Thursday, December 11, 2008

MAJALAH INDIE LEBEL

TANYA :

Assalmu'alaikum
Selamat siang Pak pur…!
Saya mau bertanya dan memohon sama Bapak!
Nama Saya Dedi, Panggilan akrabnya oedy ipoenk
Saya sekarang bekerja di sebuah yayasan bimbingan belajar bagian desain grafis.
Saya menggeluti dunia desain grafis sejak lahirnya corel draw 7 di
Indonesia, saya senang sekali dengan dunia promosi, jurnalis, desain
grafis, dan percetakan. Dengan tanpa latar belakang pendidikan,
lulusan saya hanya sampai STM KIMIA di BANDUNG.
Saya sekarang berniat membuat dunia promosi, lewat majalah indie label
saya sendiri dengan isi berita dan berbagai opini masyarakat, yang
akan saya bagikan ke 17 RW di desa saya secara gratis dengan jumlah
oplag 1000 s.d. 1500 ekslempar. Berjumlah 16 halaman
Yang saya mau tanyakan ke bapak!
1.Bagaimana caranya saya mempromosikan majalah indie label saya ke
para pengiklan di sekitar desa saya?
2.Apa bila saya kehabisan artikel/materi di rubrik saya, bolehkah saya
mendownload di salah satu alamat internet /web site tertentu. dan
mencetak ulang untuk majalah indie saya dengan mereferensikan alamat
tersebut?
Sebagai contoh: Saya mengambil salah satu artikel yang berjudul " Tips
Hemat Energi Pada PC dan Laptop" ditulis oleh Iwan Nurwijayanto pada
tanggal 20 Oktober, 2008 sumber misalkan alamatnya www.obengware.com.
,
kalau boleh, Apakah saya perlu izin terlebih dahulu?
Kalau tidak, Mengapa?
Yang Saya Mau mohon sama Bapak?
Saya mohon sama bapak untuk mengizinkan dan memperbolehkan saya
mencetak ulang salahsatu artikel bapak yang berjudul "Bagaimana Cara
Membuat Brosur" edisi September 2008.

Mohon nasihat dan penjelasannya.
Atas perhatian dan terkabulnya permohonan, pertanyaan saya dengan
harapan mendapat jawaban dari bapak diucapkannya terimakasih.

Assalamu'alaikum.
Dedi (Oedyipoenk)


JAWAB:

Selamat siang juga pak Dedi, saya coba jawab kedua pertanyaan bapak ya….

1.Bagaimana caranya saya mempromosikan majalah indie label saya ke
para pengiklan di sekitar desa saya?

Karena peredaran majalah Anda bersifat lokal/komunitas, maka cara mempromosikannya jangan terlalu kencang ya...... karena akan mubazir.

Langkah pertama adalah berikan space/ruang iklan gratisan kepada pada para pengusaha lokal, toko-toko, kantor dan jenis usaha lainya yang memiliki kantor/tempat operasional di lingkungan tersebut. Bila perlu Bantu mereka untuk mendiasain/layout iklan yang akan mereka buat. Lakukan ini dalam beberapa edisi awal sesuai kemampuan kantong/budget Anda tentunya (jangan sampai tekor yah…). Tanyakan ke para pemasang iklan tersebut mengenai dampak dari iklan tersebut, apakah ada yang menelpon atau datang atau bahkan membeli karena informasi dari majalah Anda. Jangan lupa memberi batasan ukuran iklannya. Misalnya gratis beriklan dengan ukuram maksimum ¼ halaman hitam putih. Jadi kalau mereka mau beriklan dengan ukuran lebih atau berwarna, maka mereka harus membayar biaya iklannya. Berikanlah harga/diskon yg menarik karena majalah Anda memang belum terkenal. Jadi jangan sombong dulu dengan memasang tarif iklan yg tinggi.

Setelah dua atau tiga edisi tawarkan terus kepada para pemasang iklan tersebut tapi kali ini dengan biaya yang rendah, jadi sudah tidak gratis lagi. Lakukan hal yang sama kepada “calon pengiklan” yang baru.

Jadi intinya berikan “Tester” kepada calon pengiklan. Karena mereka tentu tidak ingin membuang uang mereka untuk iklan yang tidak efektif. Kalau terbukti bahwa iklan di majalah Anda efektif untuk bisnis/usaha mereka tentu mereka akan senang beriklan di majalah Anda.

Yang perlu diperhatikan sekali adalah penerbitannya harus konsisten supaya para pengiklan percaya bahwa majalah Anda bukan asal-asalan. Kalau edisinya mingguan, maka benar-benar tiap minggu harus terbit.

2.Apa bila saya kehabisan artikel/materi di rubrik saya, bolehkah saya
mendownload di salah satu alamat internet /web site tertentu. dan
mencetak ulang untuk majalah indie saya dengan mereferensikan alamat
tersebut?

Tentu saja harus minta izin dulu doooong.... Karena itu kan hasil karya orang lain. Mintalah izin secara tertulis lewat e-mail/surat kalau sulit bisa lewat telpon. Setelah mendapat izin jangan lupa untuk menyertakan alamat/website tempat Anda mendownload artikel tersebut. Tulis saja “dikutip dari: www........” atau “sumber: http://........”

Saya rasa cukup jelas yaaah….

Oh iya… saya izinkan Anda meng-copy artikel saya berjudul "Bagaimana Cara
Membuat Brosur" edisi September 2008. Jangan lupa mencantumkan narasumbernya ya. Karena itu memang etika di dunia jurnalisme/publikasi. Kalau nanti mau meng-copy artikel saya lainya lagi jangan lupa kirim e-mail untuk artikel mana yang di maksudkan ya.

Semoga Sukses
Purwanto

Sunday, November 2, 2008

DANA PROMOSI MINIM BUAT UKM

TANYA:

Dear Mr. purwanto yang good,
Saya adalah seorang pedagang kaki lima pak, pada awal mulai berdagang saya mempromosikan dagangan saya dengan membagikan produk saya kebeberapa rumah disekitar tempat saya berjualan. Strategi ini pada awalnya bisa dikatakan berhasil, karena ternyata hanya dalam hitungan bulan produk rasa makanan saya sudah dikenal disekitar lingkungan usaha saya. Dan selama 8 bulan usaha saya berjalan, bisa dikatakan mulai bulan ke-2 sampai sekarang gaji karyawan sudah bisa dibayar dari keuntungan. Yang ingin saya tanyakan adalah 1. apakah terburu-buru bila saya promosikan produk saya lebih luas lagi ?(usaha belum ada 1 tahun), 2. Apabila tidak, langkah paling efektif apa untuk mempromosikan produk saya lebih luas lagi?(bila ingin menggunakan dana promosi yang minimalize). Dan apa saja hal yang harus saya persiapkan sebelum promosi tersebut saya lakukan?. Begitulah kira-kira yang sedang saya bingungkan saat ini pak, mohon kiranya pak purwanto berkenan memberi saran kepada saya. Atas petunjuk bapak saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.


best regards,

ricky nova

JAWAB:

Wah… kayanya Ricky lagi “Feel Good” niiih…

Untuk mempromosikan produk kita agar dikenal lebih luas lagi tidak perlu nunggu 1 tahun dulu pak. Promosi itu bisa kita lakukan kapan saja, bahkan sebelum suatu produk dilepas ke pasaran kita bisa saja melakukan promosi pendahuluan (Teaser). Efeknya akan membuat konsumen penasaran & menunggu produk yang akan keluar tersebut.

Jadi kalau menurut Ricky dana promosinya sudah siap, maka lakukanlah sesuai kemampuan. Yang saya maksud sesuai kemampuan disini bukan hanya dalam hal budget/dana promosinya saja, tetapi juga kemampuan produksi, tenaga serta kemampuan distribusinya. Semuanya harus siap serta mampu menghadapi peningkatan permintaan barang. Jangan sampai kita yang sudah mengeluarkan dana promosi cukup besar tapi begitu permintaan dari konsumennya bertambah banyak kita malah tidak sanggup memenuhinya. Oleh sebab itu modal untuk produksi, tenaga kerja dan jaringan distribusi juga harus dipersiapkan dengan baik.

Area promosi atau penyebaran informasinya juga harus benar-benar terarah sesuai target konsumen yang kita bidik. Jangan terlalu bias ke mana-mana, sehingga biayanya benar-benar disesuaikan dengan kemampuan.

Karena Ricky merintis usahanya dari yang kecil/sederhana, maka saran saya adalah alokasikan saja sebagian keuntungan yang diperoleh perbulannya untuk kebutuhan promosi. Terserah bapak mengatur presentasinya berapa. Kumpulkan dulu beberapa bulan dana promosi dari hasil alokasi keuntungan tersebut sampai akhirnya cukup untuk beriklan. Setelah beriklan/berpromosi, maka amatilah perkembangannya per-3 bulan kemudian. Kalau ada peningkatan hasil, maka otomatis akan ada peningkatan alokasi dana promosinya. Jadi pada periode promosi berikutnya tentu kita akan bisa berpromosi lebih banyak lagi. Begitu seterusnya makin lama promosi bapak akan makin besar sesuai kemampuan.

Mengenai media promosi yang akan digunakan sebaiknya tidak monoton dengan brosur saja, tetapi dibuat alternatif lain juga seperti spanduk, poster, iklan di majalah/koran, radio, website dll. Pada tahap-tahap awal jangan lupa untuk mengamati media promosi mana yang paling efektif. Caranya dengan menanyakan ke konsumen yaitu; mereka tahu tentang produk kita dari mana?

Setelah kita mengetahui media yang paling efektif, maka kita harus fokuskan dana promosinya ke media tersebut. Tetapi kalau bisa sesekali diselingi juga dengan media promosi lain seperti tersebut di atas.

Saya rasa cukup untuk tahap awal, semoga sukses.

Purwanto

Wednesday, October 8, 2008

BOOKLET

Tanya:

Selamat Siang Pak Purwanto..

Saat ini saya sedang berusaha membuat media promosi buat usaha kecil2an saya. Jujur saja, blog Bapak sangat membantu saya.

Mohon bantuannya, apa bedanya Brosur dan booklet itu Pak? Kalau memungkinkan, tolong dibuat tatacara bikin booklet juga dong Pak...

Terima Kasih.

Hormat Saya,
Denny Surya Sentosa


Jawab:

Saya akan fokuskan penjelasannya di booklet saja ya…. Karena kalau masalah brosur sudah banyak dibahas dalam tulisan terdahulu. Pak Denny bisa membacanya diblog saya.

Booklet biasanya berbentuk seperti buku kecil yang berisi tentang segala informasi mengenai perusahaan kita dengan berbagai bentuk pelayanan & produk yang dihasilkannya. Fungsi booklet ini hampir sama dengan Product Catalogue (Katalog produk). Keduanya sama-sama mendisplay atau menampilkan hampir semua produk yang dihasilkan sebuah perusahaan lengkap dengan keterangan/spesifikasi dan mungkin harganya. Kalau anda belanja ke Carrefour atau Hypermart, biasanya anda akan dengan mudah mendapatkan Katalog Produk ini. Bedanya hanya pada format ukuran. Booklet ukurannya lebih kecil dibanding yang sering kita dapatkan di Carrefour/Hypermart. Selain itu biasanya bahan kertas booklet lebih baik dengan mutu cetakan yang juga lebih bagus.

Dalam booklet kita akan mempunyai ruang halaman yang lebih banyak untuk menampilkan apa saja tentang perusahaan kita. Unsur-unsur yang bisa kita masukkan kedalam booklet antara lain :

  1. Sejarah berdirinya perusahaan kita
  2. Struktur organisasi perusahaan
  3. Fasilitas-fasilitas yang perusahaan miliki. (Mesin-mesin, Gudang, Ruang produksi, Gedung-gedung, jaringan computer dll.)
  4. Bahan baku yang berkualitas
  5. Proses produksi
  6. Quality Control
  7. Pengolahan limbah sisa produksi
  8. Hasil-hasil produksi (Produk-produk yang kita jual)
  9. Jaringan penjualan
  10. After Sales Service
  11. Garansi
  12. Penawaran harga khusus
  13. Dll. Sesuai kondisi perusahaan.

Yang perlu ditekankan dalam membuat boolet adalah jangan terlalu banyak menggunakan kalimat yang bertele-tele. Perbanyaklah menampilkan Foto-foto ilustrasi yang menarik dengan keterangannya yang singkat & jelas. Layout disainya juga jangan terlalu standar. Buatlah semenarik mungkin, karena booklet ini biasanya disimpan orang lebih lama dibandingkan brosur dan yang lainnya. Bahkan kadang-kadang booklet disimpan orang agar nanti di kemudian hari kalau membutuhkan pruduk tertentu mereka dengan mudah mendapatkan informasinya dari booklet tersebut.

