home

Showing posts with label pengetahuan dasar promosi. Show all posts
Showing posts with label pengetahuan dasar promosi. Show all posts

Wednesday, March 16, 2016

Kata-kata Promosi Yang Bagus

Ada banyak pertanyaan yang masuk menanyakan bagaimana sih memilih kata-kata yang bagus buat promosi produk kita? Berikut saya tampilkan contoh pertanyaan yang masuk tersebut, dan saya akan jawab langsung dalam  kesempatan ini :



Tanya 1:
Perkenalkan nama saya Bambang Isriyanto (63th)& Silvana Isriyanto (60th), kami berdua sudah pensiun dan kami baru saja ikut business jasa travel melalui on line. Yaitu penjualan tiket pesawat terbang, tiket Kereta api, pengiriman barang/ dokumen melalui udara dan darat. Kami telah memilih nama Jasa jami adalah "JASA CHERIA". Mohon bantuannya kata2 promosi yang akan kamiposting di WA, FB, atau mungkin saya harus membuat website. Terima kasih atas bantuannya
Tanya2:
Perkenalkan nama saya nisa bramantyo ,saya saja ikut bussines jasa tour and travel. Yaitu penjualan tiket pesawat terbanng, tiket kereta api, vocher hotel, dsb. Jasa kami bernama "BERKAH ESTETIC TOUR AND TRAVEL ".Mohon bantuan untuk kata2 promosinya .Terimakasih atas perhatiannya.

Jawab:
Terima kasih telah mengunjungi blog saya.
untuk ibu Nisa, bp. Bambang dan yg lainnya, yg memiliki pertanyaan hampir sama...

Membuat kata2 promosi sesungguhnya tidak memiliki aturan yg baku. Bebas-bebas saja. Yang penting kata-kata tersebut bisa menarik perhatian orang atau bahkan mudah diingat oleh orang lain. Sehingga apabila kata2 tersebut dibaca/didengar, orang langsung ingat barang/jasa dari bisnis kita.. Jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang sehingga orang susah untuk mengingatnya. Gunakan istilah-istilah yang sedang nge-Trend, sedang in atau istilah sekarang "Kekinian".

Gunakan juga kata2 yg mewakili jiwa atau ruh dari bisnis kita. Kalau bisnis anda Tour & Travel, tentunya gunakan kata2 yg menggambarkan perjalanan yg aman, nyaman & Happy seperti "Tiket murah, perjalananpun Berkah" atau “Senyum Cerah seluruh keluarga” atau “Ceriakan perjalanan keluarga Anda”. Kalau bisnis makanan, ruh/jiwa bisnis makanan tentunya di "rasa". gunakanlah kata2 semacam "Mak Nyuuusss.." atau "rasanya menggoyang lidah” atau “pedasnya meledak di mulut”.

Boleh juga menggunakan kata2 yang aneh & nyeleneh seperti “Rawon setan bikin ketagihan” atau “rasanya kenyel-kenyel gurih” atau “Warung JANDA (Jajanan serba ada)”. Pokoknya intinya bebas-bebas aja. Gak usah pusing2 & yang penting enak dibaca atau didengar, jadi mudah diingat.

Untuk awalnya saya sarankan buatlah beberapa macam kata2 promosi. Setelah itu buatlah survey kecil-kecilan. Tanyakan ke beberapa sahabat atau saudara kita di sekitar. Mereka kebanyakan pilih yang mana. Nah… gunakan pilihan terbanyak dari hasil survey tersebut. Selamat mencoba…

Salam;
Purwanto

Sunday, February 2, 2014

Keunggulan memiliki website sebagai sarana promosi



Produk apapun yang akan Anda jual baik itu berupa barang maupun Jasa, akanlah sia-sia bila tak seorangpun mengetahuinya.  Meskipun produk Anda berkualitas bagus dan berharga murah namun kalau tidak seorangpun yang pernah mengetahui keunggulannya baik melalui brosur,  iklan di media masa, peragaan di sebuah stand pameran atau  online di INTERNET, maka mustahil orang dengan serta merta membeli produk Anda. maka Lakukanlah Promosi atas bisnis/usaha Anda. Seberapapun kecilnya bisnis Anda, lakukanlah promosi agar orang-orang mengetahui bahwa barang/jasa Anda layak dibeli dan sangat menguntungkan.

