Friday, July 31, 2009

MASALAH PROPOSAL PENAWARAN

Para pengunjung blog yang saya hormati…..
Ada banyak sekali pertanyaan yang masuk baik lewat e-mail, sms maupun di box komentar yang menanyakan tentang bagaimana membuat proposal atau surat penawaran. Bahkan banyak juga yang minta dikirimkan contoh-contohnya. Mohon maaf sekali saya tidak dapat menjawabnya satu per satu karena keterbatasan waktu yang saya miliki. Saya akan jawab saja sekaligus secara Umum lewat blog ini.

Berikut ini adalah kutipan beberapa e-mail yang masuk sebagai sekedar gambaran bagi yang lainnya mengenai permasalahan yang mereka hadapi yang mungkin sama dengan masalah dari rekan-rekan sekalian;

PERTANYAAN:
“Pak pur kami baru mendirikan usaha jasa provider outbound training dan wargame (mulai bulan januari kemarin). sampai saat ini perkembangan masih jauh dari target karena kurangnya promosi. kami ingin masukan apa yang harus kami lakukan dan kalau ada contoh proposal penawaran kepada perusahaan atau instansi tolong kami di kirimi.mohon maaf kalo merepotkan....terimakasih banyak pak
Bhekti Slamet”


“salam,usaha yang saat ini saya sedang jalani adalah bisnis strawberry, selama ini saya hanya mensupply barang untuk pedagang2 tradisional (hampir 7 bulan), saya merasa sepertinya usaha ini sudah sampai pada titik jenuh, perlu ada inovasi atau pengembangan.yang terpikir oleh saya saat ini adalah bisa mensuplai barang ke super market, hotel & restoran atau industri, namun saya tidak tahu apa dan bagaimana caranya!ketika saya coba tanya teman saya, katanya pakai proposal penawaran, itu tambah bingung saya lagi, saya tdk tahu bagaimana membuat proposal penawaran, oleh karena itu mohon Bapak Purwanto bisa memberi masukan dan dapat memberi contoh proposal penawaranThanx before
donny ferdinald”

“Yth. Bapak Purwanto,Saya membaca website anda dan saya tertarik dengan website tersebut. Saya ingin bertanya tentang contoh proposal penawaran barang. Saya baru memulai usaha berwiraswasta membuat kerajinan dari triplek. Saya ingin menawarkan barang saya ke supermarket - supermarket sebagai sovenir tetapi saya tidak tahu bagaimana cara memulainya.Besar harapan saya agar Bapak bersedia membalas email saya ini. Atas perhatian dan bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.Hormat saya,Yanti”


JAWAB:
Sebenarnya konsep utama dari proposal/surat penawaran adalah sebagai berikut :
1. Memperkenalkan diri tentang perusahaan Kita & bidang usahanya secara singkat.
2. Memperkenalkan Program, Produk-produk atau Bidang Jasa yang dihasilkan perusahaan kita
3. Memberikan Program Spesial, harga yang kompetitif, diskon khusus atau penawaran paket istimewa.
4. Nama orang yang bisa dihubungi beserta no. telpon & alamatnya bila ada yang ingin mengetahui produk kita lebih dalam (contact person).

Ke-4 point tersebut bisa kita uraikan cukup dengan satu atau dua halaman saja (berupa surat proposal penawaran) atau bisa juga diuraikan dalam bentuk Proposal lengkap yang menggunakan banyak halaman utuk dipresentasikan secara lengkap. Terserah Anda ingin menggunakan yang mana. Disesuaikan saja dengan kondisi

Pada point 1; Kita memberikan gambaran singkat mengenai perusahaan atau organisasi yang kita miliki. Kalau mau lengkap lampirkan juga foto-foto mengenai kantor, gedung, toko, bengkel kerja, gudang atau kios milik kita. Istilah kerennya mungkin bisa disebut Company Profile. Kenapa saya minta untuk melampirkan foto-foto? Karena biasanya orang akan malas untuk membaca proposal yang terlalu banyak tulisan. Ilustrasi berupa gambar atau foto biasanya lebih eye catching (menarik perhatian) sehingga proposal kita tidak cepat dibuang oleh si pembaca. Sertakan juga daftar perusahaan yang pernah/masih menggunakan produk/jasa perusahaan kita. Hal ini untuk memberikan gambaran mengenai tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk/jasa yang kita miliki. Kalau ada nama-nama perusahaan besar atau orang terkenal yang memakai produk/jasa kita, maka berikan urutan teratas dalam daftar tersebut. Karena biasanya mereka memiliki faktor Reverensi yang sangat kuat.

