Friday, June 22, 2007

MEMBUAT BROSUR 3 :

BAGAIMANA AGAR BROSUR BISA MENCIPTAKAN KEINGINAN UNTUK MEMBELI ?

Setelah Konsumen membaca Subjudul dan minatnya mulai timbul terhadap produk kita, maka rasa penasaran konsumen tersebut harus bisa terpuaskan saat mereka membaca lebih detail uraian (Body Copy) pada brosur kita.

Agar brosur kita bisa menciptakan Keinginan (Desire) konsumen, maka Layout keseluruhan harus mampu mengilustrasikan atau menggambarkan keunggulan produk kita dengan baik. Buatlah uraian-uraian (copy) yang menerangkan dengan lebih detail keistimewaan produk yang dijual. Gambar-gambar yang ada di dalam brosur juga harus secara gamblang meng-expose nilai jual / selling point dari produk tersebut. Terangkanlah kepada konsumen bahwa produk kita akan membuat hidup mereka lebih baik. Dan bila perlu terangkan juga bahwa setelah membeli produk tersebut mereka tidak perlu takut dengan layanan purna jual. Bila produk Anda memiliki garansi, maka informasikan juga kepada konsumen melalui brosur tersebut. Cantumkan diskon istimewa yang bisa Anda berikan kepada konsumen.

Pada produk-produk tertentu seperti elektronik atau otomitif, sebaiknya masukkanlah gambar/foto (icon) bagian-bagian dari produk yang memiliki keunggulan fungsi. Bila kita mengambil contoh produk mobil yang akan dijual, maka tampilkan foto-foto seperti; Lampu depan yang futuristik, tempat duduk yang nyaman, Interior yang mewah, dashboard yang bagus atau mesin yang tangguh dan efisien. Berilah keterangan yang berhubungan dengan gambar/foto/icon yang ditampilkan.

MEMBUAT BROSUR 2 :

BAGAIMANA MEMBUAT BROSUR AGAR BISA MENDORONG MINAT KONSUMEN ?

Setelah kita menentukan cara apa saja yang akan kita gunakan untuk menimbulkan kesan pertama yang menggoda pikiran dan hati konsumen, maka kita akan masuk kedalam tahapan berikutnya yaitu bagaimana agar brosur mampu mendorong minat (interest) konsumen terhadap produk Kita.

Buatlah Subjudul yang menjelaskan secara singkat maksud dari judul utama. Subjudul ini biasanya berupa kalimat pendek yang berisi ilustrasi singkat yang mampu membuat orang ingin melihat lebih lanjut. Jadi kalau Judul Utama biasanya hanya menggunakan sepatah dua patah kata, maka Subjudul biasanya adalah sebuah kalimat yang memiliki arti memperkuat dan mempertegas kesan dari judul utama. Kalimatnya harus mampu memancing benak pembacanya untuk mau melihat/membaca lebih detail lagi kedalam isi brosur tersebut.

Perlu diperhatikan juga lokasi Subjudul tersebut di dalam layout disain agar jangan terlalu jauh dari judul utamanya. Agar tidak kacau antara Judul Utama dengan Subjudul, maka ukuran hurufnya harus dibedakan. Jangan membuat ukuran huruf pada subjudul lebih besar dari Judul utamanya. Jadi Judul Utama harus tetap dominan.

Contoh Subjudul yang bisa mendorong minat (interest) konsumen adalah sebagai berikut; Bila Judul Utamanya ”CUCI GUDANG.... !!!” maka pada Subjudulnya kita bisa menambahkan kalimat ”Dapatkan produk menarik & berkualitas dengan harga yang murah.”

Contoh lainya adalah bila Judul Utamanya ”PROBLEM KEGEMUKAN?” maka subjudul supaya bisa lebih mendorong minat konsumen kita gunakan kalimat seperti ini; ”Atasi dengan metode yang terbaru dari Kami. Bebas dari rasa sakit & tanpa operasi.”

Dengan contoh kalimat-kalimat singkat di atas tentu konsumen akan lebih penasaran untuk ingin tahu lebih banyak mengenai keunggulan produk kita atau program penjualan apa yang sebenarnya ditawarkan.

Wednesday, June 6, 2007

Berkunjung Ke Ruman Om Bob Sadino


Pada suatu kesempatan yang cukup berkesan, saya berkunjung ke rumah om BOB SADINO. Salah seorang pengusaha Indonesia yang sukses. Di dalam benak, saya mengingatkan diri sendiri bahwa harus menjaga sikap yang baik & sopan karena mungkin kami hanya diberi waktu sedikit saja untuk bisa berbincang dengannya.

