Wednesday, March 16, 2016
Kata-kata Promosi Yang Bagus
Sunday, February 2, 2014
Keunggulan memiliki website sebagai sarana promosi
Sekian dulu...
Purwanto
Friday, October 4, 2013
Opportunity
Sunday, March 27, 2011
PRODUCT SAMPLING
Lala S.
Jawab:
Produk sample (Pruduct Sampling) memang termasuk salah satu sarana promosi. Ini biasanya digunakan perusahaan yang ingin produknya dikenal dan dirasakan langsung oleh target pasarnya. Prinsip dasarnya seperti Test Drive pada otomotif. Bedanya adalah kalau Product sampling, contoh produknya diberikan secara Cuma-Cuma alias gratis. Yang sering melakukan promosi dengan cara ini biasanya adalah perusahaan rokok, makanan & minuman serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari seperti sabun, shampoo, pasta gigi & parfum.
Yang harus diperhatikan kalau kita ingin berpromosi dengan cara ini adalah Harus memberikan contoh pruduk yang kualitas, rasa, warna & bentuk yang sama dengan produk aslinya. Jangan sesekali menggunakan produk yang memang Reject atau sisa produksi. Karena Product sampling adalah representasi dari produk sebenarnya yang kita jual. Biasanya yang membedakan produk asli dengan sampling adalah dari volume/ukurannya yang lebih kecil/sedikit.
Karena product sampling ini merupakan representasi dari produk suatu perusahaan, maka sangat berkaitan erat dengan Brand Image perusahaan. Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam memberikan Product sampling kepada target market kita. Jangan sampai produk yang kita berikan secara gratis kepada konsumen ternyata salah dalam target segmennya. Akibatnya sample produk kita malah terbuang percuma karena sampai di tangan konsumen ternyata tidak pernah dicoba sama sekali.
Tujuan utama dari Product Sampling adalah konsumen dapat mencoba & merasakan langsung produk yang sedang kita promosikan, sehingga konsumen dapat merasakan sensasi lain yang membedakan produk kita dengan produk lainnya. Selain itu metode ini juga digunakan untuk memperkenalkan suatu inovasi produk yang sebelumnya belum pernah ada sama sekali, agar konsumen tidak ragu-ragu untuk menggunakannya.
Tentunya konsumen tidak ingin “membeli kucing dalam karung” bukan…??? Naaahh… product sampling ini adalah jalan keluar untuk menembus konsumen yang sangat berhati-hari dalam membeli produk.
Demikian semoga berkenan
Purwanto
Wednesday, April 7, 2010
STUDI KASUS BISNIS DI RUKO
Coba kita pelajari Study Kasus berikut ini:
Beberapa pemula usaha yang berlokasi di komplek ruko berpendapat, “ kita coba segini dulu nanti kalau sudah kelihatan ramai baru kita lengkapi “. Yang dimaksud segini dulu misalnya berbisnis restorant di unit ruko. Interior sudah, gedung sudah, tapi tidak dibuatkan papan merk ( billboard ) di depan toko atau di pole pinggir jalan raya utama karena alasan takut kena pajak, tidak diberi lampu penerangan yang cukup di parkiran karena alasan nanti bayar listrik mahal, dsb.
Sekarang kita perjelas dulu, kita usaha untuk mencari omzet atau untuk menghemat biaya? Jika untuk mencari omzet kenapa di saat pertama bisnis kita harus langsung menekan biaya? Jika kita ingin mendapatkan pelanggan, maka kita harus berpikir seperti seorang calon pelanggan. Bagaimana jika calon pelanggan mendapatkan brochure restorant Anda tapi susah mencari lokasi restorant Anda karena tidak ada papan nama atau petunjuk arah yang jelas. Sedangkan resto resto lain yang letaknya di pinggir jalan raya utama saja memasang papan merk dengan jelas, tapi resto Anda yang letaknya di dalam komplek ruko bagian belakang tidak punya papan nama dan papan petunjuk arah. Bagaimana Anda pikir bahwa orang akan memutuskan untuk datang ke restorant Anda jika mereka tidak tahu restorant Anda ada dimana ? Sedangkan banyak pilihan restorant lain yang jelas papan namanya dan rukonya bisa terlihat langsung jelas dari pinggir jalan raya utama.
Bagaimana jika Anda betul betul putuskan, lebih baik bertahan tidak pasang Billboard dan mencoba menyebar brochure saja. Beberapa mobil dan pengunjung mungkin akan datang ke lokasi komplek ruko Anda berada, tapi begitu masuk area parkir dan selintas di deretan ruko terdepan tidak terlihat merk resto Anda , apalagi secara sepintas di area belakang deretan ruko terdepan tampak gelap di belakang karena area parkir ruko deretan belakang tidak ada lampu penerangan parkir yang cukup terang, akhirnya mereka jadi ragu dan sekian detik kemudian langsung ambil keputusan untuk keluar dari komplek ruko tersebut. Mungkin mereka pikir salah lokasi atau kalaupun ada mereka merasa akan payah untuk putar putar cari resto yang dimaksud tapi belum tentu ada di komplek ruko tersebut. Apakah Anda pahami jika sehari saja ada 5 calon pengunjung yang mengalami dan melakukan hal tersebut, gagal datang ke resto Anda, jika dikalikan 30 hari maka dalam sebulan resto Anda kehilangan 150 tamu yang bisa memberikan restorant Anda omzet. Karena Anda lebih baik menghemat cost, akhirnya Anda tidak mendapatkan Omzet yang seharusnya pantas Anda dapatkan.