Dan promosi yang saat ini sedang trend & booming dikalangan wirausahawan baik kecil, menengah atau besar adalah melalui INTERNET (WEBSITE). Banyak bisnis-bisnis yang awalnya kecil & skala rumah tangga menjadi bisnis yang besar dengan skala industri akibat dari PERUSAHAAN/TOKO ONLINE mereka yang mampu memasarkan produknya ke seluruh Indonesia bahkan Dunia. Ditambah lagi dengan perkembangan yang sangat pesat dunia telekomunikasi dengan munculnya telepon pintar (Smart phone), sehingga internet dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Keuntungan utama memiliki Website dibandingkan dengan Toko/show room/usaha konvensional adalah sebagai berikut :

-          Biaya investasi awal sangat rendah. Kalau Anda harus menyewa Ruko atau bangunan dengan nilai kontrak puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka dengan Toko/usaha Online Anda cukup mengalokasikan dana beberapa juta bahkan bisa Cuma ratusan ribu saja Anda sudah punya toko/usaha yang bisa mendisplay semua produk Anda.
-          Biaya bulanan yang rendah. Kalau dengan toko/showroom konvensional Anda harus membayar biaya listrik, gaji pegawai untuk menjaga showroom, uang kebersihan/keamanan, pajak reklame iklan luar ruang untuk yang memiliki papan nama toko, dll yang tentunya berjumlah jutaan rupiah bahkan puluhan juta, maka dengan Toko Online (website) Anda cukup membayar koneksi internet & listrik untuk komputer agar bisa memantau transaksi online Anda.
-          Toko Online/Kantor usaha Anda buka 24jam nonstop. Kantor/Toko/showroom konvensional hanya mampu buka beberapa jam saja karena tentunya karyawan Anda tidak mungkin bisa bekerja 24 jam full. Dengan Website, kantor/toko anda akan tetap buka meskipun Anda sedang tidur atau berlibur. Website anda akan tetap bisa menerima pengunjung kapan saja dan dari mana saja.
-          Pengunjung Website usaha atau Toko Online Anda berasal dari seluruh Dunia. Sedangkan Toko/showroom konvensional hanya bisa dikunjungi oleh masyarakat lokal/sekitar saja. Otomatis dengan website produk Anda akan bisa dipasarkan ke lebih banyak orang tanpa kenal tempat & waktu. Hal inilah yang sering membuat produk lokal bisa lebih mendunia dan dari skala bisnis sampingan/rumahan menjadi industri yang cukup lumayan.
-          Pengunjung website bisa sampai ratusan bahkan ribuan perhari tanpa merepotkan Anda. Sementara kalau kantor usaha atau toko konvensional perhari paling bisa menampung beberapa konsumen saja. Kalaupun bisa sampai ratusan orang yang mengunjungi kantor/toko anda, tentu akan sangat melelahkan menangani para konsumen tersebut. Repot bukan?
-          Brand Image produk/perusahaan Anda akan lebih tinggi. Tidak dipungkiri lagi dengan memiliki website maka perusahaan/bisinis Anda akan memiliki gengsi dan citra yang lebih baik. Menunjukkan kredibilitas serta keseriusan dalam mengelola usaha kepada para rekan bisnis maupun konsumen Anda. Anda bisa memasukkan nama website (www.nama-usaha-anda.com) di dalam kartu nama, brosur, poster, spanduk, kemasan produk, kop surat, amplop surat, kendaraan operasional, papan nama toko, e-mail, sms, BBM, dan media-media lainnya. Keren bukan…?