Booklet sangat cocok digunakan untuk perusahaan yang pruduknya memiliki nilai jual yang tinggi dan tipe/line up produknya tidak cepat berubah seperti :

  1. Mesin/Alat-alat berat.
  2. Furniture
  3. Peralatan Keamanan
  4. Barang-barang Koleksi seni
  5. Barang-barang kebutuhan Hoby (memancing, menyelam, aeromodeling, peralatan pendakian dll)
  6. Peralatan dapur/memasak,
  7. Produk-produk Jasa, dll.

Booklet tidak cocok dipakai untuk perusahaan yang nilai jualnya rendah & tipe/line up produknya cepat berubah seperti Consumer goods (barang kebutuhan sehari-hari), pakaian, pernak-pernik atau barang-barang lain yang sifatnya sangat mengikuti perkembangan mode & jaman.

Kenapa begitu??? Karena onkos produksi membuat booklet ini sangat tinggi. Kalau barang yang kita jual harganya murah, otomatis akan boros biaya promosinya. Dan kalau barang yang kita jual juga cepat berubah modelnya, maka booklet kita akan cepat ketinggalan jaman. Padahal mungkin booklet yang kita buat belum tentu sempat tersebar secara merata sampai habis, eeeeehhh kita harus buat lagi booklet baru dengan materi produk yang baru juga. Tidak efisien bukan??? Tapi sebenarnya ini bukan patokan baku, karena kalau dana promosinya menunjang tentu apapun produknya bisa dibuatkan booklet.

Sekian dulu saya rasa penjelasan mengenai apa itu booklet. Mengenai tata cara membuat booklet saya akan jelaskan pada kesempatan tersendiri, karena pertanyaan Bapak sederhana tapi jawabannya lumayan panjang. He…he… mohon maaf sekali pak. Saya akan berusaha menjawabnya di lain waktu. Semoga usahanya sukses & Terima kasih….

Purwanto

Wednesday, September 3, 2008

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BROSUR

Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, berikut akan saya coba terangkan agak lebih detail mengenai "Bagaimana cara membuat brosur". Saya akan terangkan mengenai proses saat datang ke percetakan, bawa materi apa saja dan bagaimana tetek bengeknya secara teknis. Di sini Saya akan permisalkan kita sedang mempersiapkan bisnis Kue/katering.

Langkah pertama sebelum kita membuat brosur adalah menyiapkan Konsep & Tema dari brosur. Konsep atau tema yang saya maksud misalnya, kalau yang akan kita jual adalah kue ulang tahun dalam berbagai bentuk, disain & rasa, maka nuansa brosur dan segala gambar serta tulisannya harus benar-benar bertema ulang tahun. Jadi selain ada foto contoh kue ulang tahun yang kita jual mungkin perlu juga gambar/foto balon, lampion, pita, lilin dan sebagainya. Kalau yang kita jual misalnya katering untuk perkawinan, maka harus mempersiapkan foto/gambar yang ada hubungannya dengan perkawinan, misalnya foto sepasang pengantin di pelaminan, Balok ES yang membentuk inisial pengantin, Gerobak hias tempat makanan dihidangkan, dan sebagainya.

Buatlah sekedar catatan atau coret-coretan yang berisi apa saja yang ingin Kita masukkan kedalam brosur tersebut baik berupa daftar foto, judul utama, atau kalimat-kalimat yang akan menjelaskan keunggulan produk kita dalam brosur nantinya. Setelah itu fotolah satu persatu produk yang akan kita jual serta foto pendukung lainnya yang tertulis dalam daftar coretan Kita tadi. Hal PENTING yang saya tekankan di sini adalah hati-hatilah dalam proses Fotografi ini. Kalau Kita tidak yakin bisa memotret dengan BAIK, segeralah mencari seorang fotografer. Karena foto inilah yang nantinya akan MENJUAL dan bisa membuat orang TERTARIK akan produk Kita. Tentu ada ongkos yang harus dialokasikan untuk keperluan tersebut. Carilah fotografer yang masih junior tapi hasilnya bagus, sehingga dana untuk fotografinya tidak membengkak. Ada cara lain untuk menghemat biaya fotografi ini yaitu, datangilah beberapa studio foto & cuci cetak di sekitar tempat tinggal kita. Bawalah satu contoh kue lengkap dengan asesoris penghiasnya seperti piring, bunga dll. Lalu mintalah mereka memotret di studionya dalam beberapa sudut pemotretan. Perhatikan hasil foto mereka dan pilihlah studio foto yang terbaik untuk memotret produk-produk yang lainnya.

Setelah stok foto sudah lengkap, mulailah membuat layout disain di komputer Anda. Gunakan program-program seperti Photoshop, Corel draw, Freehand, atau program disain vusual lainnya yang Anda bisa. Kalau Anda sangat awam terhadap program tersebut dan tidak bisa menggunakannya, maka Anda bisa juga menggunakan program sederhana yang dimiliki oleh Microsoft Word. Di dalam program tersebut ada Templates yang bisa membantu Kita untuk membuat brosur sederhana. Namun mohon dipahami bahwa kalau Anda bukan seorang disainer tentunya akan kurang maksimal juga hasilnya.

Oleh sebab itu kalau tidak yakin bisa mendisain Brosur sendiri maka datanglah ke Agency percetakan yang memiliki tenaga disainer. Karena ada juga percetakan yang hanya menerima cetakan saja dan hanya menerima materi dalam CD-ROOM yang sudah berisi disain brosur final. Berkonsultasilah dahulu dengan Disainer di percetakan tersebut. Ceritakan Tema apa yang ingin ditonjolkan dalam brosur, tunjukkanlah semua stok foto yang ada beserta tulisan apa saja yang ingin dimuat. Bila perlu berikan kepada Disainer tersebut beberapa sampel kue untuk bisa dicicipi. Hal ini saya anjurkan agar disainer tersebut bisa merasakan keunggulan & cita rasa atau sensasi yang timbul setelah mencicipi sampelnya. Tidak apa-apa berkorban sedikit, supaya disainernya juga merasa ”Feel Good” dan enjoy dalam mendisain brosur Kita. Tentu hasilnya nanti akan lebih Baik Bukan? Jangan terburu-buru dalam proses Disain Brosur ini. Karena kalau hasilnya bagus maka sempurnalah hasil cetakannya.

Mintalah print out hasil dari disainnya dalam skala 1:1 (ukuran sebenarnya). Jangan langsung memutuskan untuk mencetak dulu. Bawalah pulang hasilnya dan buatlah survey kecil-kecilan ke beberapa orang (jangan terlalu banyak orang). Tunjukkan kepada mereka dan tanyalah kesan dan saran mereka tentang disain brosur tersebut. Buat rangkuman dari pendapat mereka dan revisilah disain brosur tersebut berdasarkan pendapat yang bagus dan masuk akal saja. Setelah revisi selesai dan hasilnya memuaskan, Brosur sudah bisa dicetak/perbanyak.