Semakin lama Anda bertahan dengan keputusan itu, semakin banyak Anda akan kehilangan calon tamu. Lalu kapan Anda mulai dapat omzet yang cukup untuk membiayai operasional, membayar gaji karyawan atau membuat promo tools lainnya. Jangankan mendapat keuntungan, bahkan setiap bulannya Anda harus keluar uang dari kantung sendiri untuk membayar kewajiban yang tidak bisa ditutupi dari omzet restorant. Anda mau bertahan terus seperti ini? Niat menghemat malah bisa jadi berakibat bangkrut.
Seandainya saja dari awal usaha Anda menjalankan semua aspek bisnis dengan optimal, seperti Identitas merk yang jelas, keberadaan resto yang mudah dicari, interior yang nyaman, fasilitas yang menyenangkan, mutu menu yang baik, organisasi dan karyawan yang handal, marketing yang efektif, maka dari bulan pertama pasti Anda sudah dapat pelanggan yang cukup dan memberikan kontribusi omzet yang cukup juga sebagai permulaan bisnis yang berprospek cerah. Memang akan keluar lebih banyak investasi di awal, tapi memang itukah aspek aspek minimum yang harus dipenuhi dalam membangun bisnis restorant misalnya di dalam komplek ruko. Jika semua aspek minimum sudah dipenuhi, maka jaminan bisnis akan berjalan lancar lebih besar dan bisa efektif sejak bulan pertama berbisnis. Demikian study kasus. SEMANGAT SUKSES. (Mirza)
Friday, July 31, 2009
MASALAH PROPOSAL PENAWARAN
Ada banyak sekali pertanyaan yang masuk baik lewat e-mail, sms maupun di box komentar yang menanyakan tentang bagaimana membuat proposal atau surat penawaran. Bahkan banyak juga yang minta dikirimkan contoh-contohnya. Mohon maaf sekali saya tidak dapat menjawabnya satu per satu karena keterbatasan waktu yang saya miliki. Saya akan jawab saja sekaligus secara Umum lewat blog ini.
Berikut ini adalah kutipan beberapa e-mail yang masuk sebagai sekedar gambaran bagi yang lainnya mengenai permasalahan yang mereka hadapi yang mungkin sama dengan masalah dari rekan-rekan sekalian;
PERTANYAAN:
“Pak pur kami baru mendirikan usaha jasa provider outbound training dan wargame (mulai bulan januari kemarin). sampai saat ini perkembangan masih jauh dari target karena kurangnya promosi. kami ingin masukan apa yang harus kami lakukan dan kalau ada contoh proposal penawaran kepada perusahaan atau instansi tolong kami di kirimi.mohon maaf kalo merepotkan....terimakasih banyak pak
Bhekti Slamet”
“salam,usaha yang saat ini saya sedang jalani adalah bisnis strawberry, selama ini saya hanya mensupply barang untuk pedagang2 tradisional (hampir 7 bulan), saya merasa sepertinya usaha ini sudah sampai pada titik jenuh, perlu ada inovasi atau pengembangan.yang terpikir oleh saya saat ini adalah bisa mensuplai barang ke super market, hotel & restoran atau industri, namun saya tidak tahu apa dan bagaimana caranya!ketika saya coba tanya teman saya, katanya pakai proposal penawaran, itu tambah bingung saya lagi, saya tdk tahu bagaimana membuat proposal penawaran, oleh karena itu mohon Bapak Purwanto bisa memberi masukan dan dapat memberi contoh proposal penawaranThanx before
donny ferdinald”
“Yth. Bapak Purwanto,Saya membaca website anda dan saya tertarik dengan website tersebut. Saya ingin bertanya tentang contoh proposal penawaran barang. Saya baru memulai usaha berwiraswasta membuat kerajinan dari triplek. Saya ingin menawarkan barang saya ke supermarket - supermarket sebagai sovenir tetapi saya tidak tahu bagaimana cara memulainya.Besar harapan saya agar Bapak bersedia membalas email saya ini. Atas perhatian dan bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.Hormat saya,Yanti”
JAWAB:
Sebenarnya konsep utama dari proposal/surat penawaran adalah sebagai berikut :
1. Memperkenalkan diri tentang perusahaan Kita & bidang usahanya secara singkat.
2. Memperkenalkan Program, Produk-produk atau Bidang Jasa yang dihasilkan perusahaan kita
3. Memberikan Program Spesial, harga yang kompetitif, diskon khusus atau penawaran paket istimewa.
4. Nama orang yang bisa dihubungi beserta no. telpon & alamatnya bila ada yang ingin mengetahui produk kita lebih dalam (contact person).
