Saturday, December 4, 2010

Baru 3 bulan buka usaha, apa yang musti dilakukan

TANYA :
kepada yth, Mas Purwanto.
mo tanya sedikit nih mas. sayakan baru mulai buka usaha advertising meliputi pemb uatan neon box, bilboard, dan lain lainya. usaha baru berjalan sekitar 3 bulanan.satu hal gimana sih cara promosi untuk mencari order yg paling efektif, saya sudah sebar brosur dan berusaha menjalin hubungan kerja. tapi sampai saat ini memang belum terlihat hasil yg maximal.ya tetep usaha berjalan mengalir. cuma barangkali ada sharing dan masukan buat saya.
terima kasih banyak maaf jika kurang berkenan
salam hormat.

Indra R. A.

Jawab:

Yth Bp. Indra
Saya juga pernah mengalami Apa yang bapak rasakan saat ini. Sudah buka usaha...sebar bosur sana-sini, loby sana-sini, prospek sana-sini.... tapi setelah beberapa bulan ordernya tidak datang juga....

Jangan takut Pak... saya rasa ini dialami oleh sebagian besar orang yang memulai usaha... Apa lagi bapak baru buka usahanya 3 bulan lalu...
Kuncinya cuma... TERUS BERUSAHA & SABAR... Tidak ada yang instant, semua pasti memalui proses...

Langkah awal bapak yang harus di genjot adalah "memperkenalkan" usaha bapak ke pada sebanyak mungkin orang yang bapak temui. perbanyaklah
bertemu & silaturahmi dengan orang yang anda kenal maupun orang baru yang anda temui setiap hari. Ceritakan & perkenalkan kepada mereka mengenai usaha bapak. Berikan kartu nama kepada mereka. Bila perlu ikuti organisasi-organisasi yang bapak merasa nyaman di dalamnya. karena organisasi adalah tempat berkumpulnya orang-orang.

Cara lain yang sedang TREND saat ini dan sangat efektif adalah membuat Blog/website. Buatlah juga account di Facebook atau Tweeter. ikuti milis-milis yang sangat banyak di dunia maya. Cantumkan nama usaha bapak & alamat/no telp. di dalam setiap e-mail yang bapak buat ke orang lain.

Pokoknya jangan pernah berhenti untuk "memperkenalkan".

Singkat kata..... teruslah menanam....maka akan ada saatnya untuk menuai apa yang telah kita tamam. Saya rasa hal-hal tersebut diatas cukup untuk bisa membuat orang lain bisa ATTENTION terhadap usaha bapak.

Semoga sukses dalam usaha & kehidupan. Purwanto

Monday, July 12, 2010

Usaha Pembuatan Tas Khusus Untuk Motor



TANYA:
Hi Pak Purwanto,
Saya baru ketemu blog bapak nih.. menarik sekali membacanya.. kebetulan nama bapak sama dengan nama suami saya.
Dan saya punya permasalahan dengan usaha suami saya. Suami saya punya usaha pembuatan tas khusus untuk motor. Saya lampirkan beberapa gambarnya.
Menurut saya sebenarnya produknya sangat bagus, unik, inovatif, dari sisi kualitas juga sangat baik, bahannya impor. Tapi penjualannya slow nih. Sudah beberapa bentuk promosi yang kami lakukan, ikut bazar otobursa di senayan, buat web http://kreatorz2010.blogspot.com; ikut bazar ultah motor2, sebarin brosur di bazar, sebarin produk di milis2 yg saya ikutin, beberapa kali produk kami pernah diulas di majalah/tabloid motor. Promosi bentuk apa yang masih harus saya lakukan ya pak? Ini mendesak nih pak, karena berhubungan dengan isi perut para pegawai..
Terima kasih sebelumnya pak.
Lucia