Point 2; Uraikan produk-produk atau bidang jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sekali lagi jangan lupa berikan foto-foto atau gambar agar orang bisa mengetahui bagaimana bentuk, ukuran, warna dan suasananya. Foto-foto produk/jasa ini merupakan daya tarik utama dari sebuah proposal. Kalau produknya berupa makanan, lampirkan foto hidangan yang menggugah selera. Dalam kasus pak Donny di atas, akan sangat menarik bila terdapat foto strawbery yang berwarna merah segar, berbentuk sempurna dengan tetesan embun yang masih menempel di bagian kulitnya dan berlatar belakang perkebunan yang berkabut dipagi hari. Kalau dalam kasus pak Bhekti karena produknya berupa jasa, maka ilustrasikan foto-foto yang menggambarkan suasana Game sedang berlangsung seolah-olah dalam rimba peperangan atau suasana outbound yang membuat orang akan menjadi refresh/segar kembali di alam bebas. Dalam hal ini mungkin kita membutuhkan jasa fotografer profesional untuk menghasilkan ilustrasi yang kuat. Tapi kalau dana minim ya... gunakan saja kamera digital beresolusi tinggi dan perbanyaklah foto-foto lalu pilih yang bagus. Berikan uraian mengenai spesifikasi produk yang kita tawarkan. Tonjolkanlah kelebihan-kelebihan produk kita, bila perlu bandingkan juga dangan produk sejenis lainnya. Cara ini sekarang banyak dipakai oleh provider selular dengan perbandingan harga “Termurah” dalam setiap brosur mereka.

Point 3; Tentunya Anda memiliki program penjualan/marketing yang harus disampaikan kepada khalayak umum sehingga orang memiliki alasan yang kuat untuk membeli produk/jasa tersebut. Istilah kerennya Selling Point. Semua hal yang akan memberikan benefit/keuntungan bagi konsumen harus Anda cantumkan disini. Misalnya diskon istimewa, beli satu dapat seribu, bonus pembelian, paket spesial, undian berhadiah, edisi terbatas dll.

Point 4; Sebagai penutup tentu Anda tidak ingin menyia-nyiakan orang yang tertarik dengan produk Anda bukan? Oleh sebab itu cantumkan Contact Person atau orang bisa dihubungi bila ada yang tertarik ingin membeli. Bila perlu sertakan juga outlet-outlet penjualan yang kita miliki, sehingga orang akan mudah mengunjungi lokasi mana yang terdekat untuk mendapatkan produk/jasa tersebut. Alamat harus jelas dan disertai no. telepon yang bisa dihubungi.

Naaaahhh..... tulisan diatas kan cuma teori diatas kertas... dan karena banyak e-mail/sms yang minta dikirimkan contoh-contoh proposal maka akan saya lampirkan beberapa contoh saja di blog ini. Mudah-mudahan bisa di-download dari manapun Anda berada. Mohon maaf sekali saya tidak bisa mengirimkan kepada para penanya satu per satu. Dan karena konsultasi di blog ini diberikan secara gratis untuk alasan dan semangat sosial yaitu penyebaran pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan terutama pengusaha mikro kecil & menengah, maka saya juga mohon izin secara terbuka kepada para pemilik proposal tersebut untuk saya publikasikan. Kalau memang ada pihak yang keberatan dengan dipublikasikannya materi tersebut saya mohon maaf dan mohon disampaikan kepada saya secara pribadi via e-mail untuk kemudian akan saya tarik kembali materinya.
Untuk para pengunjung blog DILARANG mengutip atau menggunakan ide/materi yang ada pada contoh tersebut untuk kepentingan pribadi dalam bentuk apapun tanpa seizin Saya atau pemilik proposal yang bersangkutan. Hormatilah hasil karya orang lain. Dan akan lebih baik jika menggunakan gaya atau ide anda yang orisinal untuk membuat proposal penawaran.

Semoga bermanfaat untuk semuanya.....
Purwanto.

Monday, January 12, 2009

STRATEGI PROMOSI DI DUNIA OTOMOTIF

TANYA:

Sangat MENARIK sekali seorang seperti anda mau berbagi ilmu promosi di blog yg anda punya.

Mas Pur saya dida, anak baru hehehe d periklanan, saya membacaartikel anda dan anda sekarang membantu salah satu perusahaan automotif dalam melakukan kampanye promosinya.

dan sangat kebetulan sekali saya juga sekarang berada d perusahaan otomotif dan juga d design dan promosi klo boleh tau saya mau minta saran anda tentang bagaimana cara melakukan strategi promosi yang efektif. karena saya baru mulai d perusahaan ini.


terimakasih

didAsambada


JAWAB:

Salam kenal juga….
Waaahhh… pertanyaan Dida terlalu general jadi mohon maaf kalau nanti jawabannya juga kurang detail.