Sekian dulu...
Purwanto

Friday, October 4, 2013

Opportunity


Opportunity atau kesempatan banyak mendatangi setiap orang  dan sebagian dari kita. Tapi kebanyakan dari kita tidak menyadarinya. Seperti halnya kesempatan menghasilkan uang sebetulnya ada dimana mana, itu berlaku bagi yang jeli  melihat kesempatan untuk dijadikan peluang. Tapi kalau yang  tidak jeli ya semua berlalu seperti biasa saja.
Untuk mengasah kepekaan melihat kesempatan, maka seseorang harus terbiasa hidup dan terjun langsung dalam lingkungan  dimana peluang terus dicari.  Dalam setiap lingkungan  kehidupan memiliki kesempatan dan peluangnya sendiri  sendiri. Tinggal pilih anda punya passion dan minat dimana.  Lingkungan pebisnis, lingkungan pedagang, bahkan kalau ini  peluang politik maka harus terbiasa di lingkungan partai  atau organisasi politik. Dalam hal peluang mendapatkan uang  yaitu kesempatan bisnis, maka kita harus jeli menghubung-hubungkan potensi tiap kesempatan yang mungkin bisa digali.  Potensi memang saat itu belum jelas terlihat, justru harus  dieksplore dan digali dengan cara dan strategi yang tepat  agar menjadi peluang. Setiap kebutuhan pasti bisa dipenuhi  oleh potensi lain. Visualisasikan cross demand supply dari  banyak potensi, nanti akan ketemu peluang bisnisnya.  Bagi pebisnis yang gigih dan efektif, maka peluang  kesempatan menjadi peluang bisa lebih dari 50%. Bagi yg  berpengalaman bahkan bisa 75%.
Sebelum semua itu yang terpenting pebisnis tsb sudah bersiap  dengan pengalaman atau wawasan mengenai cara memanfaatkan  kesempatan tsb. Itulah yang dinamakan Persiapan. Diantaranya  sudah mempelajari secara teori lingkup tugas tugas utama  agar bisnis bisa berjalan baik. Sudah ikuti seminar seminar  bisnis terkait, atau belajar dari rekan rekan pengusaha  sejenis yg sudah lebih dulu berkecimpung. Lebih baik lagi  jika sebelumnya sudah bergaul atau bahkan bekerja pada  perusahaan sejenis. Hanya saja sekarang beda status, kalau sebelumnya karyawan atau manajemen maka sekarang akan jadi  pemilik usaha mandiri. Tapi bukan berarti harus belajar  terus sampai betul betul matang. Usaha mandiri bukan teori  tapi masalah aplikasi. Yang penting mulailah dahulu, nanti  selanjutnya belajar bisa sambil berjalan. Jadikan cita cita  Anda jadi kenyataan.
 
Kesempatan+Persiapan = Peluang. Peluang+Action = Prospek.  Maka bersiaplah dan jadikan peluang agar kesempatan jadi  prospek. Prospek=Uang.
SEMANGAT SUKSES

sumber :www.obingmitra.com

Sunday, March 27, 2011

PRODUCT SAMPLING

Tanya : pak saya ingin tanya.. apakah produk sample itu termasuk produk promosi? kalau iya, saya minta tolong dong pak untuk memberikan teori mengenai produk sampling dan apakah produk sampling itu berkaitan dengan brand image? terima kasih. saya mohon jawabannya segera.

Lala S.

Jawab:
Produk sample (Pruduct Sampling) memang termasuk salah satu sarana promosi. Ini biasanya digunakan perusahaan yang ingin produknya dikenal dan dirasakan langsung oleh target pasarnya. Prinsip dasarnya seperti Test Drive pada otomotif. Bedanya adalah kalau Product sampling, contoh produknya diberikan secara Cuma-Cuma alias gratis. Yang sering melakukan promosi dengan cara ini biasanya adalah perusahaan rokok, makanan & minuman serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari seperti sabun, shampoo, pasta gigi & parfum.

