Monday, February 26, 2007

MEMBUAT BROSUR 1 :

BAGAIMANA MEMBUAT BROSUR YANG MENARIK ?
Untuk bisa menarik perhatian (Attention) konsumen, brosur tersebut harus memiliki penampilan atau kesan pertama yang cukup menggoda mata meskipun hanya dengan sekali lihat saja. Rata-rata orang menggunakan waktu hanya 1-2 detik untuk melihat sebuah iklan. Dalam waktu hanya sekian detik itulah Anda harus bisa mencuri perhatian orang. Banyak cara bisa digunakan untuk bisa menarik perhatian (attention) konsumen, sepert :

1. Dengan memberikan foto wanita/pria yang menarik di bagian depan brosur. Ini digunakan dihampir semua produk di dunia. Bahkan pada perusahaan-perusahaan besar digunakan publik figur yang terkenal seperti para selebriti, atlit olah raga, ratu kecantikan tokoh masyarakat dan pemimpin organisasi besar. Tentunya jangan lupa juga untuk mencantuman foto produk kita, karena pada dasarnya produk kitalah yang dijual. Foto orang yang digunakan sebagai figur produk kita ini tidak boleh sembarangan. Harus disesuaikan dengan produk yang kita jual. Misalnya kalau yang dijual produk kosmetik atau alat kecantikan, maka harus menampilkan figur wanita yang juga cantik dan menarik. Kalau yang dijual obat atau alat pelangsing tubuh, maka tampilkan wanita yang memiliki tubuh yang langsing dan ideal. Kalau produk yang dijual popok bayi, maka tampilkan bayi yang bertubuh sehat, berkulit bersih, memiliki mimik muka yang menggemaskan dan lucu.

2. Memberikan judul utama yang bombastis & fantastis sehingga menarik perhatian orang yang secara sekilas membaca untuk kemudian karena tertarik akan membaca ulang kembali dalam hatinya. Judul utama ini biasanya dicetak sangat besar, memiliki jenis huruf yang unik, berwarna mencolok dan mendominasi halaman depan brosur. Kata-kata atau kalimat yang dipakai tidak boleh terlalu panjang, jadi judul utamanya harus singkat tetapi bisa mewakili program promosi atau produk yang dijual. Kadang-kadang kita sulit sekali menemukan kata-kata yang menjadi kunci dari iklan yang akan kita buat. Oleh sebab itu janganlah terburu-buru dalam menentukan kata-kata kunci ini. Buatlah beberapa alternatif judul / kata kunci, lalu tanyalah kepada beberapa orang di sekitar kita apa pendapat mereka dengan kata-kata tersebut. Buatlah survey kecil-kecilan agar Anda yakin betul bahwa judul utamanya memakai kata-kata yang menarik perhatian banyak orang. Contoh penggunaan judul utama yang sering digunakan dapat Anda lihat seperti di bawah ini :
· “Cuci Gudang”
· “Diskon Gede-gedean”
· “Beli 1 dapat 2”
· “Lindungi Mobil Anda”
· “Menu Istimewa”
· “15 menit dari pintu tol”
· “Lingkungan Hijau di Pusat Kota”
· “Murah Meriah”
Judul utama ini kadang-kadang juga menggunakan problem/masalah utama yang ada pada konsumen yang dituju, misalnya :
· “Problem Kegemukan?”
· “Bermasalah dengan Jerawat?”
· “Susah Buang Air Besar?

3. Gunakan nuansa warna yang sesuai degan produk dan target pembeli Anda. Ini juga sangat penting karena penggunaan warna-warna tertentu ternyata mempengaruhi daya tarik konsumen tingkat/golongan tertentu pula. Misalnya, untuk produk mainan anak-anak akan lebih sesuai dan lebih menarik bila digunakan warna-warna dasar yang terang. Untuk produk asesoris remaja putri akan lebih menarik bila lebih banyak menggunakan warna pink. Untuk produk elektronik atau barang berteknologi tinggi biasanya akan banyak menggunakan warna biru, merah dan hitam. Untuk produk interior exclusive akan lebih baik banyak menggunakan warna coklat, crème dan hitam. Jadi komposisi warna ini berfungsi juga dalam menarik perhatian orang-orang dengan segmen yang berbeda-beda.

4. Cantumkan Harga atau Diskon produk Anda. Bila Anda yakin bahwa harga produk Anda paling murah atau diskon Anda paling besar dibanding dengan merek lain yang mutunya sama, jangan ragu-ragu untuk mencantumkannya. Bahkan kalau memungkinkan jadikan harga tersebut sebagai unsur dalam judul Utama dan dicetak besar serta dominan. Harga yang murah dan mutu yang bagus adalah dambaan setiap konsumen termasuk Anda dan saya juga tentunya. Oleh sebab itu konsumen akan langsung tertarik bila harga produk yang mereka cari ternyata ada yang lebih murah dibanding dengan yang lainnya.
5. Gunakan penanda khusus pada judul utama seperti bentuk bintang, oval, lingkaran, kotak, tanda panah dan bentuk lainnya. Ini berfungsi untuk lebih memperkuat kesan dari judul yang telah ditentukan. Penanda khusus ini biasanya disebut Flashes.

Kita tidak perlu menggunakan seluruh cara diatas untuk kita masukkan kedalam sebuah iklan produk kita. Mungkin hanya perlu satu atau dua cara saja yang bisa kita gabungkan dalam materi iklan kita. Kalau kita memaksakan diri menggunakan kelima cara diatas dalam sebuah iklan kita sekaligus, maka akan dapat dipastikan bahwa lay out atau disain iklan kita menjadi kacau dan malah konsumen tidak mengerti pesan utama apa yang disampaikan dalam iklan tersebut. Jadi pilihlah cara-cara yang menurut Anda sesuai dengan produk Anda.

Sunday, February 25, 2007

Sarana Apa saja yang bisa kita gunakan untuk berpromosi

Dari tulisan saya sebelumnya, kita mengetahui bagaimana promosi itu bisa mempengaruhi pikiran konsumen untuk mau membeli produk kita. Berikutnya kita akan membahas sarana apa saja yang bisa digunakan untuk berpromosi/beriklan.

Seiring dengan kemajuan jaman dan makin cepatnya perkembangan teknologi, maka sarana yang dapat digunakan untuk berpromosi akan juga semakin beragam. Sebut saja salah satunya adalah SMS melalui Handphone. Berpromosi dengan media SMS sangat populer sekali saat ini. Media ini bahkan tidak hanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, tapi juga perusahaan-perusahaan kecil. Kalau kita menengok ke belakang sekitar dua dekade yang lalu, tentunya kita belum mengenal penggunaan SMS ini sebagai sarana promosi yang cukup handal.

Kedepannya akan sangat mungkin sekali seiring dengan perkembangan telephone genggam berteknologi 3G maka produk-produk baru dapat dilauncing & dipromosikan melalui format audio-video bahkan dapat dapat dilihat secara “LIVE” sebagaimana layaknya televisi dalam genggaman. Dan semakin ke depan lagi mungkin akan muncul teknologi-teknologi baru yang bisa digunakan untuk mempublikasikan suatu produk.

Saat ini selain media yang berteknologi maju, ada banyak sekali media konvensional yang dapat digunakan untuk berpromosi/beriklan. Oleh sebab itu untuk mempermudah pemahaman maka media-media iklan tersebut dapat dikelompokkan dalam beberapa katagori yaitu:

1. Media cetakan, seperti : Brosur, selebaran, poster, katalog, buku telepon (yellow pages Belanja & Industri Niaga)
2. Media Masa/Surat Kabar, seperti : Koran, majalah & tabloid
3. Media luar ruang (out door), seperti : Billboard, neon box, papan nama toko, Umbul-umbul, spanduk & banner
4. Media elektronik, seperti : Radio, TV, Video & Film
5. Sarana transportasi, seperti : pada bodi luar Bis, Kereta, Mobil Box & motor
6. Kegiatan/event , seperti : Pameran, bazar, konser musik, aktifitas sosial kemasyarakatan, parade nasional & pertandingan olah raga
7. Suvenir & Barang dagangan (Merchandise) : alat peraga, pajangan/diplay produk, miniatur/tiruan produk (Dummies), tester produk
8. Reverensi (dari mulut ke mulut), Surat langsung dan masal
9. Media lainnya sesuai perkembangan teknologi, seperti : website, E-mail, SMS dan lain sebagainya.

Bagaimana sebenarnya promosi bisa mempengaruhi pikiran & hati konsumen

Terjadinya penjualan adalah proses panjang di mana suatu produk awalnya mungkin sama sekali tidak diketahui oleh khalayak umum. Supaya masyarakat umum (konsumen) mengetahui produk tersebut, maka produk tersebut harus diinformasikan kepada masyarakat/konsumen. Setelah konsumen mengetahui produk tersebut maka di dalam benak pikiran konsumen akan mencerna apakah dia memerlukan produk tersebut atau tidak. Kalau dia memang membutuhkan produk tersebut, maka konsumen akan mencari informasi lebih banyak lagi tentang produk tersebut.