Di dunia otomotif dikenal adanya beberapa tingkatan perusahaan yang umum disebut Channel, Dealer khusus penjualan, Dealer penjualan-servis-suku cadang, Main Dealer, Spesial Dealer, atau Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Saya tidak tahu Dida ada di posisi mana dalam perusahaan yang sekarang. Dan masing-masing tingkatan perusahaan tersebut tentu memiliki Garis Besar Strategi Promosi yang berlainan.

Saya akan coba jelaskan secara garis besar yaaahhh…

Kalau Dida sekarang berada di posisi ATPM, maka Garis Besar strategi promosinya harus bersifat “Nation wide” atau menjangkau ke seluruh pelosok nusantara. Program-program promosinya juga harus bersifat Nasional dan berlaku di seluruh nusantara. Sebagai pemegang tunggal merek tertentu, Anda harus menjaga “Brand Image” dari merek tersebut dengan baik. Seluruh kegiatan & program yang Anda buat harus benar-benar untuk mendongkrak Image atau nama baik Merek yang bersangkutan. Bahkan mungkin saking terkenalnya merek Anda sampai-sampai nama perusahaan ATPM-nya malah mungkin tidak begitu dikenal di masyatakat. Contohnya (saya ambil yang diluar otomotif ya supaya adil) adalah COCA COLA, anda sendiri mungkin tidak tahu nama perusahaan yang memproduksi minuman tersebut. Jadi konsentarasinya adalah pengembangan Merek (Brand Image Building) dan tentunya jangan lupa promosi produk-produk yang dikeluarkan. Media yang digunakan juga yang coverage-nya harus nasional.

Kalau status Anda ada di Main Dealer yang biasanya memiliki wilayah penjualan tertentu misalnya Jawa Tengah atau Jabotabek saja, maka fokus promosi Anda harus bersifat lokal. Gunakan media-media promosi yang penyebaran informasinya hanya di wilayah Jawa Tengah saja atau Jabotabek saja. Jangan gunakan Media yang penyebarannya nasional. Sebagai Main Dealer biasanya membawahi beberapa Dealer di wilayah bersangkutan, maka jangan lupa juga untuk mengexpose jaringan Dealer penjualan yang cukup banyak agar konsumen yakin akan purna jualnya.

Kalau posisi Anda di Dealer maka yang dipromosikan cukup produk yang dijual dan Dealer yang bersangkutan saja. Aktifitas promosinya paling hanya beriklan di koran/media lokal berupa iklan hitam putih atau iklan baris, pameran di Mall-Mall, sebar brosur & kanvasing.


Jadi tergantung area penjualan yang ter-cover oleh perusahaan Dida. Sekian ya secara garis besarnya, mohon maaf kalau kurang bisa menjawab yang Anda maksud.

Purwanto

Thursday, January 8, 2009

REKLAME DI PINGGIR JALAN

TANYA:

Salam Mas purwanto,
Belum lama Saya baca artikel - Artikel yang Mas muat di blog, menurut Saya Blog ini sangat bermanfaat sekali dan memancing Saya menanyakan.

contoh nya seperti ini ;

Suatu waktu Saya keliling jakarta, Saya melihat banyak sekali Billboard atau media reklame yang berada di pinggiran jalan dan bahkan ada juga yang berada di samping trotoar (bak tanaman).

Nah yang ingin Saya tanyakan :

1. Bukankah hal semacam itu sangat mengganggu sekali terutama bagi pejalan kaki atau mengganggu lingkungan terutama penglihatan Kita?

2. Bagaimana Pemerintah Menangani hal semacam ini?

3. Sebenarnya itu lahan milik siapa? Jika milik pemda bagaimana prosesi nya, apakah lahan itu di sewa atau di beli sebagian sesuai dengan ukuran billboard nya oleh pihak advertising. Jika milik perorangan bagaimana?

4. Pihak - pihak mana saja yang terkait dalam urusan ini Reklame ini.

5. Yang Saya pernah dengar dari sumber lain, proses pengurusan pajak biasa nya rumit dan banyak yang "suka duit". Bagaiamana mengatasi hal ini.

Mungkin sekian dulu, Saya menunggu info nya, Terima kasih

Salam
David


JAWAB:

Langsung saya jawab satu per satu yah:

1. Billboard/reklame yang ada di taman atau pinggir jalan memang terkadang malah merusak keindahan lingkungan yang bersangkutan. Bahkan malah mengganggu para pejalan kaki karena pondasi strukturnya berada ditrotoar jalan. Ada dua pihak penyebab sebuah papan reklame bisa dipasang disuatu tempat, yaitu atas permintaan Pihak Sponsor atau pemilik merek dagang dan satu lagi adalah atas anjuran Advertising Agency. Ke-duanya menginginkan titik lokasi tersebut biasanya karena alasan lokasinya yang sangat strategis, banyak dilalui orang & kendaraan serta jarak pandang/view-nya bagus.