Yang harus diperhatikan kalau kita ingin berpromosi dengan cara ini adalah Harus memberikan contoh pruduk yang kualitas, rasa, warna & bentuk yang sama dengan produk aslinya. Jangan sesekali menggunakan produk yang memang Reject atau sisa produksi. Karena Product sampling adalah representasi dari produk sebenarnya yang kita jual. Biasanya yang membedakan produk asli dengan sampling adalah dari volume/ukurannya yang lebih kecil/sedikit.

Karena product sampling ini merupakan representasi dari produk suatu perusahaan, maka sangat berkaitan erat dengan Brand Image perusahaan. Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam memberikan Product sampling kepada target market kita. Jangan sampai produk yang kita berikan secara gratis kepada konsumen ternyata salah dalam target segmennya. Akibatnya sample produk kita malah terbuang percuma karena sampai di tangan konsumen ternyata tidak pernah dicoba sama sekali.

Tujuan utama dari Product Sampling adalah konsumen dapat mencoba & merasakan langsung produk yang sedang kita promosikan, sehingga konsumen dapat merasakan sensasi lain yang membedakan produk kita dengan produk lainnya. Selain itu metode ini juga digunakan untuk memperkenalkan suatu inovasi produk yang sebelumnya belum pernah ada sama sekali, agar konsumen tidak ragu-ragu untuk menggunakannya.

Tentunya konsumen tidak ingin “membeli kucing dalam karung” bukan…??? Naaahh… product sampling ini adalah jalan keluar untuk menembus konsumen yang sangat berhati-hari dalam membeli produk.

Demikian semoga berkenan
Purwanto

Wednesday, April 7, 2010

STUDI KASUS BISNIS DI RUKO

Pengunjung Blog yang saya hormati... Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena berbagai kesibukan, cukup lama juga saya tidak sempat menerbitkan tulisan lagi. Nah...mumpung lagi sempat, berikut saya kutip tulisan sahabat saya di websitenya www.obingmitra.com yang kebetulan materinya sejalan dengan tema blog yang saya bina ini, yaitu tentang dunia "Promosi". Semoga bermanfaat .........

Coba kita pelajari Study Kasus berikut ini:
Beberapa pemula usaha yang berlokasi di komplek ruko berpendapat, “ kita coba segini dulu nanti kalau sudah kelihatan ramai baru kita lengkapi “. Yang dimaksud segini dulu misalnya berbisnis restorant di unit ruko. Interior sudah, gedung sudah, tapi tidak dibuatkan papan merk ( billboard ) di depan toko atau di pole pinggir jalan raya utama karena alasan takut kena pajak, tidak diberi lampu penerangan yang cukup di parkiran karena alasan nanti bayar listrik mahal, dsb.

Sekarang kita perjelas dulu, kita usaha untuk mencari omzet atau untuk menghemat biaya? Jika untuk mencari omzet kenapa di saat pertama bisnis kita harus langsung menekan biaya? Jika kita ingin mendapatkan pelanggan, maka kita harus berpikir seperti seorang calon pelanggan. Bagaimana jika calon pelanggan mendapatkan brochure restorant Anda tapi susah mencari lokasi restorant Anda karena tidak ada papan nama atau petunjuk arah yang jelas. Sedangkan resto resto lain yang letaknya di pinggir jalan raya utama saja memasang papan merk dengan jelas, tapi resto Anda yang letaknya di dalam komplek ruko bagian belakang tidak punya papan nama dan papan petunjuk arah. Bagaimana Anda pikir bahwa orang akan memutuskan untuk datang ke restorant Anda jika mereka tidak tahu restorant Anda ada dimana ? Sedangkan banyak pilihan restorant lain yang jelas papan namanya dan rukonya bisa terlihat langsung jelas dari pinggir jalan raya utama.