Dalam proses cetak ini perlu juga diperhitungkan budget/biaya yang kita miliki. Kalau memang ingin mencetak dalam jumlah banyak sekali, maka kita bisa pergi ke percetakan offset yang memiliki mesin cetak yang bagus. Tapi kalau bisnis/usaha kita belum besar dan budget kita masih sedikit, jangan mencetak ke tempat tersebut. Karena mereka biasanya memiliki standar minimum order dan tidak bisa melayani pencetakan brosur dalam jumlah sedikit. Kalaupun mereka bersedia mencetak dalam jumlah sedikit, maka biaya cetak perlembarnya akan cukup besar. Jalan keluarnya adalah mencetak ke tempat Digital printing. Syukurlah saat ini sudah banyak bertebaran tempat untuk mencetak dengan sistem Digital printing ini. Mereka biasanya menerima cetakan dalam jumlah yang hanya beberapa lembar saja sehingga biaya untuk membuat brosur bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Ada juga cara lain yaitu dengan Foto Copy berwarna. Namun saat ini Foto Copy berwarna masih agak jarang ditemui.

Demikian penjelasan dari Saya atas pertanyaan-pertanyaan yang banyak masuk ke redaksi dengan tema yang hampir sama yaitu "Bagaimana proses membuat brosur?" Semoga bermanfaat bagi mereka yang sedang memulai untuk mempromosikan usahanya.

Purwanto

Thursday, August 28, 2008

PUASA

Alhamdulillah......
Ramadhan itu akhirnya datang juga di depan mata. "mohon maaf lahir & batin" Saya ucapan kepada seluruh pengunjung Blog ini....

Mungki diantara para pengunjung ada yang bertanya tapi tidak sempat saya jawab, atau nunggu jawaban dari sayanya kelamaan, atau mungkin juga jawaban dari saya kurang berkenan..... Saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Itu semua adalah karena faktor keterbatasan saya sebagai manusia biasa. Dan kalaupun ada diantara jawaban dari saya yang mungkin saja bermanfaat, semoga ilmu pengetahuan yang bapak/ibu/adik/teman-teman dapatkan, bisa disebarkan/disyiarkan lagi ke orang lain yang membutuhkan. Bukankah kita juga mendapat pahala kalau bisa menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

Sekali lagi "Mohon Maaf Lahir & Batin" serta "Selamat menunaikan ibadah Puasa" untuk yang Muslim.

Untuk yang ingin berdiskusi atau bertanya seputar masalah Promosi, forum tanya jawab tetap terbuka untuk umum.


Terima kasih
Semoga Sukses Selalu untuk Kita semua

PURWANTO

Monday, August 25, 2008

SURAT /PROPOSAL PENAWARAN

TANYA:

Kepada yth,
Bapak Purwanto
Di tempat

Saya telah membaca blog Bapak yang isinya mengenai bidang promosi. Dan saya ingin memohon sedikit masukan dari Bapak mengenai cara promosi yang baik, karena saya yakin Bapak telah berpengalaman di bidang promosi ini.

Saya baru memulai usaha kecil2an sebagai supplier pakaian seragam/promosi, cara kerja saya yaitu dgn menelepon ke perusahaan2 utk membuat janji pertemuan ataupun utk mengetahui nama staff atau bagian yg bertanggung jawab dlm masalah pengadaan pakaian, kemudian saya mengirimkan proposal penawaran ke perusahaan2 tersebut.

Yang ingin saya tanyakan ke Bapak, sebaiknya saya harus menuliskan daftar harga atau tidak ya di proposal itu? Sebab saya ingin proposal itu jg sekaligus sebagai brosur. Yang saya perhatikan di jaman sekarang ini, banyak konsumen (termasuk saya sendiri) enggan / malas membaca brosur2 yg tdk mencantumkan harga di dalamnya, karena yang terpenting itu adalah masalah harga. Mungkin Bapak juga sependapat dengan hal itu.

Nah, masalahnya yaitu pakaian promosi/seragam itu kan tergantung drpd jumlah quantity dan modelnya Pak.

Saya mohon sedikit masukan dari Bapak Purwanto mengenai masalah tersebut, dan TERIMA KASIH atas waktu dan perhatian Bapak.

Salam kenal,

Andy Widjaya

JAWAB :

Terima kasih sudah membaca blog saya. Kali ini kita membahas topic tentang surat/proposal penawaran yang biasa dibuat oleh sebuah perusahaan untuk bisa masuk ke perusahaan lainnya.

Sebenarnya Bapak tidak perlu pusing apakah harga yang bapak tawarkan perlu dimasukkan atau tidak. Dua-duanya boleh-boleh saja. Memang benar kata Bapak bahwa yang menjadi masalah penting tentu ujung-ujungnya adalah harga. Kalau Bapak yakin hasil produksi dari Bapak lebih bagus dengan harga yang murah, maka tak perlu takut untuk memasukkan harga yang bersaing tersebut. Tambahkanlah dalam proposal Bapak keterangan mengenai minimal order agar bisa mendapatkan harga yang ekonomis tersebut. Tambahkan juga keterangan tulisan sebagai berikut:

“Harga dapat berubah sewaktu-waktu, maka hubungi kami segera!!! Kesempatan hanya untuk saat ini saja!!!”

Sehingga dengan demikian orang yang membaca akan memaklumi kalau Mereka menghubungi Bapak diwaktu yang cukup jauh/lama dari tanggal yang tertera disurat maka harga yang Mereka dapat belum tentu sama. Begitu juga kalau order mereka dibawah jumlah minimum pemesanan, maka harga tersebut tidak berlaku.

Demikian dari saya semoga bermanfaat dan usaha Bapak Andy juga semakin sukses.


Salam kenal juga;

PURWANTO

Sunday, July 27, 2008

IKLAN DI TV & RADIO

TANYA:

allow mas aku raja salam kenal.

aku mau nanya neh kalo mengenai biaya pajak iklan tapi menggunakan sarana media elektronik seperti tv, radio dan mungkin yang terbaru menggunakan Hand phone (hp)

perincian biayanya seperti apa? dan peraturan yang mengaturnya terdapat dimana?

terima kasih

Rajamanullang

JAWAB:

Pajak iklan di Radio & Televisi tidak sama dengan sistem pajak iklan pada media luar ruang. Bila Raja (mirip nama grup Band ya???) memasang iklan ke sebuah stasiun Televisi/Radio, maka biaya yang harus dibayar dihitung perdetik tayangan. Istilahnya adalah spot iklan. Jadi satu kali iklan Anda mengudara (on air) maka disebut satu spot iklan.