Ke-4 point tersebut bisa kita uraikan cukup dengan satu atau dua halaman saja (berupa surat proposal penawaran) atau bisa juga diuraikan dalam bentuk Proposal lengkap yang menggunakan banyak halaman utuk dipresentasikan secara lengkap. Terserah Anda ingin menggunakan yang mana. Disesuaikan saja dengan kondisi
Pada point 1; Kita memberikan gambaran singkat mengenai perusahaan atau organisasi yang kita miliki. Kalau mau lengkap lampirkan juga foto-foto mengenai kantor, gedung, toko, bengkel kerja, gudang atau kios milik kita. Istilah kerennya mungkin bisa disebut Company Profile. Kenapa saya minta untuk melampirkan foto-foto? Karena biasanya orang akan malas untuk membaca proposal yang terlalu banyak tulisan. Ilustrasi berupa gambar atau foto biasanya lebih eye catching (menarik perhatian) sehingga proposal kita tidak cepat dibuang oleh si pembaca. Sertakan juga daftar perusahaan yang pernah/masih menggunakan produk/jasa perusahaan kita. Hal ini untuk memberikan gambaran mengenai tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk/jasa yang kita miliki. Kalau ada nama-nama perusahaan besar atau orang terkenal yang memakai produk/jasa kita, maka berikan urutan teratas dalam daftar tersebut. Karena biasanya mereka memiliki faktor Reverensi yang sangat kuat.
Point 2; Uraikan produk-produk atau bidang jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sekali lagi jangan lupa berikan foto-foto atau gambar agar orang bisa mengetahui bagaimana bentuk, ukuran, warna dan suasananya. Foto-foto produk/jasa ini merupakan daya tarik utama dari sebuah proposal. Kalau produknya berupa makanan, lampirkan foto hidangan yang menggugah selera. Dalam kasus pak Donny di atas, akan sangat menarik bila terdapat foto strawbery yang berwarna merah segar, berbentuk sempurna dengan tetesan embun yang masih menempel di bagian kulitnya dan berlatar belakang perkebunan yang berkabut dipagi hari. Kalau dalam kasus pak Bhekti karena produknya berupa jasa, maka ilustrasikan foto-foto yang menggambarkan suasana Game sedang berlangsung seolah-olah dalam rimba peperangan atau suasana outbound yang membuat orang akan menjadi refresh/segar kembali di alam bebas. Dalam hal ini mungkin kita membutuhkan jasa fotografer profesional untuk menghasilkan ilustrasi yang kuat. Tapi kalau dana minim ya... gunakan saja kamera digital beresolusi tinggi dan perbanyaklah foto-foto lalu pilih yang bagus. Berikan uraian mengenai spesifikasi produk yang kita tawarkan. Tonjolkanlah kelebihan-kelebihan produk kita, bila perlu bandingkan juga dangan produk sejenis lainnya. Cara ini sekarang banyak dipakai oleh provider selular dengan perbandingan harga “Termurah” dalam setiap brosur mereka.
Point 3; Tentunya Anda memiliki program penjualan/marketing yang harus disampaikan kepada khalayak umum sehingga orang memiliki alasan yang kuat untuk membeli produk/jasa tersebut. Istilah kerennya Selling Point. Semua hal yang akan memberikan benefit/keuntungan bagi konsumen harus Anda cantumkan disini. Misalnya diskon istimewa, beli satu dapat seribu, bonus pembelian, paket spesial, undian berhadiah, edisi terbatas dll.
Point 4; Sebagai penutup tentu Anda tidak ingin menyia-nyiakan orang yang tertarik dengan produk Anda bukan? Oleh sebab itu cantumkan Contact Person atau orang bisa dihubungi bila ada yang tertarik ingin membeli. Bila perlu sertakan juga outlet-outlet penjualan yang kita miliki, sehingga orang akan mudah mengunjungi lokasi mana yang terdekat untuk mendapatkan produk/jasa tersebut. Alamat harus jelas dan disertai no. telepon yang bisa dihubungi.
Naaaahhh..... tulisan diatas kan cuma teori diatas kertas... dan karena banyak e-mail/sms yang minta dikirimkan contoh-contoh proposal maka akan saya lampirkan beberapa contoh saja di blog ini. Mudah-mudahan bisa di-download dari manapun Anda berada. Mohon maaf sekali saya tidak bisa mengirimkan kepada para penanya satu per satu. Dan karena konsultasi di blog ini diberikan secara gratis untuk alasan dan semangat sosial yaitu penyebaran pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan terutama pengusaha mikro kecil & menengah, maka saya juga mohon izin secara terbuka kepada para pemilik proposal tersebut untuk saya publikasikan. Kalau memang ada pihak yang keberatan dengan dipublikasikannya materi tersebut saya mohon maaf dan mohon disampaikan kepada saya secara pribadi via e-mail untuk kemudian akan saya tarik kembali materinya.
Untuk para pengunjung blog DILARANG mengutip atau menggunakan ide/materi yang ada pada contoh tersebut untuk kepentingan pribadi dalam bentuk apapun tanpa seizin Saya atau pemilik proposal yang bersangkutan. Hormatilah hasil karya orang lain. Dan akan lebih baik jika menggunakan gaya atau ide anda yang orisinal untuk membuat proposal penawaran.
Semoga bermanfaat untuk semuanya.....
Purwanto.
Monday, January 12, 2009
STRATEGI PROMOSI DI DUNIA OTOMOTIF
TANYA:
Mas Pur saya dida, anak baru hehehe d periklanan, saya membacaartikel anda dan anda sekarang membantu salah satu perusahaan automotif dalam melakukan kampanye promosinya.
terimakasih
didAsambada
JAWAB:
Salam kenal juga….
Waaahhh… pertanyaan Dida terlalu general jadi mohon maaf kalau nanti jawabannya juga kurang detail.
Thursday, January 8, 2009
REKLAME DI PINGGIR JALAN
TANYA:
Salam Mas purwanto,
Belum lama Saya baca artikel - Artikel yang Mas muat di blog, menurut Saya Blog ini sangat bermanfaat sekali dan memancing Saya menanyakan.
contoh nya seperti ini ;
Suatu waktu Saya keliling
Nah yang ingin Saya tanyakan :
1. Bukankah hal semacam itu sangat mengganggu sekali terutama bagi pejalan kaki atau mengganggu lingkungan terutama penglihatan Kita?
2. Bagaimana Pemerintah Menangani hal semacam ini?
3. Sebenarnya itu lahan milik siapa? Jika milik pemda bagaimana prosesi nya, apakah lahan itu di sewa atau di beli sebagian sesuai dengan ukuran billboard nya oleh pihak advertising. Jika milik perorangan bagaimana?
4. Pihak - pihak mana saja yang terkait dalam urusan ini Reklame ini.
5. Yang Saya pernah dengar dari sumber lain, proses pengurusan pajak biasa nya rumit dan banyak yang "suka duit". Bagaiamana mengatasi hal ini.
Mungkin sekian dulu, Saya menunggu info nya, Terima kasih
Salam
David
JAWAB:
Langsung saya jawab satu per satu yah:
1. Billboard/reklame yang ada di taman atau pinggir jalan memang terkadang malah merusak keindahan lingkungan yang bersangkutan. Bahkan malah mengganggu para pejalan kaki karena pondasi strukturnya berada ditrotoar jalan.
3. Jika lokasi pondasi billboardnya ada di trotoar atau di taman, tentu lahan tersebut milik Pemda. Dan pihak Advertising biasanya membayar sewa lahannya kepada Pemda/Negara karena tidak diperjual belikan. Sedangkan untuk billboard yang pondasinya ada di pekarangan pribadi warga, maka pihak Advertising biasanya menyewa dari pemilik lahan tersebut. Biasanya jarang dan bahkan mungkin tidak pernah ada transaksi jual beli lahan untuk titik billboard. Karena ukuran lahan tanah untuk pondasinya tidak terlalu luas dan biasanya belum tentu titik tersebut dipakai kembali dikemudian hari, sehingga kurang menguntungkan untuk pihak Advertising Agency.
4. Pihak-pihak yang terkait dalam urusan Reklame/billboard ini adalah :
- Pihak Sponsor, yaitu perusahaan yang beriklan
- Advertising Agency, sebagai koordinator yang mengurus seluruh proyek.
- Kontraktor bangunan/struktur, yang membangun struktur pondasi, tiang & papan reklamenya.
- Pemda, untuk urusan perijinan bangunan & pajak periklanan.
- PLN, sebagai penyedia listriknya.
Purwanto
Sunday, November 2, 2008
DANA PROMOSI MINIM BUAT UKM
Dear Mr. purwanto yang good,
Saya adalah seorang pedagang kaki lima pak, pada awal mulai berdagang saya mempromosikan dagangan saya dengan membagikan produk saya kebeberapa rumah disekitar tempat saya berjualan. Strategi ini pada awalnya bisa dikatakan berhasil, karena ternyata hanya dalam hitungan bulan produk rasa makanan saya sudah dikenal disekitar lingkungan usaha saya. Dan selama 8 bulan usaha saya berjalan, bisa dikatakan mulai bulan ke-2 sampai sekarang gaji karyawan sudah bisa dibayar dari keuntungan. Yang ingin saya tanyakan adalah 1. apakah terburu-buru bila saya promosikan produk saya lebih luas lagi ?(usaha belum ada 1 tahun), 2. Apabila tidak, langkah paling efektif apa untuk mempromosikan produk saya lebih luas lagi?(bila ingin menggunakan dana promosi yang minimalize). Dan apa saja hal yang harus saya persiapkan sebelum promosi tersebut saya lakukan?. Begitulah kira-kira yang sedang saya bingungkan saat ini pak, mohon kiranya pak purwanto berkenan memberi saran kepada saya. Atas petunjuk bapak saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.
best regards,
ricky nova
JAWAB:
Wah… kayanya Ricky lagi “Feel Good” niiih…
Untuk mempromosikan produk kita agar dikenal lebih luas lagi tidak perlu nunggu 1 tahun dulu pak. Promosi itu bisa kita lakukan kapan saja, bahkan sebelum suatu produk dilepas ke pasaran kita bisa saja melakukan promosi pendahuluan (Teaser). Efeknya akan membuat konsumen penasaran & menunggu produk yang akan keluar tersebut.
Jadi kalau menurut Ricky dana promosinya sudah siap, maka lakukanlah sesuai kemampuan. Yang saya maksud sesuai kemampuan disini bukan hanya dalam hal budget/dana promosinya saja, tetapi juga kemampuan produksi, tenaga serta kemampuan distribusinya. Semuanya harus siap serta mampu menghadapi peningkatan permintaan barang. Jangan sampai kita yang sudah mengeluarkan dana promosi cukup besar tapi begitu permintaan dari konsumennya bertambah banyak kita malah tidak sanggup memenuhinya. Oleh sebab itu modal untuk produksi, tenaga kerja dan jaringan distribusi juga harus dipersiapkan dengan baik.
Area promosi atau penyebaran informasinya juga harus benar-benar terarah sesuai target konsumen yang kita bidik. Jangan terlalu bias ke mana-mana, sehingga biayanya benar-benar disesuaikan dengan kemampuan.
Karena Ricky merintis usahanya dari yang kecil/sederhana, maka saran saya adalah alokasikan saja sebagian keuntungan yang diperoleh perbulannya untuk kebutuhan promosi. Terserah bapak mengatur presentasinya berapa. Kumpulkan dulu beberapa bulan dana promosi dari hasil alokasi keuntungan tersebut sampai akhirnya cukup untuk beriklan. Setelah beriklan/berpromosi, maka amatilah perkembangannya per-3 bulan kemudian. Kalau ada peningkatan hasil, maka otomatis akan ada peningkatan alokasi dana promosinya. Jadi pada periode promosi berikutnya tentu kita akan bisa berpromosi lebih banyak lagi. Begitu seterusnya makin lama promosi bapak akan makin besar sesuai kemampuan.
Mengenai media promosi yang akan digunakan sebaiknya tidak monoton dengan brosur saja, tetapi dibuat alternatif lain juga seperti spanduk, poster, iklan di majalah/koran, radio, website dll. Pada tahap-tahap awal jangan lupa untuk mengamati media promosi mana yang paling efektif. Caranya dengan menanyakan ke konsumen yaitu; mereka tahu tentang produk kita dari mana?
Setelah kita mengetahui media yang paling efektif, maka kita harus fokuskan dana promosinya ke media tersebut. Tetapi kalau bisa sesekali diselingi juga dengan media promosi lain seperti tersebut di atas.
Saya rasa cukup untuk tahap awal, semoga sukses.
Purwanto
Wednesday, October 8, 2008
BOOKLET
Tanya:
Selamat Siang Pak Purwanto..
Saat ini saya sedang berusaha membuat media promosi buat usaha kecil2an saya. Jujur saja, blog Bapak sangat membantu saya.
Mohon bantuannya, apa bedanya Brosur dan booklet itu Pak? Kalau memungkinkan, tolong dibuat tatacara bikin booklet juga dong Pak...
Terima Kasih.
Hormat Saya,
Denny Surya Sentosa
Saya akan fokuskan penjelasannya di booklet saja ya…. Karena kalau masalah brosur sudah banyak dibahas dalam tulisan terdahulu. Pak Denny bisa membacanya diblog saya.
Dalam booklet kita akan mempunyai ruang halaman yang lebih banyak untuk menampilkan apa saja tentang perusahaan kita. Unsur-unsur yang bisa kita masukkan kedalam booklet antara lain :
- Sejarah berdirinya perusahaan kita
- Struktur organisasi perusahaan
- Fasilitas-fasilitas yang perusahaan miliki. (Mesin-mesin, Gudang, Ruang produksi, Gedung-gedung, jaringan computer dll.)
- Bahan baku yang berkualitas
- Proses produksi
- Quality Control
- Pengolahan limbah sisa produksi
- Hasil-hasil produksi (Produk-produk yang kita jual)
- Jaringan penjualan
- After Sales Service
- Garansi
- Penawaran harga khusus
- Dll. Sesuai kondisi perusahaan.
- Mesin/Alat-alat berat.
- Furniture
- Peralatan Keamanan
- Barang-barang Koleksi seni
- Barang-barang kebutuhan Hoby (memancing, menyelam, aeromodeling, peralatan pendakian dll)
- Peralatan dapur/memasak,
- Produk-produk Jasa, dll.
