Thursday, March 1, 2018

Belajar untuk menghargai orang lain - bag. 2.

Suatu pagi terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40-an sambil membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.
Karena masih sepi, mereka duduk di taman di samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau rumput.
Selesai makan, si wanita membuang sembarangan tissue bekas pakai.
Tidak jauh dari situ, seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting sedang memotong ranting-ranting.
Si kakek itu menghampiri dan memungut sampah tissue itu dan membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang tissue lagi, tanpa rasa sungkan kembali si kakek memungut dan membuangnya ke tempat sampah.
Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu dengan angkuh berkata ke anaknya: "Nak, kamu lihat, jika kamu tidak sekolah dengan benar, nanti kamu cuma jadi seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan membuang sampah, pekerjaan kotor seperti kakek itu”.
Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu: “Maaf, ini taman pribadi, bagaimana ibu bisa masuk kesini?”
Wanita itu dengan angkuh menjawab: “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”
Di waktu yang bersamaan seorang pria dengan sangat sopan dan hormat datang menghampiri sambil berkata: "Pak Presdir, saya hanya mau mengingatkan rapat sebentar lagi akan dimulai.”
Sang kakek (Bob Sadino) mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu, dia berkata: “Manager, tolong untuk wanita ini, saya sampaikan dia tidak cocok untuk mengisi posisi apapun di perusahaan kita.”
Sambil melirik ke arah si wanita, si Manager kemudian menjawab: “Baik Pak Presdir, kami akan laksanakan sesuai perintah Bapak.”
Setelah itu, sambil berjongkok sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak: “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapapun dia,direktur ataupun tukang sampah".
Si wanita tertunduk malu,tanpa berani memandang si kakek.
(Kisah Alm Bob Sadino)
 *sumber :
https://bobsadino1.blogspot.co.id/2015/08/kisah-teladan-belajar-untuk-menghormati.html

No comments: