Wednesday, April 7, 2010

STUDI KASUS BISNIS DI RUKO

Pengunjung Blog yang saya hormati... Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena berbagai kesibukan, cukup lama juga saya tidak sempat menerbitkan tulisan lagi. Nah...mumpung lagi sempat, berikut saya kutip tulisan sahabat saya di websitenya www.obingmitra.com yang kebetulan materinya sejalan dengan tema blog yang saya bina ini, yaitu tentang dunia "Promosi". Semoga bermanfaat .........

Coba kita pelajari Study Kasus berikut ini:
Beberapa pemula usaha yang berlokasi di komplek ruko berpendapat, “ kita coba segini dulu nanti kalau sudah kelihatan ramai baru kita lengkapi “. Yang dimaksud segini dulu misalnya berbisnis restorant di unit ruko. Interior sudah, gedung sudah, tapi tidak dibuatkan papan merk ( billboard ) di depan toko atau di pole pinggir jalan raya utama karena alasan takut kena pajak, tidak diberi lampu penerangan yang cukup di parkiran karena alasan nanti bayar listrik mahal, dsb.

Sekarang kita perjelas dulu, kita usaha untuk mencari omzet atau untuk menghemat biaya? Jika untuk mencari omzet kenapa di saat pertama bisnis kita harus langsung menekan biaya? Jika kita ingin mendapatkan pelanggan, maka kita harus berpikir seperti seorang calon pelanggan. Bagaimana jika calon pelanggan mendapatkan brochure restorant Anda tapi susah mencari lokasi restorant Anda karena tidak ada papan nama atau petunjuk arah yang jelas. Sedangkan resto resto lain yang letaknya di pinggir jalan raya utama saja memasang papan merk dengan jelas, tapi resto Anda yang letaknya di dalam komplek ruko bagian belakang tidak punya papan nama dan papan petunjuk arah. Bagaimana Anda pikir bahwa orang akan memutuskan untuk datang ke restorant Anda jika mereka tidak tahu restorant Anda ada dimana ? Sedangkan banyak pilihan restorant lain yang jelas papan namanya dan rukonya bisa terlihat langsung jelas dari pinggir jalan raya utama.

Bagaimana jika Anda betul betul putuskan, lebih baik bertahan tidak pasang Billboard dan mencoba menyebar brochure saja. Beberapa mobil dan pengunjung mungkin akan datang ke lokasi komplek ruko Anda berada, tapi begitu masuk area parkir dan selintas di deretan ruko terdepan tidak terlihat merk resto Anda , apalagi secara sepintas di area belakang deretan ruko terdepan tampak gelap di belakang karena area parkir ruko deretan belakang tidak ada lampu penerangan parkir yang cukup terang, akhirnya mereka jadi ragu dan sekian detik kemudian langsung ambil keputusan untuk keluar dari komplek ruko tersebut. Mungkin mereka pikir salah lokasi atau kalaupun ada mereka merasa akan payah untuk putar putar cari resto yang dimaksud tapi belum tentu ada di komplek ruko tersebut. Apakah Anda pahami jika sehari saja ada 5 calon pengunjung yang mengalami dan melakukan hal tersebut, gagal datang ke resto Anda, jika dikalikan 30 hari maka dalam sebulan resto Anda kehilangan 150 tamu yang bisa memberikan restorant Anda omzet. Karena Anda lebih baik menghemat cost, akhirnya Anda tidak mendapatkan Omzet yang seharusnya pantas Anda dapatkan.

Semakin lama Anda bertahan dengan keputusan itu, semakin banyak Anda akan kehilangan calon tamu. Lalu kapan Anda mulai dapat omzet yang cukup untuk membiayai operasional, membayar gaji karyawan atau membuat promo tools lainnya. Jangankan mendapat keuntungan, bahkan setiap bulannya Anda harus keluar uang dari kantung sendiri untuk membayar kewajiban yang tidak bisa ditutupi dari omzet restorant. Anda mau bertahan terus seperti ini? Niat menghemat malah bisa jadi berakibat bangkrut.

Seandainya saja dari awal usaha Anda menjalankan semua aspek bisnis dengan optimal, seperti Identitas merk yang jelas, keberadaan resto yang mudah dicari, interior yang nyaman, fasilitas yang menyenangkan, mutu menu yang baik, organisasi dan karyawan yang handal, marketing yang efektif, maka dari bulan pertama pasti Anda sudah dapat pelanggan yang cukup dan memberikan kontribusi omzet yang cukup juga sebagai permulaan bisnis yang berprospek cerah. Memang akan keluar lebih banyak investasi di awal, tapi memang itukah aspek aspek minimum yang harus dipenuhi dalam membangun bisnis restorant misalnya di dalam komplek ruko. Jika semua aspek minimum sudah dipenuhi, maka jaminan bisnis akan berjalan lancar lebih besar dan bisa efektif sejak bulan pertama berbisnis. Demikian study kasus. SEMANGAT SUKSES. (Mirza)