Purwanto
Wednesday, September 3, 2008
BAGAIMANA CARA MEMBUAT BROSUR
Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, berikut akan saya coba terangkan agak lebih detail mengenai "Bagaimana cara membuat brosur". Saya akan terangkan mengenai proses saat datang ke percetakan, bawa materi apa saja dan bagaimana tetek bengeknya secara teknis. Di sini Saya akan permisalkan kita sedang mempersiapkan bisnis Kue/katering.
Langkah pertama sebelum kita membuat brosur adalah menyiapkan Konsep & Tema dari brosur. Konsep atau tema yang saya maksud misalnya, kalau yang akan kita jual adalah kue ulang tahun dalam berbagai bentuk, disain & rasa, maka nuansa brosur dan segala gambar serta tulisannya harus benar-benar bertema ulang tahun. Jadi selain ada foto contoh kue ulang tahun yang kita jual mungkin perlu juga gambar/foto balon, lampion, pita, lilin dan sebagainya. Kalau yang kita jual misalnya katering untuk perkawinan, maka harus mempersiapkan foto/gambar yang ada hubungannya dengan perkawinan, misalnya foto sepasang pengantin di pelaminan, Balok ES yang membentuk inisial pengantin, Gerobak hias tempat makanan dihidangkan, dan sebagainya.
Dalam proses cetak ini perlu juga diperhitungkan budget/biaya yang kita miliki. Kalau memang ingin mencetak dalam jumlah banyak sekali, maka kita bisa pergi ke percetakan offset yang memiliki mesin cetak yang bagus. Tapi kalau bisnis/usaha kita belum besar dan budget kita masih sedikit, jangan mencetak ke tempat tersebut. Karena mereka biasanya memiliki standar minimum order dan tidak bisa melayani pencetakan brosur dalam jumlah sedikit. Kalaupun mereka bersedia mencetak dalam jumlah sedikit, maka biaya cetak perlembarnya akan cukup besar. Jalan keluarnya adalah mencetak ke tempat Digital printing. Syukurlah saat ini sudah banyak bertebaran tempat untuk mencetak dengan sistem Digital printing ini. Mereka biasanya menerima cetakan dalam jumlah yang hanya beberapa lembar saja sehingga biaya untuk membuat brosur bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Ada juga cara lain yaitu dengan Foto Copy berwarna. Namun saat ini Foto Copy berwarna masih agak jarang ditemui.
Demikian penjelasan dari Saya atas pertanyaan-pertanyaan yang banyak masuk ke redaksi dengan tema yang hampir sama yaitu "Bagaimana proses membuat brosur?" Semoga bermanfaat bagi mereka yang sedang memulai untuk mempromosikan usahanya.
Purwanto
Monday, August 25, 2008
SURAT /PROPOSAL PENAWARAN
TANYA:
Kepada yth,
Bapak Purwanto
Di tempat
Saya telah membaca blog Bapak yang isinya mengenai bidang promosi. Dan saya ingin memohon sedikit masukan dari Bapak mengenai cara promosi yang baik, karena saya yakin Bapak telah berpengalaman di bidang promosi ini.
Saya baru memulai usaha kecil2an sebagai supplier pakaian seragam/promosi, cara kerja saya yaitu dgn menelepon ke perusahaan2 utk membuat janji pertemuan ataupun utk mengetahui nama staff atau bagian yg bertanggung jawab dlm masalah pengadaan pakaian, kemudian saya mengirimkan proposal penawaran ke perusahaan2 tersebut.
Yang ingin saya tanyakan ke Bapak, sebaiknya saya harus menuliskan daftar harga atau tidak ya di proposal itu? Sebab saya ingin proposal itu jg sekaligus sebagai brosur. Yang saya perhatikan di jaman sekarang ini, banyak konsumen (termasuk saya sendiri) enggan / malas membaca brosur2 yg tdk mencantumkan harga di dalamnya, karena yang terpenting itu adalah masalah harga. Mungkin Bapak juga sependapat dengan hal itu.
Nah, masalahnya yaitu pakaian promosi/seragam itu
Saya mohon sedikit masukan dari Bapak Purwanto mengenai masalah tersebut, dan TERIMA KASIH atas waktu dan perhatian Bapak.
Salam kenal,
Andy Widjaya
Terima kasih sudah membaca blog saya. Kali ini kita membahas topic tentang surat/proposal penawaran yang biasa dibuat oleh sebuah perusahaan untuk bisa masuk ke perusahaan lainnya.