Bagaimana jika Anda betul betul putuskan, lebih baik bertahan tidak pasang Billboard dan mencoba menyebar brochure saja. Beberapa mobil dan pengunjung mungkin akan datang ke lokasi komplek ruko Anda berada, tapi begitu masuk area parkir dan selintas di deretan ruko terdepan tidak terlihat merk resto Anda , apalagi secara sepintas di area belakang deretan ruko terdepan tampak gelap di belakang karena area parkir ruko deretan belakang tidak ada lampu penerangan parkir yang cukup terang, akhirnya mereka jadi ragu dan sekian detik kemudian langsung ambil keputusan untuk keluar dari komplek ruko tersebut. Mungkin mereka pikir salah lokasi atau kalaupun ada mereka merasa akan payah untuk putar putar cari resto yang dimaksud tapi belum tentu ada di komplek ruko tersebut. Apakah Anda pahami jika sehari saja ada 5 calon pengunjung yang mengalami dan melakukan hal tersebut, gagal datang ke resto Anda, jika dikalikan 30 hari maka dalam sebulan resto Anda kehilangan 150 tamu yang bisa memberikan restorant Anda omzet. Karena Anda lebih baik menghemat cost, akhirnya Anda tidak mendapatkan Omzet yang seharusnya pantas Anda dapatkan.

Semakin lama Anda bertahan dengan keputusan itu, semakin banyak Anda akan kehilangan calon tamu. Lalu kapan Anda mulai dapat omzet yang cukup untuk membiayai operasional, membayar gaji karyawan atau membuat promo tools lainnya. Jangankan mendapat keuntungan, bahkan setiap bulannya Anda harus keluar uang dari kantung sendiri untuk membayar kewajiban yang tidak bisa ditutupi dari omzet restorant. Anda mau bertahan terus seperti ini? Niat menghemat malah bisa jadi berakibat bangkrut.

Seandainya saja dari awal usaha Anda menjalankan semua aspek bisnis dengan optimal, seperti Identitas merk yang jelas, keberadaan resto yang mudah dicari, interior yang nyaman, fasilitas yang menyenangkan, mutu menu yang baik, organisasi dan karyawan yang handal, marketing yang efektif, maka dari bulan pertama pasti Anda sudah dapat pelanggan yang cukup dan memberikan kontribusi omzet yang cukup juga sebagai permulaan bisnis yang berprospek cerah. Memang akan keluar lebih banyak investasi di awal, tapi memang itukah aspek aspek minimum yang harus dipenuhi dalam membangun bisnis restorant misalnya di dalam komplek ruko. Jika semua aspek minimum sudah dipenuhi, maka jaminan bisnis akan berjalan lancar lebih besar dan bisa efektif sejak bulan pertama berbisnis. Demikian study kasus. SEMANGAT SUKSES. (Mirza)

Friday, July 31, 2009

MASALAH PROPOSAL PENAWARAN

Para pengunjung blog yang saya hormati…..
Ada banyak sekali pertanyaan yang masuk baik lewat e-mail, sms maupun di box komentar yang menanyakan tentang bagaimana membuat proposal atau surat penawaran. Bahkan banyak juga yang minta dikirimkan contoh-contohnya. Mohon maaf sekali saya tidak dapat menjawabnya satu per satu karena keterbatasan waktu yang saya miliki. Saya akan jawab saja sekaligus secara Umum lewat blog ini.

Berikut ini adalah kutipan beberapa e-mail yang masuk sebagai sekedar gambaran bagi yang lainnya mengenai permasalahan yang mereka hadapi yang mungkin sama dengan masalah dari rekan-rekan sekalian;

PERTANYAAN:
“Pak pur kami baru mendirikan usaha jasa provider outbound training dan wargame (mulai bulan januari kemarin). sampai saat ini perkembangan masih jauh dari target karena kurangnya promosi. kami ingin masukan apa yang harus kami lakukan dan kalau ada contoh proposal penawaran kepada perusahaan atau instansi tolong kami di kirimi.mohon maaf kalo merepotkan....terimakasih banyak pak
Bhekti Slamet”