Dari sekian banyak informasi tersebut biasanya konsumen akan mulai tertarik perhatiannya pada produk yang sesuai dengan apa yang dia inginkan. Disinilah tahap awal dimana promosi berfungsi untuk bisa Menarik Perhatian (Attention) konsumen. Cara-cara berpromosi supaya bisa menarik perhatian ini akan dibahas pada bagian lain.

Setelah konsumen tertarik terhadap suatu produk biasanya dia akan mulai untuk fokus mencari informasi lebih dalam dan spesifik lagi mengenai produk tersebut. Disinilah iklan atau promosi diuji apakah bisa mendorong minat (Interest) bagi para konsumen. Bila informasi detilnya ternyata tidak sesuai dengan asumsi dan pemikiran konsumen maka minat konsumen akan produk tersebut menjadi batal. Tapi kalo yang ditawarkan oleh produk tersebut ternyata sesuai dengan yang ada di benak konsumen bahkan mungkin melebihi ekspektasinya, maka konsumen akan memiliki keinginan (Desire) untuk membeli. Biasanya iklan atau promosi yang bisa menciptakan keinginan konsumen untuk membeli adalah promosi yang bisa menjelaskan bahwa produk yang ditawarkan memiliki mutu, bentuk, disain atau fungsi yang bagus serta harga yang bersaing. Khusus pada produk makanan dan minuman, promosinya harus bisa memberikan gambaran di benak konsumen bahwa produk makanan tersebut sangatlah lezat dan bermanfaat. Untuk produk berupa jasa biasanya yang ditawarkan adalah kemudahan, kenyamanan, keamanan dan kebanggaan.

Setelah konsumen merasa ingin membeli suatu produk, maka iklan harus bisa menginformasikan kepada konsumen bagaimana cara mendapatkannya dan di mana produk itu bisa didapat. Sehingga konsumen akan mengambil tindakan (Action) untuk membeli produk tersebut.

Jadi kalo dirangkum dari penjelasan di atas, promosi itu bisa mempengaruhi pikiran & benak konsumen dengan mengikuti prinsip AIDA, yaitu :
1. Attention (Menarik Perhatian)
2. Interest (meninbulkan/mendorong minat)
3. Desire (Menciptakan Keinginan)
4. Action (mengambil tindakan)

BIDANG APA SAJA YANG DAPAT DIPROMOSIKAN?

Promosi sebenarnya tidak hanya diperlukan oleh produk yang baru diedarkan di pasaran, tetapi juga banyak dipakai oleh produk-produk yang memang sudah lama ada. Lihat saja produk-produk seperti Coca cola, Aqua, Dunkin Donut, berbagai merek sabun mandi dan shampo serta jasa penerbangan. Semuanya secara kontinyu dan periodik mempromosikan produknya tanpa henti.

Selain produk berupa barang & jasa, banyak bidang lain yang juga memanfaatkan fungsi promosikan untuk mencapai tujuannya seperti :
1. Promosi untuk kenaikan Jabatan/pangkat seseorang di kantor.
2. Promosi untuk pemilihan ketua sebuah organisasi, jabatan di partai atau kursi di pemerintahan.
3. Promosi untuk memasyarakatkan pesan-pesan sosial seperti waspada terhadap HIV-AIDS, flu burung serta bahaya banjir.
4. Promosi untuk kegiatan-kegiatan besar (event) seperti konser musik, pertandingan olah raga, parade bunga, pemecahan rekor, dll.

MENGAPA PERLU BERPROMOSI?

Kita sering melihat suatu bisnis/usaha meskipun sudah berjalan bertahun-tanhun tapi tidak bisa berkembang. Bahkan ada yang hanya bertahan tidak lebih dari setahun sudah finish/tutup. Ini tentu menjadi pertanyaan, kenapa demikian? Jawabannya mungin sederhana, yaitu tidak banyak yang tahu bahwa Anda membuka usaha tersebut. Kalaupun ada yang tahu paling orang-orang disekitar kita saja yang jumlahnya tidak seberapa. Bagaimana mungkin orang membeli suatu produk tanpa mengetahui informasi sekecil apapun dari produk yang Anda jual.

Terakhir kali saat Anda membeli sebuah produk, pernahkah terpikir dalam benak Anda bahwa keputusan dalam membeli produk tersebut sebenarnya adalah hasil dari masukan informasi dari banyak sumber? Saat Anda memiliki keinginan atau kebutuhan terhadap suatu produk, maka mulai saat itulah Anda membutuhkan informasi mengenai di mana Anda bisa mendapatkan produk tersebut, berapa harganya, merek apa saja yang bagus, apa saja spesifikasinya, warnanya, ukurannya, garansi, purna jualnya dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut, maka Anda akan mulai bertanya kepada orang lain, melihat iklan di koran, mencari brosur, mengunjungi pameran/bazar, atau mengakses internet. Setelah mendapatkan banyak informasi maka Anda akan mulai mempertimbangkan untuk menentukan produk/merek mana yang akan Anda beli.