Sebenarnya Bapak tidak perlu pusing apakah harga yang bapak tawarkan perlu dimasukkan atau tidak. Dua-duanya boleh-boleh saja. Memang benar kata Bapak bahwa yang menjadi masalah penting tentu ujung-ujungnya adalah harga. Kalau Bapak yakin hasil produksi dari Bapak lebih bagus dengan harga yang murah, maka tak perlu takut untuk memasukkan harga yang bersaing tersebut. Tambahkanlah dalam proposal Bapak keterangan mengenai minimal order agar bisa mendapatkan harga yang ekonomis tersebut. Tambahkan juga keterangan tulisan sebagai berikut:
“Harga dapat berubah sewaktu-waktu, maka hubungi kami segera!!! Kesempatan hanya untuk saat ini saja!!!”
Sehingga dengan demikian orang yang membaca akan memaklumi kalau Mereka menghubungi Bapak diwaktu yang cukup jauh/lama dari tanggal yang tertera disurat maka harga yang Mereka dapat belum tentu sama. Begitu juga kalau order mereka dibawah jumlah minimum pemesanan, maka harga tersebut tidak berlaku.
Demikian dari saya semoga bermanfaat dan usaha Bapak Andy juga semakin sukses.
Salam kenal juga;
PURWANTO
Friday, July 4, 2008
Periklanan Dalam Sponsorship
Tanya:
Salam kenal,
Sekian pertanyaan dari saya, mohon masukannya mas. Terima kasih.
Regard,
Yunita Cindra
Sunday, October 21, 2007
BRUSUR, KATALOG & FLYER. SEJENIS TAPI BEDA FUNGSI.
A. BROSUR.Brosur adalah media yang paling banyak digunakan oleh mereka yang sudah lama menggeluti usaha/bisnis. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Efektif disini tidak hanya berarti memerlukan ongkos produksi yang cukup ringan, tapi juga bisa meyakinkan konsumen untuk segera melakukan Action membeli. Media cetakan dalam bentuk brosur biasanya merupakan modal paling dasar/pokok yang digunakan oleh para salesman, agen penjualan, produsen dan toko untuk bisa menginformasikan kepada konsumen mengenai keunggulan utama dari sebuah produk. Di dalam Brosur kita bisa menjelaskan dengan detail apa saja kelebihan suatu produk, keuntungan apa saja yang didapat konsumen bila membeli produk tersebut, bentuk fisik, warna, ukuran serta bagaimana cara mendapatkan produk tersebut. Fungsi & sifat utama brosur adalah memperkenalkan produk atau merek dagang barang atau jasa yang Anda jual.Kalau Anda kebetulan bisa mengoperasikan program Microsoft Word atau Power Point, sebenarnya Anda sudah bisa membuat brosur sendiri. Di dalam program tersebut biasanya sudah disediakan “Templates” khusus untuk membantu Anda membuat brosur sederhana. Anda juga bisa menggunakan keahlian dan imaginasi Anda sendiri tanpa harus menggunakan templates tersebut. Setelah Anda selesai mendisain brosur sendiri, disain tersebut dapat langsung dicetak dengan printer berwarna dan kertas khusus yg sudah banyak beredar dipasaran. Namun kalau ingin mencetak dalam jumlah yang banyak, sebaiknya pergi ke tempat percetakan terdekat supaya biayanya lebih murah dan hasilnya lebih baik.
Sebenarnya agar brosur Anda tampak menarik, diperlukan seorang Disainer yang bisa membuat lay out / tata letak gambar dengan baik. Anda cukup menceritakan apa saja yang ingin dimunculkan dalam brosur tersebut untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif disain/lay out.
Kalau Anda menggunakan jasa Disainer ini, usahakan Anda menceritakan dengan rinci dan detail mengenai produk Anda. Berikan beberapa contoh (sample) produk Anda kepada Disainer tersebut untuk dapat dicoba dan dimengerti keunggulan apa saja yang bisa ditonjolkan dalam brosur. Pastikan bahwa disainer tersebut benar-benar mengerti akan produk Anda sebelum memulai untuk megerjakan disain brosur Anda.
Bila disain sudah siap segeralah pergi ke perusahaan percetakan untuk mencetak brosur Anda. Mintalah kepada Disainer Anda referensi tempat percetakan yang baik agar tidak kecewa pada hasil cetakannya. Karena kadang-kadang hasil cetakan tidak sesuai dengan disainnya. Selain itu tanyakan juga jenis kertas yang dipakai. Di pasaran banyak sekali jenis kertas dan untuk produk tertentu kadangkala kita memerlukan jenis kertas tertentu untuk memberikan kesan yang sesuai dengan produk yang kita jual.
Saat ini persaingan bisnis di perusahaan percetakan sangat kuat sekali, sehingga kadang kala mereka juga menyediakan jasa disain/lay out brosur secara gratis. Namun dengan catatan harus mencetak brosur tersebut di perusahaan yang bersangkutan. Kadang kala mereka mengharuskan order cetak sejumlah tertentu (minimum order) supaya disainnya bisa gratis. Manfaatkanlah kemudahan tersebut.
B. KATALOG.
Bila produk yang ingin Anda promosikan jumlahnya banyak dan ingin sekaligus di-expose bersama-sama, maka disarankan untuk membuat Katalog. Karena produk yang dipromosikan dalam katalog ini jumlahnya banyak, maka biasanya cetakannya disatukan dalam bentuk buku atau majalah sederhana.