“salam,usaha yang saat ini saya sedang jalani adalah bisnis strawberry, selama ini saya hanya mensupply barang untuk pedagang2 tradisional (hampir 7 bulan), saya merasa sepertinya usaha ini sudah sampai pada titik jenuh, perlu ada inovasi atau pengembangan.yang terpikir oleh saya saat ini adalah bisa mensuplai barang ke super market, hotel & restoran atau industri, namun saya tidak tahu apa dan bagaimana caranya!ketika saya coba tanya teman saya, katanya pakai proposal penawaran, itu tambah bingung saya lagi, saya tdk tahu bagaimana membuat proposal penawaran, oleh karena itu mohon Bapak Purwanto bisa memberi masukan dan dapat memberi contoh proposal penawaranThanx before
donny ferdinald”

“Yth. Bapak Purwanto,Saya membaca website anda dan saya tertarik dengan website tersebut. Saya ingin bertanya tentang contoh proposal penawaran barang. Saya baru memulai usaha berwiraswasta membuat kerajinan dari triplek. Saya ingin menawarkan barang saya ke supermarket - supermarket sebagai sovenir tetapi saya tidak tahu bagaimana cara memulainya.Besar harapan saya agar Bapak bersedia membalas email saya ini. Atas perhatian dan bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.Hormat saya,Yanti”


JAWAB:
Sebenarnya konsep utama dari proposal/surat penawaran adalah sebagai berikut :
1. Memperkenalkan diri tentang perusahaan Kita & bidang usahanya secara singkat.
2. Memperkenalkan Program, Produk-produk atau Bidang Jasa yang dihasilkan perusahaan kita
3. Memberikan Program Spesial, harga yang kompetitif, diskon khusus atau penawaran paket istimewa.
4. Nama orang yang bisa dihubungi beserta no. telpon & alamatnya bila ada yang ingin mengetahui produk kita lebih dalam (contact person).

Ke-4 point tersebut bisa kita uraikan cukup dengan satu atau dua halaman saja (berupa surat proposal penawaran) atau bisa juga diuraikan dalam bentuk Proposal lengkap yang menggunakan banyak halaman utuk dipresentasikan secara lengkap. Terserah Anda ingin menggunakan yang mana. Disesuaikan saja dengan kondisi

Pada point 1; Kita memberikan gambaran singkat mengenai perusahaan atau organisasi yang kita miliki. Kalau mau lengkap lampirkan juga foto-foto mengenai kantor, gedung, toko, bengkel kerja, gudang atau kios milik kita. Istilah kerennya mungkin bisa disebut Company Profile. Kenapa saya minta untuk melampirkan foto-foto? Karena biasanya orang akan malas untuk membaca proposal yang terlalu banyak tulisan. Ilustrasi berupa gambar atau foto biasanya lebih eye catching (menarik perhatian) sehingga proposal kita tidak cepat dibuang oleh si pembaca. Sertakan juga daftar perusahaan yang pernah/masih menggunakan produk/jasa perusahaan kita. Hal ini untuk memberikan gambaran mengenai tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk/jasa yang kita miliki. Kalau ada nama-nama perusahaan besar atau orang terkenal yang memakai produk/jasa kita, maka berikan urutan teratas dalam daftar tersebut. Karena biasanya mereka memiliki faktor Reverensi yang sangat kuat.

Point 2; Uraikan produk-produk atau bidang jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sekali lagi jangan lupa berikan foto-foto atau gambar agar orang bisa mengetahui bagaimana bentuk, ukuran, warna dan suasananya. Foto-foto produk/jasa ini merupakan daya tarik utama dari sebuah proposal. Kalau produknya berupa makanan, lampirkan foto hidangan yang menggugah selera. Dalam kasus pak Donny di atas, akan sangat menarik bila terdapat foto strawbery yang berwarna merah segar, berbentuk sempurna dengan tetesan embun yang masih menempel di bagian kulitnya dan berlatar belakang perkebunan yang berkabut dipagi hari. Kalau dalam kasus pak Bhekti karena produknya berupa jasa, maka ilustrasikan foto-foto yang menggambarkan suasana Game sedang berlangsung seolah-olah dalam rimba peperangan atau suasana outbound yang membuat orang akan menjadi refresh/segar kembali di alam bebas. Dalam hal ini mungkin kita membutuhkan jasa fotografer profesional untuk menghasilkan ilustrasi yang kuat. Tapi kalau dana minim ya... gunakan saja kamera digital beresolusi tinggi dan perbanyaklah foto-foto lalu pilih yang bagus. Berikan uraian mengenai spesifikasi produk yang kita tawarkan. Tonjolkanlah kelebihan-kelebihan produk kita, bila perlu bandingkan juga dangan produk sejenis lainnya. Cara ini sekarang banyak dipakai oleh provider selular dengan perbandingan harga “Termurah” dalam setiap brosur mereka.