Di situlah peranan promosi sangat penting. Yaitu menginformasikan kepada konsumen mengenai suatu produk, harga, keunggulan, dan segala informasi yang berhubungan dengannya. Produk apapun yang akan Anda jual baik itu berupa barang maupun Jasa, akanlah sia-sia bila tak seorangpun mengetahuinya. Meskipun produk Anda berkualitas bagus dan berharga murah namun kalau tak seorangpun yang pernah mengetahui keunggulannya baik melalui brosur, iklan di media masa, atau peragaan di sebuah pameran maka mustahil orang dengan serta merta membeli produk Anda. Siapapun tentu tidak ingin membeli “kucing dalam karung”.

Selain berfungsi untuk menginformasikan suatu produk kepada para konsumen, promosi juga diperlukan untuk keperluan dan tujuan lain yaitu :
1. Untuk meningkatkan penjualan
2. Untuk mengumumkan program penjualan khusus seperti diskon istimewa, bonus tambahan atau undian berhadiah
3. Meluncurkan tipe baru dari sebuah produk yang sebelumnya sudah ada dengan berbagai perbaikan dan pengembangan.
4. Sebagai pengingat agar konsumen tetap tahu bahwa produk kita masih bertahan dengan kualitas yang bagus.
5. Menggapai konsumen-konsumen baru
6. Meningkatkan “Brand Image” atau membuat konsumen lebih percaya pada produk kita.
7. Mengundang keingintahuan konsumen akan produk yang kita jual.

Jadi kesimpulannya adalah, Lakukanlah Promosi atas bisnis/usaha Anda. Seberapapun kecilnya bisnis Anda lakukanlah promosi agar orang-orang mengetahui bahwa barang/jasa Anda layak dibeli dan sangat menguntungkan.

Wednesday, February 21, 2007

Alhamdulillah Multy Quadran

Alhamdulillah, sekarang saya bekerja dan berada di multy quadran. Saat ini saya masih menjabat sebagai Promotion Dept. Head di sebuah perusahaan Otomotif di Jakarta. Saya juga memiliki pekerjaan di luar sebagai Disainer serta Promotion Consultant bagi mereka yang memiliki usaha kecil & menegah. Selain itu sekarang saya juga sebagai salah satu Komisaris Terminal Tiket Depok, sebuah perusahaan patungan dengan bidang usaha jasa penjualan tiket pesawat, reservasi hotel, traveling, Haji & Umroh. Mungkin orang mengatakan hal ke dua di atas adalah bisnis/usaha sampingan saya. Tapi bagi saya tidak, semua quadran tersebut saya kerjakan dengan serius karena menyangkut dengan kepercayaan orang lain terhadap saya. Dan semuanya adalah urusan "menjemput rejeki" yang memang kewajiban & tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga.
Awal mula saya menganbil langkah multy Kuadran adalah karena temen-teman & kolega/kenalan saya sering minta bantuan untuk dibuatkan disain logo perusahaan, brosur, poster atau banner dari usaha/bisnis mereka. Bahkan kadang mereka juga minta dibuatkan strategi promosi kecil-kecilan untuk bisnis mereka. Makin lama pekerjaan makin banyak & kadang mereka malah minta bantuan juga untuk bidang yang diluar kemampuan/jangkauan saya, maka saya membentuk tim kecil yang membantu saya bila menyangkut pekerjaan Percetakan, Fotografi, Video editing dll. Jadi terus terang saya menggunakan pihak ke-tiga untuk pekerjaan diluar Disain Grafis & Disain Website.
Sekarang saya sedang merencanakan lagi untuk membuka usaha baru yaitu restoran/rumah makan yang mungkin akan dipegang langsung oleh istri saya. Saat ini saya sedang melakukan survei kecil-kecilan ke beberapa rumah makan yang enak & khas. Supaya saya bisa merasakan & mendalami kenapa usaha itu bisa berhasil.
Kedepannya Insya Allah saya akan lepas jabatan saya sebagai karyawan dan menekuni dunia bisnis & investasi. Tentunya kalau dari Quadran yang lain sudah bisa berhasil baik dan tentunya memiliki pasive income yang besar.

Doakan semoga lekas terwujud.