JAWAB:
Halo Bu Lucia,
Terima kasih telah mengunjungi Blog Saya.
Setelah saya melihat-lihat produk yang suami anda produksi, saya melihat bahwa produk tersebut termasuk kategori untuk para Hobies atau Safety Rider. Pasar yang dituju adalah para penggila sepeda motor, utamanya yang suka Touring. Atau mereka yang memang dalam tugasnya memerlukan sekali keselamatan berkendara. Karena kalau hanya pemakai motor sehari-hari saja tentu akan ”ogah” merogoh koceknya lebih dalam untuk menggunakan produk tersebut. Untuk pengendara motor harian (pengendara motor pada umumnya) akan lebih suka yang praktis. Jadi memang akan sulit untuk menembus pasar umum pengendara motor. Tapi bukan tidak mungkin produk suami ibu bisa diserap pasar. Saya rasa ibu & suami hanya perlu focus saja pada ”ceruk-ceruk pasar yang sempit”.
Dalam melakukan promosi juga jangan ”asal exsis”. Jangan terlalu ”Jor-joran” atau berlebihan. Sayangkan budgetnya jadi terbuang percuma? Mendingan anggarannya digunakan untuk hal yang lain. Menurut pengalaman saya kalau produknya sangat spesifik seperti produk yang suami ibu punya, harusnya lebih banyak melakukan penetrasi langsung ke pasar yang dituju. Jangan terlalu banyak mengalokasikan dana di Promosi.!
Titipkan sampel-sampel produk tersebut di toko-toko asesories/hobies motor yang sangat banyak sekali di Jakarta ini. Berikan margin keuntungan yang lumanyan kepada pemilik tokonya. Jadi daripada budgetnya habis untuk promosi yang tidak karuan, mendingan uangnya untuk komisi penjualan saja. Pemilik toko biasanya akan merasa senang kalau dititipi barang dagangan dengan bagi hasil yang baik. Dengan cara tersebut tentu produk ibu seperti selalu mengikuti pameran asesories otomotif setiap saat tapi tidak perlu bayar sewa stand yang mahal.
Jangan lupa juga untuk melakukan kerjasama dengan Dealer-dealer Sepeda motor yang kelihatannya sangat ramai pelanggannya. Setahu saya setiap orang yang membeli sepeda motor baru akan mendapat paket tambahan berupa Jaket & helm standar, bahkan beberapa dealer malah menambahi dengan jas hujan atau sarung tangan. Coba jajaki kemungkinan joint promosi dengan merubah paket tersebut. Tawarkan kepada pembeli motor baru dengan cukup menambah uang muka Rp. 100.000,- misalnya, maka paket tersebut akan berubah menjadi paket ”ISTIMEWA” berupa jaket atau tas ”EXCLUSIVE” produksi suami ibu.
Masuklah juga ke kelompok pengendara motor Besar. Kelompok ini biasanya tidak sensitive terhadap Harga. Kalau menurut mereka produk Anda bagus, Gaya , nyaman & aman untuk berkendara, maka mereka akan membayarnya meskipun mahal. Buatlah Disain Seragam Khusus/spesial untuk mereka yang tidak dijual di pasar lainya (Tailor Made), karena biasanya mereka tidak mau disamakan dengan klub motor lainnya.
Jadi supaya Survive, mulai sekarang perbanyaklah ber-gerilya. Masuk langsung ke target-target pasar, perbanyak kerja sama dengan para pedagan/toko yang berhubungan dengan produk tersebut. Karena saya rasa mereka lebih ”Jago Jualan” di banding kita. Serahkan kepada ahlinya jualan. Berikan mereka keuntungan yang baik. Jadi kita sama-sama untung. Yang perlu dilanjutkan adalah produksi brosurnya. Kalau aktifitas promosi yang lainnya nunngu sampai budgetnya melimpah dulu.
Oke .... Semoga Sukses.
PURWANTO

Sunday, May 2, 2010

SEKALI LAGI : "PAJAK REKLAME"


Sejak saya mengulas tentang pajak Reklame baik itu Billboard, spanduk, umbul-umbul, video wall dll; Ada banyak sekali pertanyaan yang masuk ke e-mail saya atau bertanya via sms. Nah... untuk mengetahui lebih detail lagi tentang peraturan mengenai pajak reklame tersebut, maka saya buatkan link resminya yah....
Untuk wilayah Jakarta, kunjungi website berikut http://dipenda.jakarta.go.id/modules/perundangan/item.php?itemid=7
Untuk wilayah lain di Indonesia sabar ya... lain waktu saya coba ulas lagi.

Wednesday, April 7, 2010

STUDI KASUS BISNIS DI RUKO

Pengunjung Blog yang saya hormati... Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena berbagai kesibukan, cukup lama juga saya tidak sempat menerbitkan tulisan lagi. Nah...mumpung lagi sempat, berikut saya kutip tulisan sahabat saya di websitenya www.obingmitra.com yang kebetulan materinya sejalan dengan tema blog yang saya bina ini, yaitu tentang dunia "Promosi". Semoga bermanfaat .........