Katalog ini biasanya dipakai oleh :
1. Supermarket (Carrefour, Giant, Hypermart, Indomart, Alfamart dll)
2. Toko pakaian jadi (Matahari, Borobudur, Ramayana dll)
3. Toko & Produsen kosmetika,
4. Toko & Produsen elektronika, dll.
Katalog akan memudahkan konsumen untuk bisa memilih sendiri produk mana yang sesuai dengan keinginan dan anggaran biayanya. Terkadang produk-produk yang didisplay pada katalog disertai juga dengan harga & diskon yang bersaing.
C. SELEBARAN/FLYER.Selebaran/flyer Adalah bentuk sederhana dari brosur. Yang membedakannya dengan brosur adalah isi atau tema yang ada dalam disainnya. Brosur biasanya hanya menonjolkan kelebihan utama sebuah produk. Sedangkan selebaran/flyer biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara (temporary). Jadi bila Anda sedang melakukan program cuci gudang, program berhadiah atau memberikan diskon khusus, maka buatlah flyer. Selebaran/flyer biasanya menggunakan kertas cetakan yang lebih murah karena memang sifatnya yang harus segera disebarkan kepada banyak orang dalam waktu tertentu dan hanya selama program berlangsung.
Tuesday, March 20, 2007
JENIS-JENIS DAN SIFAT PROMOSI
Ada sedikit editing supaya tulisannya bisa lebih enak dibaca. Berikut tulisannya :
Promosi itu didunia marketing ada dua hal dilihat dari Media yang digunakan, yaitu :
1. Above the Line (ATL) iklan TV, Radio, Koran, BIllboard atau
2. Below The Line (BTL) pameran, event, dsb.
Kalau dilihat goal atau target dari promosi itu secara singkat bisa dikelompokan menjadi :
1. Product awareness (Kesadaran) : artinya disini iklan yg dibuat hanya sebatas membuka otak kognitif kita akan ada suatu produk baru. Sehingga otak kita dirangsang utk menerka-nerka produk apa sekiranya yang akan keluar. Biasanya produk ini hanya berupa "At a Glance" atau sekilas tidak ada nama produk tapi hanya coorporate brand name (spt BMW, Sampoerna, Nokia,dsb), tidak ada description tentang produk tadi, dan hanya sebuah informasi kulit, seperti "Nantikan tanggal ...., Lihat jam..., atau ada apa di hari..., dsb" Karena itu intensitasnya pun hanya sesaat dan tidak mengambil slot panjang dalam tayangan iklan tv. Iklan seperti ini sering juga disebut “Teaser”.
2. Product promotion (promosi) : biasanya pada kondisi ini bentuknya adalah mempromosikan jenis produk baru yang ditawarkan ke konsumen. Contohnya adalah iklan-iklan Koran, radio atau TV yang menyebutkan langsung jenis atau nama produk yang dijual, merek dan kelebihannya. Iklan ini merupakan iklan umum yang paling sering dilihat sehari-hari.
3. Recall/Reminding (Pengingat) : promosi disini di targetkan terhadap produk yang sudah keluar di pasaran dalam kurun beberapa waktu yg lalu. Jadi awareness konsumen disadarkan kembali (diingatkan kembali) terhadap produk yang kita jual. Jenis ini bisa menggunakan pola media yg sudah kita pake pada point 2. Jadi penekanannya hanya mengingatkan atas produk kita di pasaran. Iklan jenis ini banyak digunakan oleh merek yang sudah besar seperti Coca-cola, Mc. Donald, Sprite, Bodrex, dll.
4. Penetrate (memperdalam) : promosi ini yang biasanya digunakan para produsen untuk merubah pola konsumsi konsumennya. Maksudnya begini, sebagai contoh iklan pasta gigi. Merek apa saja, tapi Pepsodent contoh gampang. Menurut dokter gigi penggunaan pasta gigi itu sebenarnya cukup hanya seujung sikat gigi-nya saja (sekitar 1 Cm). Namun pesan yg diberikan oleh Pepsodent adalah memberikan contoh dengan mengoleskan pasta giginya sepenuh sikat giginya. Secara tidak langsung otak kognitif kita disadarkan bahwa setiap membersihkan gigi berarti harus menggunakan pasta giginya sepenuh sikat giginya, artinya produsen merangsang konsumen untuk menggunakan sebanyak-banyaknya. Walaupun dari manfaat yg dilihat tidak ada bedanya pakai sedikit atau banyak. Hal seperti ini juga dipakai oleh produsen Shampoo Rambut yang menganjurkan pemakaian setiap hari. Pesan yang Mereka pakai adalah “Aman digunakan setiap hari….”. Jadi fungsinya adalah agar konsumen lebih banyak dan sering menggunakan produk tersebut.
Arif Mustofa
Washington DC.



