk menerka-nerka produk apa sekiranya yang akan keluar. Biasanya produk ini hanya berupa "At a Glance" atau sekilas tidak ada nama produk tapi hanya coorporate brand name (spt BMW, Sampoerna, Nokia,dsb), tidak ada description tentang produk tadi, dan hanya sebuah informasi kulit, seperti "Nantikan tanggal ...., Lihat jam..., atau ada apa di hari..., dsb" Karena itu intensitasnya pun hanya sesaat dan tidak mengambil slot panjang dalam tayangan iklan tv. Iklan seperti ini sering juga disebut “Teaser”.

2. Product promotion (promosi) : biasanya pada kondisi ini bentuknya adalah mempromosikan jenis produk baru yang ditawarkan ke konsumen. Contohnya adalah iklan-iklan Koran, radio atau TV yang menyebutkan langsung jenis atau nama produk yang dijual, merek dan kelebihannya. Iklan ini merupakan iklan umum yang paling sering dilihat sehari-hari.

3. Recall/Reminding (Pengingat) : promosi disini di targetkan terhadap produk yang sudah keluar di pasaran dalam kurun beberapa waktu yg lalu. Jadi awareness konsumen disadarkan kembali (diingatkan kembali) terhadap produk yang kita jual. Jenis ini bisa menggunakan pola media yg sudah kita pake pada point 2. Jadi penekanannya hanya mengingatkan atas produk kita di pasaran. Iklan jenis ini banyak digunakan oleh merek yang sudah besar seperti Coca-cola, Mc. Donald, Sprite, Bodrex, dll.

4. Penetrate (memperdalam) : promosi ini yang biasanya digunakan para produsen untuk merubah pola konsumsi konsumennya. Maksudnya begini, sebagai contoh iklan pasta gigi. Merek apa saja, tapi Pepsodent contoh gampang. Menurut dokter gigi penggunaan pasta gigi itu sebenarnya cukup hanya seujung sikat gigi-nya saja (sekitar 1 Cm). Namun pesan yg diberikan oleh Pepsodent adalah memberikan contoh dengan mengoleskan pasta giginya sepenuh sikat giginya. Secara tidak langsung otak kognitif kita disadarkan bahwa setiap membersihkan gigi berarti harus menggunakan pasta giginya sepenuh sikat giginya, artinya produsen merangsang konsumen untuk menggunakan sebanyak-banyaknya. Walaupun dari manfaat yg dilihat tidak ada bedanya pakai sedikit atau banyak. Hal seperti ini juga dipakai oleh produsen Shampoo Rambut yang menganjurkan pemakaian setiap hari. Pesan yang Mereka pakai adalah “Aman digunakan setiap hari….”. Jadi fungsinya adalah agar konsumen lebih banyak dan sering menggunakan produk tersebut.


Arif Mustofa
Washington DC.

2 comments:

matahari said...

Saya dokter gigi fresh graduate akan merintis karir di RS swasta X di kota kecil di jateng. Kesadaran masyarakat di sini msh rengah,sy orang baru, dan meskipun RS ini sudah lama berdiri,poli gigi belum pernah ada.Jd sy harus bekerja keras sepertinya.Sy ingin melakukan promosi yang tidak menyalahi aturan kode etik kedokteran gigi.Adakah saran untuk saya?Beserta dasar yg bs sy pegang agar saya mempunyai kekuatan jika organisasi profesi sy komplain atas promosi sy.thanks bgt

mohammad said...

mas boleh tau sumber pustaka dari artikelnya? makasih..