Pagi itu di rumahnya yang sangat luas di bilangan Jakarta Selatan kami diterima Om Bob dengan penuh keakraban. Ternyata jauh dari prasangka kami sebelumnya yang berasumsi akan sulit sekali menemui beliau. Sesampai di rumah Beliau, terlihat wajahnya begitu ceria dan ramah menyapa kami semua. Dalam waktu sekejap saja maka ketegangan kami untuk menghadap sang konlomerat itu lumer sudah. Kebetulan saya berkunjung bersama seorang wartawan dari Indopos untuk mewawancarainya mengenai kehidupan dan aktifitas Beliau sekarang. Wawancara berlangsung di salah satu sudut rumahnya yang besar & asri. Ada lapangan rumput luas tempat Beliau berkuda dengan kuda kesayangannya. Ada kebun Terong Jepang yang berwarna Ungu-Hitam & besar-besar. Beberapa mobil mewah juga parkir di halaman rumahnya.

Keseharian om Bob itu memang tidak berbeda dengan imej yang selama ini melekat pada dirinya, yaitu santai, cuek, apa adanya, sederhana & ceplas-ceplos. Dia menjawab semua pertanyaan wartawan dengan penuh filosofi dan sedikit nyeleneh yang membuat kami menjadi sedikit berfikir karena agak sulit mengerti maknanya.

Saat wartawan menanyakan “Bagaimana sih supaya Kita bisa sukses seperti Om Bob?”
Konglomerat nyeleneh itu dengan cuek menjawab “Begini….Besok pagi kalian telpon Saya dan bilang bahwa mulai hari ini kalian keluar dari kerjaan/kantor dan menjadi ORANG BEBAS…!!!. Dan itu harus diucapkan dengan jujur, tidak boleh bohongan. Jadi benar-benar harus keluar dari kerjaan.!!!” Kontan saja kami berdua jadi saling berpandangan. “Mana mungkin Om Bob? Kami tidak berani senekat itu! Setelah benar-benar keluar secara tiba-tiba terus kami mau ngerjain apa dan dapat uang dari mana?”

Dengan senyum Om Bob menjawab “Nah disitulah rahasianya…..!!!! Orang-orang yang berhasil adalah mereka yang berani mengambil resiko seburuk apapun. Dan itulah yang saya jalani.” Lalu Beliau berkisah tentang masa lalu dan perjuangannya.

Dulu Beliau adalah karyawan yang cukup sukses karirnya di sebuah perusahaan besar di Jakarta. Jabatannya cukup tinggi dan didukung pula oleh fasilitas kantor/tunjangan jabatan yang lengkap. Sebagai seorang karyawan, hati beliau selalu resah karena setinggi apapun jabatannya tetap saja dia menjadi ORANG SURUHAN alias selalu harus menuruti tugas atasan/kantornya. Dalam hati Dia ingin menjadi orang yang BEBAS.

Karena keinginan menjadi ORANG BEBAS tersebut makin lama makin kuat maka pada suatu ketika Diapun keluar dari pekerjaan & jabatan nyamannya. Orang-orang di kantor dan seluruh keluarganyapun kaget bukan kepalang. Semua menyayangkan keputusan Om Bob yang tiba-tiba tersebut.
Tanpa memperdulikan cemoohan orang disekitarnya, Diapun maju terus dengan dukungan kuat dari isterinya tercinta. Hanya isterinyalah yang saat itu mendukung 100% keputusan Om Bob. Karena keluar kerjanya memang secara tiba-tiba, maka tentunya Beliau jadi tak punya kerjaan alias Jobless. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya maka dia mulai mengerjakan apa saja yang penting halal & menghasilkan uang. Dari mulai jadi supir Taxi, tukang bangunan dan sebagainya dijalani dengan penuh keyakinan. Ekonominya mulai membaik saat Beliau mulai berjualan telur ayam negeri/boiler dari pintu ke pintu. Pada jaman itu telur ayam negeri belum popular seperti sekarang. Usahanya makin maju saat usaha ayam boilernya mulai diterima masyarakat.

Sekarang beliau terkenal sebagai pengusaha & pemilik KEMCIK serta beberapa unit bisnis lainnya seperti perkebunan, pabrik roti dll. Ada banyak “bekal” yang bisa kami bawa pulang dari kunjungan ke rumah Beliau. Terima kasih banyak ya Om Bob….. Benar kata Om Bob, terong Jepangnya enak kalo dibakar.