Satuan harga per-Spot tergantung dari durasinya apakah 5 detik, 10 detik, 15 detik, 30 detik, dst. Selain itu harganya tergantung juga pada jam tayangnya serta stasiun radio/TV-nya. Kalau ditayangkan pada acara yang sedang digemari audience atau di jam-jam utama (prime time) harganya akan lebih mahal. Begitu juga kalau Anda memasang iklannya di stasiun TV/Radio yang sedang Ngetop, maka harga iklannya juga mahal.

Unsur pajak iklan pada stasiun TV/Radio biasanya akan dibayarkan oleh stasiun TV/Radio yang bersangkutan kepada pemerintah, namun sebenarnya harga yang mereka tawarkan perdetik untuk si pemasang iklan biasanya sudah diperhitungkan juga unsur pajak ke pemerintahnya. Jadi si pemasang iklan tidak perlu mengurus & bayar pajak iklan lagi.

Kalau iklan di Hand Phone, Anda tinggal menghubungi Agency/Vendor yang menawarkan Provider SMS masal. Saat ini sudah banyak perusahaan yang bergerak didalam bisnis profider SMS ini. Pajak iklannya juga sudah masuk dalam biaya yang mereka tawarkan. Jadi engga usah ngurus pajak iklan lagi.

Sekian, semoga sukses selalu ya Raja....

Purwanto.

Saturday, July 19, 2008

PROMOSI DOKTER GIGI

Tanya :

Bpk Purwanto yth,saya dokter gigi freshgraduate,akan merintis karir di RS swasta di kota kecil di Jateng.Disini kesedaran masy pergi ke dokter gigi msh rendah,saya dokter gigi baru,dan poli gigi di RS ini pun br saya yang merintis.Pdhl RS ini sdh lm berdiri tp tdk ada dokter giginya.blm apa2 sy udah stres.Tkt g jln,coz semua alat dan bhn sy bw sndr,.Sy ingin melakukan promosi,tp tkt menyalahi kode etik.Apa aja promosi yang tepat buat sy?Jika blh membuat brosur,mhn saran brosur yang bagus dan tdk melanggar kode etik kesehatan gigi. trm kasih byk atas bantuannya.Smg Tuhan membalas kebaikan Anda.

drg. Asti


Jawab :

Dokter Asti yang baik, jangan stress dulu dong......

Pasti ada jalan kok, Cuma mungkin perlu proses dulu lah. Tidak semua masalah itu bisa terselesaikan dalam satu kedipan mata.

Jadi supaya masyarakat sekitar memiliki kesadaran untuk pergi ke dokter gigi, saya ada beberapa tips berpromosi yang mungkin bisa diterapkan.

Pada dasarnya berpromosi itu tidak hanya melulu dengan Brosur. Banyak cara yang bisa dilakukan agar Poli Gigi dokter Asti bisa dikenal masyarakat. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan yang langsung mengarah ke target/sasaran market kita. Misalnya buatlah kerja sama sosial antara RS tempat dokter bekerja dengan beberapa Sekolah di sekitarnya. Kegiatannya adalah berupa penyuluhan kesehatan dan perawatan gigi gratis bagi siswa SD atau TK. Demonstrasikan kepada mereka bagaimana menggosok gigi yang benar, dan yang paling penting adalah ”pesan sponsornya” yaitu anjurkan kepada anak-anak tersebut untuk pergi ke dokter gigi kalau giginya bermasalah seperti gigi berlubang, gigi susunya goyang & mau copot, atau masalah lainya yang dokter tentu lebih tahu dibanding saya. Bila perlu ada prakteknya berupa gosok gigi bersama oleh seluruh siswa sekolah tersebut. ”Pesan sponsor” lainnya adalah perkenalkan diri dokter sendiri dan Poli gigi tempat dokter berpraktek. Selain ditargetkan ke sekolah-sekolah, ada baiknya juga dilakukan ke kelompok atau organisasi masyarakat sekitar seperti ibu-ibu PKK, kelompok pengajian, karang taruna, pesantren dll.

Bicarakan program tersebut ke pimpinan RS dan pimpinan sekolah/organisasi setempat sebagai bentuk kegiatan bakti sosial RS kepada masyarakat sekitar. Ajaklah semua rekanan bisnis RS seperti apotik & suplyer obat/peralatan kesehatan untuk menyumbangkan dananya berapapun boleh lah. Bila perlu ada sponsor yang menyumbangkan perlengkapan pendukung seperti sikat gigi & pasta gigi gratis. Dokter-dokter lain yang pasiennya sudah banyak juga perlu diajak sumbangan untuk kegiatan tersebut.

Kalau itu semua bisa dijalankan, saya rasa dokter Asti tidak perlu keluar biaya banyak agar Poli Giginya dikenal di masyarakat sekitar. Karena namanya juga kegiatan sosial, biasanya banyak yang mau nyumbang meskipun cuma uang lima ribu atau sepuluh ribu rupiah atau cuma pasta/sikat gigi satu lusin, tampung saja kan lumayan he...he..... Jadi modalnya Cuma proposal kegiatan & surat-menyurat. Selain itu tidak melanggar kode etic kedokteran, karena di sekolah (SD) saya dulu juga pernah dilakukan acara seperti ini.

Demikian sekedar ide dari saya, semoga bisa dilakukan di tempat dokter Asti bekerja.

Semoga sukses.

Purwanto

Friday, July 4, 2008

Periklanan Dalam Sponsorship

Tanya:
Salam kenal,

saya ingin tanya mas, bagaimana tata cara periklanan dalam sponsorship? Misalnya, iklan sponsor tersebut akan terdapat di benda-benda yang digunakan untuk kepentingan umum (contoh: logo sponsor pada tempat sampah atau deretan neon box sebagai lampu jalan). Kemudian, pihak mana yang harus berhubungan dengan soal pajak iklannya (pihak pemberi atau penerima dana sponsor)? Sebagai tambahan, iklan akan dipasang di lahan yang diadopsi sebagai kawasan konservasi lingkungan dan fasilitas warga di sekitarnya. (cat: proyek ini bukan milik pemda sekalipun tidak menutup kemungkinan untuk diajukan ke pihak tersebut)


Sekian pertanyaan dari saya, mohon masukannya mas. Terima kasih.