2. Sebenarnya tergantung dari pemerintah daerah setempat apakah mau menertibkan atau tidak. Memang sesekali saya membaca berita bahwa aparat yang berwenang menertibkan billboard yang dipasang sembarangan dan tidak memiliki ijin, tetapi selang beberapa lama biasanya akan muncul kembali. Saya tidak ingin bicara lebih dalam yang bersifat agak politis di sini.

3. Jika lokasi pondasi billboardnya ada di trotoar atau di taman, tentu lahan tersebut milik Pemda. Dan pihak Advertising biasanya membayar sewa lahannya kepada Pemda/Negara karena tidak diperjual belikan. Sedangkan untuk billboard yang pondasinya ada di pekarangan pribadi warga, maka pihak Advertising biasanya menyewa dari pemilik lahan tersebut. Biasanya jarang dan bahkan mungkin tidak pernah ada transaksi jual beli lahan untuk titik billboard. Karena ukuran lahan tanah untuk pondasinya tidak terlalu luas dan biasanya belum tentu titik tersebut dipakai kembali dikemudian hari, sehingga kurang menguntungkan untuk pihak Advertising Agency.

4. Pihak-pihak yang terkait dalam urusan Reklame/billboard ini adalah :

  • Pihak Sponsor, yaitu perusahaan yang beriklan
  • Advertising Agency, sebagai koordinator yang mengurus seluruh proyek.
  • Kontraktor bangunan/struktur, yang membangun struktur pondasi, tiang & papan reklamenya.
  • Pemda, untuk urusan perijinan bangunan & pajak periklanan.
  • PLN, sebagai penyedia listriknya.

5. Saya “No Coment” mengenai hal ini.


Purwanto


Monday, January 5, 2009

KAOS PROMOSI

TANYA:

Hi Pak Pur....
Saya dengan Bryan ingin menanyakan beberapa hal tentang promosi... karena saya lihat di blog bapak sudah banyak sekali orang yang terbantu dengan adanya blog yang bapak buat... dan saya ingin meminta bantuan untuk menanyakan beberapa hal.

Begini Pak, saya sendiri bergerak di bidang promosi baru-baru ini, sementara hanya fokus pada baju promosi dan akan segera merambat ke barang-barang promosi yang lainya.. Masalah yang saya hadapi sekarang ini adalah kebingungan untuk mempromosikan barang-barang promosi yang saya buat... dan yang ingin saya tantakan adalah:

1. Tahap awal apa yang harus saya lakukan untuk mempromosikan kaos promosi saya? dan bagaimana cara mempromosikanya? Sementara ini sudah dapat berjalan, tapi kemampuan saya untu memproduksi sudah bisa untuk menerima tawaran lain... tapi saya merasa kurang adanya promosi yang dilakukan untuk mendapatkan orderan...

2. Apa yang harus saya lakukan untuk tahap selanjutnya untuk dapat berkembang lebih luas lagi??

Untuk saranya saya ucapkan terima kasih...

Best Regards,

Bryan


JAWAB:
Hi pak Bryan…
Kalau kapasitas produksi bapak sudah siap untuk order yang lebih besar lagi, maka pemikiran Anda untuk berkembang sangatlah bagus. Untuk kasus bapak ini saya raya perbanyaklah menyebar surat perkenalan atau proposal penawaran ke target-target klien yang baru. Buatlah brosur atau Company Profile (Profil Perusahaan) Anda dan kirimkan ke perusahaan-perusahaan yang memang memiliki budget promosi.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa suatu perusahaan memiliki budget Promosi?
Ya tentunya Anda harus banyak-banyak cari informasi dari orang-orang yang dikenal, bisa juga dengan melihat perusahaan apa saja yang sedang beriklan di surat kabar/majalah yang sedang terbit saat itu, perusahaan apa saja yang sedang beriklan di TV atau Radio, lihat-lihat di Yellow page, lihat-lihat perusahaan yang sedang pameran di Mall-Mall atau berkenalan dengan para pemimpin organisasi di masyarakat seperti Partai, sekolah-sekolah, club olah raga, Club-club hobiis dll.

Sebarkan brosur atau profil perusahaan anda dan sesekali telphonlah mereka untuk menanyakan apakah ada kebutuhan untuk membuat kaos sponsor?

Kalau anda berencana untuk expansi ke wilayah yang lebih luas lagi, anda bisa juga membuat web-blog atau website sendiri sehingga usaha anda bisa diakses selama 24 jam penuh.

Selamat berburu klien…..

Purwanto