Coba kita pelajari Study Kasus berikut ini:
Beberapa pemula usaha yang berlokasi di komplek ruko berpendapat, “ kita coba segini dulu nanti kalau sudah kelihatan ramai baru kita lengkapi “. Yang dimaksud segini dulu misalnya berbisnis restorant di unit ruko. Interior sudah, gedung sudah, tapi tidak dibuatkan papan merk ( billboard ) di depan toko atau di pole pinggir jalan raya utama karena alasan takut kena pajak, tidak diberi lampu penerangan yang cukup di parkiran karena alasan nanti bayar listrik mahal, dsb.

Sekarang kita perjelas dulu, kita usaha untuk mencari omzet atau untuk menghemat biaya? Jika untuk mencari omzet kenapa di saat pertama bisnis kita harus langsung menekan biaya? Jika kita ingin mendapatkan pelanggan, maka kita harus berpikir seperti seorang calon pelanggan. Bagaimana jika calon pelanggan mendapatkan brochure restorant Anda tapi susah mencari lokasi restorant Anda karena tidak ada papan nama atau petunjuk arah yang jelas. Sedangkan resto resto lain yang letaknya di pinggir jalan raya utama saja memasang papan merk dengan jelas, tapi resto Anda yang letaknya di dalam komplek ruko bagian belakang tidak punya papan nama dan papan petunjuk arah. Bagaimana Anda pikir bahwa orang akan memutuskan untuk datang ke restorant Anda jika mereka tidak tahu restorant Anda ada dimana ? Sedangkan banyak pilihan restorant lain yang jelas papan namanya dan rukonya bisa terlihat langsung jelas dari pinggir jalan raya utama.

Bagaimana jika Anda betul betul putuskan, lebih baik bertahan tidak pasang Billboard dan mencoba menyebar brochure saja. Beberapa mobil dan pengunjung mungkin akan datang ke lokasi komplek ruko Anda berada, tapi begitu masuk area parkir dan selintas di deretan ruko terdepan tidak terlihat merk resto Anda , apalagi secara sepintas di area belakang deretan ruko terdepan tampak gelap di belakang karena area parkir ruko deretan belakang tidak ada lampu penerangan parkir yang cukup terang, akhirnya mereka jadi ragu dan sekian detik kemudian langsung ambil keputusan untuk keluar dari komplek ruko tersebut. Mungkin mereka pikir salah lokasi atau kalaupun ada mereka merasa akan payah untuk putar putar cari resto yang dimaksud tapi belum tentu ada di komplek ruko tersebut. Apakah Anda pahami jika sehari saja ada 5 calon pengunjung yang mengalami dan melakukan hal tersebut, gagal datang ke resto Anda, jika dikalikan 30 hari maka dalam sebulan resto Anda kehilangan 150 tamu yang bisa memberikan restorant Anda omzet. Karena Anda lebih baik menghemat cost, akhirnya Anda tidak mendapatkan Omzet yang seharusnya pantas Anda dapatkan.

Semakin lama Anda bertahan dengan keputusan itu, semakin banyak Anda akan kehilangan calon tamu. Lalu kapan Anda mulai dapat omzet yang cukup untuk membiayai operasional, membayar gaji karyawan atau membuat promo tools lainnya. Jangankan mendapat keuntungan, bahkan setiap bulannya Anda harus keluar uang dari kantung sendiri untuk membayar kewajiban yang tidak bisa ditutupi dari omzet restorant. Anda mau bertahan terus seperti ini? Niat menghemat malah bisa jadi berakibat bangkrut.

Seandainya saja dari awal usaha Anda menjalankan semua aspek bisnis dengan optimal, seperti Identitas merk yang jelas, keberadaan resto yang mudah dicari, interior yang nyaman, fasilitas yang menyenangkan, mutu menu yang baik, organisasi dan karyawan yang handal, marketing yang efektif, maka dari bulan pertama pasti Anda sudah dapat pelanggan yang cukup dan memberikan kontribusi omzet yang cukup juga sebagai permulaan bisnis yang berprospek cerah. Memang akan keluar lebih banyak investasi di awal, tapi memang itukah aspek aspek minimum yang harus dipenuhi dalam membangun bisnis restorant misalnya di dalam komplek ruko. Jika semua aspek minimum sudah dipenuhi, maka jaminan bisnis akan berjalan lancar lebih besar dan bisa efektif sejak bulan pertama berbisnis. Demikian study kasus. SEMANGAT SUKSES. (Mirza)