Regard,
Yunita Cindra

Jawab :

Periklanan dalam sponsorship yang berhubungan dengan prasarana umum biasanya akan tetap dikenakan pajak reklame, meskipun itu tujuannya untuk pelayanan sosial seperti penyediaan tempat sampah di lokasi umum/publik. Namun sebenarnya masih bisa dinegosiasikan dengan pihak pemerintah daerah setempat asalkan aspek sosialnya lebih besar dari kepentingan sponsornya, kemungkinan masih bisa bebas pajak reklame. Coba saja hubungi pihak Kecamatan tempat lokasi kegiatan tersebut untuk bisa di-reduksi pajak iklannya bahkan mungkin diajak juga untuk bekerja sama dalam program tersebut. Yang berhubungan dengan pihak Pemerintah biasanya adalah penyelenggara kegiatan, sedangkan pihak sponsor biasanya hanya menyediakan dana & prasarana saja.

Terima kasih juga atas kunjungan ke Blog saya, semoga kegiatannya sukses.

Purwanto

Thursday, May 22, 2008

MEMBUAT SENDIRI BROSUR PERUSAHAAN SECURITY

Berikut masuk ke redaksi dua pertanyaan bersambungan yang mewakili beberapa pertanyaan serupa dan sering kali diajukan kepada Saya via E-mail. Dilain kesempatan mungkin Saya akan uraikan secara detail & gamblang tentang "Bagaimana membuat Brosur sendiri". Sehingga bagi mereka yang baru memulai usaha atau perusahaannya masih kecil dan belum memiliki budget promosi yang besar akan bisa melakukan promosi melalui brosur dengan biaya murah.

TANYA 1:
Pak Purwanto yang baik,
Saya ingin menanyakan bagaimana membuat brosur promosi yang menarik untuk produk perusahaan kami yaitu alat-alat keamanan (Electronic Security System). Selama ini yang saya gunakan adalah promosi melalui Surat Perkenalan yang menurut standar bos saya itu udah JaDul atau ketinggalan jaman. Bersama ini saya attach juga Surat Perkenalan yang saya pakai untuk menawarkan produk perusahan.Saya mengirimkan Surat Penawaran itu melalui fax di komputer.

Saya mohon bantuan saran dan informasinya ya pak atas pertanyaan saya ini.Saya sangat membutuhkan balasan secepatnya dari Bapak. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.


Ttd
Rini


JAWAB 1:
Ibu Rini yang Baik Hati juga….

Betul apa yang dikatakan Bos Anda itu. Kalau kita berpromosi hanya melalui surat perkenalan saja tentulah tidak cukup. Apalagi produk yang dijual juga termasuk produk yang bukan kebutuhan kita sehari-hari. Karena tidak semua perusahaan membutuhkan peralatan keamanan seperti yang Anda tawarkan. Oleh sebab itu buatlah Brosur. Tepatnya kalau Saya pikir adalah “Product Catalogue” (Katalog Produk).

Dari contoh surat penawaran yang Anda buat, Saya melihat bahwa produk yang ditawarkan cukup beragam. Sehingga saya menyarankan untuk membuat Katalog Produk saja dibanding Brosur (Baca di blog saya yang berjudul: “Brosur, Katalog & Flyer, sejenis tapi beda fungsi”) . Karena dalam sebuah Katalog, Anda bisa memasukkan semua jenis barang yang dijual.

Materi yang perlu dimasukkan ke dalam Katalog perusahaan Ibu adalah sebagai berikut:

1. Jelaskan secara singkat sejarah atau profil perusahaan Anda. Lengkapi dengan Foto kantor yang representatif, Ruang kerja & staff kantor yang menggambarkan bahwa perusahaan Anda cukup Bonafid & dapat dipercaya.

2. Foto display peralatan keamanan yang dijual satu persatu dilengkapi dengan data spesifikasi produk, keunggulan fungsi, dan harga bila perlu.

3. Usahakan urutan awal dari produk-produk yang di-display mulai dari produk yang paling banyak dibutuhkan dulu (paling laku), dan paling akhir adalah produk yang kurang laku.

4. Bila memiliki produk unggulan, maka letakkanlah foto produk tersebut di awal dan dibuat agak lebih besar & dominan dibandingkan dengan produk yang lainnya.

5. Cantumkanlah garansi & Layanan purna jualnya.

6. Sebagai reverensi cantumkan juga perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan produk Anda, dan usahakan urut dari perusahaan yang cukup terkenal sampai ke perusahaan kecil.

7. Karena produk Anda adalah peralatan keamanan, maka hindari penggunaan warna-warna cerah, warna muda atau cream pada brosur/katalog Anda. Warna gelap & tua akan menambah kesan produk Anda lebih excluvive.

8. Paling akhir jangan lupa cantumkan Nama Perusahaan, alamat, website, e-mail & nomor telephone/Fax agar orang yang tertarik produk Anda bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang produk Anda. Bila perlu cantumkan pula Nama & no. HP Anda sebagai Marketing yang bertanggung jawab untuk melayani konsumen bila membutuhkan informasi produk.


TANYA 2:

Terima Kasih atas jawabannya pak,hanya saja masih ada yang mengganjal bagi saya. Saya berkeinginan untuk membuat brosurnya sendiri menggunakan fasilitas komputer yang ada di kantor. Permasalahannya adalah saya belum pernah membuat brosur baik cetak ataupun Digital.Kira-kira bapak bisa membantu saya dengan memberikan sedikit panduan bagaimana cara membuatnya?apakah lebih bagus pakai power point? word? atau...?.

Sekali lagi saya mohon bantuannya ya pak...

Terima Kasih

JAWAB 2 :
Ingin membuat brosur sendiri? Oke akan Saya arahkan secara garis besarnya saja ya....

Banyak sekali program yang bisa digunakan untuk membuat brosur ini. Yang paling banyak dipakai oleh para disainer adalah Photoshop, Freehand & CorelDraw. Tapi program-program tersebut lumayan rumit untuk para pemula. Anda bisa menggunakan Microsoft Word untuk sekedar membuat brosur sederhana. Di dalam program tersebut sudah disediakan “Templates” untuk membuat brosur. Anda tinggal mengikuti prosedur yang ada di dalamnya dan disesuaikan dengan kebutuhan disain brosur yang dikehendaki. Di sini Saya tidak akan mengulas secara detail bagaimana cara membuat brosur dengan Microsoft Word, karena Anda bisa dapatkan panduannya di buku-buku terbitan umum yang sangat banyak di pasaran.

Setelah Disain selesai, maka cobalah untuk dicetak dengan mesin printer yang ada di kantor. Kalau hasil Layout/tata letaknya sudah bagus maka Anda sudah bisa mencetak di percetakan umum. Apabila ingin mecetak dalam jumlah hanya sedikit, maka jangan pergi ke percetakan Offset karena justru akan terlalu mahal biayanya. Pergilah ke tempat yang melayani Digital Printing. Di tempat Digital Printing biasanya kita masih bisa order dalam jumlah beberapa lembar saja.

Demikian penjelasan dari Saya. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Purwanto

Wednesday, May 14, 2008

MEMBUAT MAJALAH TENTANG IKLAN

Berikut ada pertanyaan menarik yang mampir ke redaksi dan cukup bagus untuk bisa di-Sharing ke teman-teman yang yain :


saya mau tanya nih pa?
fungsi dan manfaat iklan menurut teori (teks books) tuh gmana sih?

Trus saya berencana mau bikin majalah yang contentnya tentang iklan2 produk apa yang perlu saya persiapkan untuk menbikin usaha itu?

cotoh proposal Bisnis plan yang baik dan benar seperti apa?

terakhir apakah bapak punya data perusahaan2 besar dalam mengiklan tuh pertahunya brapa kali trus budget yang di keluarkanya brapa?

sebelunya saya ucapkan terima kasih
saya berharap besar bapak bisa memberikan masukan atau jawaban apa yang saya pertanyakan.

wassalam
dimas

March 13, 2008 2:41 PM


Jawab:

Fungsi & Manfaat iklan adalah menginformasikan kepada Konsumen mengenai suatu produk, harga, keunggulan, dan segala informasi yang berhubungan dengannya. Selain berfungsi untuk menginformasikan suatu produk kepada para konsumen, promosi juga diperlukan untuk keperluan dan tujuan lain yaitu :

1. Untuk meningkatkan penjualan

2. Untuk mengumumkan program penjualan khusus seperti diskon istimewa, bonus tambahan atau undian berhadiah

3. Meluncurkan tipe baru dari sebuah produk yang sebelumnya sudah ada dengan berbagai perbaikan dan pengembangan.

4. Sebagai pengingat agar konsumen tetap tahu bahwa produk kita masih bertahan dengan kualitas yang bagus.

5. Menggapai konsumen-konsumen baru

6. Meningkatkan “Brand Image” atau membuat konsumen lebih percaya pada produk kita.

7. Mengundang keingintahuan konsumen akan produk yang kita jual.

Bila Bapak ingin membuat majalah khusus iklan, maka Langkah awalnya adalah membentuk badan hukum dulu yang bergerak dibidang penerbitan majalah. Datanglah ke Notaris untuk menanyakan persyaratan apa saja agar bisa mendapatkan izin usaha yang dimaksud.

Setelah segala bentuk aspek legal sebuah perusahaan sudah Bapak dapatkan, maka langkah berikutnya adalah mengumpulkan data-data perusahaan yang sering beriklan di media massa. Data perusahaan dapat diperoleh dari Koran harian, Tabloid atau majalah yang terbit secara umum dan catat saja alamat & no. telpon produk-produk yang sedang beriklan di media-media tersebut. Dari no. telpon yang tertera di iklan mereka, Bapak bisa memperoleh data mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam urusan periklanannya. Biasanya yang mengurus iklan ini adalah bagian Promosi.

Tawarkanlah kepada mereka untuk beriklan secara gratis dulu dalam beberapa kali penerbitan awal. Karena orang/perusahaan tentu tidak mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum pernah ada dan dilihat bentuk fisiknya. Jadikanlah penerbitan awal ini sebagai contoh untuk penawaran ruang iklan pada penerbitan berikutnya.

Mengenai pertanyaan proposal Bisnis Plan yang baik seperti apa, mohon maaf saya tidak bisa menjawab di forum ini karena Saya hanya akan fokuskan diskusinya kepada masalah sekitar promosi saja.

Mengenai Budget iklan perusahaan-perusahaan Besar, tentu bervariasi jumlahnya. Setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda dalam mengalokasikan dananya untuk iklan/promosi. Strategi yang umum adalah perusahaan mengalokasikan sejumlah dana tertentu yang akan digunakan selama setahun, yang kemudian akan di-breakdown (dibagi-bagi) menjadi budget untuk belanja iklan perbulannya. Budget ini biasanya sudah disediakan oleh perusahaan di awal masa anggaran mereka & akan digunakan selama setahun ke depan. Jadi apapun yang terjadi selama masa anggaran berjalan, budget tersebut bersifat tetap nilai/jumlahnya.

Strategi yang lainnya adalah mereka mengalokasikan biaya iklannya dari harga produk yang dijual. Jadi biaya ikan dibebankan ke dalam biaya produksi sebuah produk. Contohnya adalah sebagai berikut; ongkos perakitan sebuah televisi 12” adalah Rp. 1.000.000,- sedangkan biaya iklan/promosi per-televisi dialokasikan sebesar Rp. 100.000,-. Maka Biaya produksinya dianggap Rp. 1.100.000,- per-televisi. Bila margin keuntungannya 30% maka harga dipasaran menjadi Rp 1.100.000,- x 1,3 = Rp. 1.430.000,-. Jadi kalau sebuah pabrik memproduksi Televisi sebanyak 1000 unit, maka alokasi biaya promosinya menjadi Rp.100.000,- x 1000 unit = Rp. 100.000.000,-. Kalau produksinya lebih banyak lagi, maka alokasi biaya promosinya juga akan lebih besar lagi. Jadi besarnya budget iklan akan variable dan tergantung pada laku atau tidaknya sebuah produk di pasaran.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat & Semoga Sukses Selalu.

Salam;
Purwanto

Friday, February 22, 2008

Aneh & Nyeleneh itu Perlu

Dalam dunia Periklanan pekerjaan terbesarnya adalah "Bagaimana publik bisa tertarik bahkan mungkin terkagum-kagum atau kaget terhadap sesuatu yang kita expose" sehingga produk yang diiklankan bisa mudah diingat. Oleh sebab itu kebanyakan iklan yang datar-datar saja akan kurang kuat untuk bisa menjadi daya tarik publik. Seperti teori umum dari dunia periklanan yaitu Prinsip AIDA (Attention-Interest-Desire-Action). Prinsip dasar ini sudah pernah saya ulas pada tulisan saya sebelumnya. Di sini Saya akan membahas cukup satu prinsip dasar saja yaitu ATTENTION (Menarik Perhatian).

Jadi pekerjaan pertama & cukup berat bagi sebuah iklan adalah bagaimana bisa sesegera mungkin & secepat mungkin bisa menarik perhatian publik yang melihat atau mendengarnya. Sebenarnya waktu bagi sebuah iklan untuk bisa menarik perhatian publik hanyalah beberapa detik saja. Setelah itu orang akan berlalu karena iklan tersebut tidak menarik, atau malah justru akan menikmati iklan tersebut dengan memperhatikannya lebih lama & lebih detail.

Salah satu cara agar dalam waktu beberapa detik tersebut orang bisa tertarik dengan iklan kita adalah dengan membuat iklan yang ANEH-ANEH atau bahkan NYELENEH. Berikut saya berikan contoh-contoh iklan yang saya maksud di atas. Selamat menikmati....... :-)





Friday, January 18, 2008

Jenis & Tipe Media Massa Cetak

Media Masa adalah media promosi yang sangat banyak digunakan untuk mempromosikan sebuah produk/jasa. Kelebihan media ini adalah jumlah Audien/pembaca yang mungkin melihat iklan Anda akan lebih banyak dan lingkup penyebarannya juga lebih luas sesuai dengan area distribusi Media massa tersebut.

Sarana promosi yang termasuk golongan Media Massa Cetak adalah :

  1. Koran
  2. Majalah
  3. Tabloid.

Kalau dilihat dari area penyebarannya, Media Masa ini terbagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :

  1. Media Massa Internasional
  2. Media Massa Nasional
  3. Media Massa lokal
  4. Media Massa Kawasan
  5. Media Komunitas


Contoh Media Masa yang diedarkan secara Internasional adalah TIMES. Kalo yang penyebarannya Nasional adalah KOMPAS, TEMPO dan REPUBLIKA.
Media yang diedarkan secara lokal contohnya adalah POSKOTA, INDOPOS, BALI POS & RADAR LAMPUNG. Sedangkan Media Massa yang penyebarannya hanya di wilayah/area yang kecil dan sering disebut Media Kawasan, contohnya adalah majalah KICAU (majalah khusus penghuni perumahan Bintaro Jakarta Selatan). Dengan berkembangnya arus informasi, saat ini media yang hanya terbit di kawasan tertentu seperti kawasan Bintaro, Cempaka Putih, Pondok Indah dll sudah mulai banyak bermunculan. Media ini sering disebut “Media Kawasan”. Bahkan koran, majalah & Tabloid yang diedarkan secara gratispun saat ini juga sudah mulai bermunculan. Yang disebut sebagai Media Komunitas adalah media yang fokusnya hanya pada lingkup yang lebih terbatas & sangat khusus. Biasanya Media Komunitas ini merupakan sarana berkomunikasi sekumpulan orang atau organisasi yang memiliki hoby khusus seperti Club Menyelam, Club mobil Jeep, Club Sepeda Motor, Club perhotelan/Traveling, dll.

Hati-hati dalam memilih Media Masa mana yang akan dijadikan tempat Anda beriklan. Kalau target konsumen Anda hanya di lingkup daerah sekitar Anda, maka gunakanlah koran/majalah lokal atau kawasan. Sedangkan kalau produk Anda dijual secara Nasional dan jaringan penjualan Andapun sudah ada dibanyak daerah, maka gunakan koran/majalah Nasional. Biasanya tarif iklan di koran lokal lebih murah dibandingkan dengan koran Nasional. Tarif yang digunakan media koran umumnya menggunakan satuan “milimeter kolom”. Untuk iklan berwarna harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang hitam-putih. Oleh sebab itu kalau iklan produk Anda memang memungkinkan untuk dicetak hitam-putih maka tidak perlu dicetak berwarna supaya anggaran promosi bisa dihemat dan lebih efektif. Selain itu kalau jaringan penjualan anda belum sampai ke daerah-daerah, maka jangan gunakan Media Massa yang peredarannya secara Nasional.

Bila produk Anda memungkinkan untuk di"Barter" dengan iklan di Media, maka jangan ragu untuk menawarkan (Negosiasi) dengan Media tersebut. Karena dengan melakukan barter iklan, maka Kita akan mendapat keuntungan ganda. Pertama Anda bisa mempublikasikan produk kita di Media sebagai iklan, dan yang kedua adalah Anda bisa memberikan Sampel produk kita sehingga jumlah orang yang mengetahui produk kita akan lebih banyak. Jadi Hitung-hitung jualan produk Anda juga kan...?

Selain itu mintalah kepada Media tersebut untuk membantu memuat berita mengenai produk Anda atau profil bisnis Anda. Biasanya kalau Kita sudah berlangganan iklan di sebuah Media, maka Media tersebut bisa lebih terbuka terhadap penawaran kita. Coba saja kalo tidak percaya.......

Monday, January 7, 2008

Cari Tahu Dengan Jarimu....!!!!!

Media cetakan seperti brosur, flyers, katalog atau poster yang sudah pernah kita bahas sebelumnya kalau sudah habis dibagi-bagikan kepada konsumen, maka kita harus cetak ulang lagi beberapa kali sesuai kebutuhan Kita. Kalau kita melakukan promosi sepanjang tahun, maka dapat dipastikan bahwa kita akan mencetak brosur tersebut cukup banyak sekali. Kalau dihitung biaya cetak setahunnya bisa lumayan besar.

Ada cara yang lebih efektif dan Anda tidak perlu lagi repot untuk mencetak berulang-ulang sepanjang tahun, yaitu dengan membeli ruang iklan di buku panduan telepon (Yellow pages, Industri Niaga, dll). Selain itu Anda juga tidak perlu membayar Disainer untuk merancang iklan yang akan dimuat. Karena Salesman/Agen yang menawarkan ruang iklan di tempat tersebut biasanya bisa membantu mendisainkan iklan Anda. Sekali saja Anda memutuskan untuk berpromosi di buku panduan telepon, maka iklan Anda akan dicetak sebanyak jumlah buku yang diterbitkan pada tahun yang bersangkutan. Dan secara otomatis produk Anda sudah diiklankan setahun penuh bahkan lebih, karena buku tersebut kadangkala masih digunakan meskipun sudah berganti tahun.

Coba kita lihat diri kita sendiri masing-masing. Selama ini saat Kita mencari informasi sebuah produk/jasa yang dibutuhkan sedangkan Kita tidak punya banyak waktu untuk mencari brosur atau mengunjungi pameran, maka yang akan dilakukan adalah segera membuka halaman kuning. "Cari tahu dengan Jarimu......!!!!" begitu bunyi iklannya. Ya, Yellow Pages!!! Namun kelemahan dari buku panduan telepon adalah dia tidak bisa meng-expose secara detail keunggulan produk kita. Selain itu cetakannya biasanya hanya hitam putih atau dua warna saja. Nah sekarang coba anda hitung ulang lagi budget promosi Anda. Selamat bekerja......