Point 3; Tentunya Anda memiliki program penjualan/marketing yang harus disampaikan kepada khalayak umum sehingga orang memiliki alasan yang kuat untuk membeli produk/jasa tersebut. Istilah kerennya Selling Point. Semua hal yang akan memberikan benefit/keuntungan bagi konsumen harus Anda cantumkan disini. Misalnya diskon istimewa, beli satu dapat seribu, bonus pembelian, paket spesial, undian berhadiah, edisi terbatas dll.

Point 4; Sebagai penutup tentu Anda tidak ingin menyia-nyiakan orang yang tertarik dengan produk Anda bukan? Oleh sebab itu cantumkan Contact Person atau orang bisa dihubungi bila ada yang tertarik ingin membeli. Bila perlu sertakan juga outlet-outlet penjualan yang kita miliki, sehingga orang akan mudah mengunjungi lokasi mana yang terdekat untuk mendapatkan produk/jasa tersebut. Alamat harus jelas dan disertai no. telepon yang bisa dihubungi.

Naaaahhh..... tulisan diatas kan cuma teori diatas kertas... dan karena banyak e-mail/sms yang minta dikirimkan contoh-contoh proposal maka akan saya lampirkan beberapa contoh saja di blog ini. Mudah-mudahan bisa di-download dari manapun Anda berada. Mohon maaf sekali saya tidak bisa mengirimkan kepada para penanya satu per satu. Dan karena konsultasi di blog ini diberikan secara gratis untuk alasan dan semangat sosial yaitu penyebaran pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan terutama pengusaha mikro kecil & menengah, maka saya juga mohon izin secara terbuka kepada para pemilik proposal tersebut untuk saya publikasikan. Kalau memang ada pihak yang keberatan dengan dipublikasikannya materi tersebut saya mohon maaf dan mohon disampaikan kepada saya secara pribadi via e-mail untuk kemudian akan saya tarik kembali materinya.
Untuk para pengunjung blog DILARANG mengutip atau menggunakan ide/materi yang ada pada contoh tersebut untuk kepentingan pribadi dalam bentuk apapun tanpa seizin Saya atau pemilik proposal yang bersangkutan. Hormatilah hasil karya orang lain. Dan akan lebih baik jika menggunakan gaya atau ide anda yang orisinal untuk membuat proposal penawaran.

Semoga bermanfaat untuk semuanya.....
Purwanto.

Monday, January 12, 2009

STRATEGI PROMOSI DI DUNIA OTOMOTIF

TANYA:

Sangat MENARIK sekali seorang seperti anda mau berbagi ilmu promosi di blog yg anda punya.

Mas Pur saya dida, anak baru hehehe d periklanan, saya membacaartikel anda dan anda sekarang membantu salah satu perusahaan automotif dalam melakukan kampanye promosinya.

dan sangat kebetulan sekali saya juga sekarang berada d perusahaan otomotif dan juga d design dan promosi klo boleh tau saya mau minta saran anda tentang bagaimana cara melakukan strategi promosi yang efektif. karena saya baru mulai d perusahaan ini.


terimakasih

didAsambada


JAWAB:

Salam kenal juga….
Waaahhh… pertanyaan Dida terlalu general jadi mohon maaf kalau nanti jawabannya juga kurang detail.

Di dunia otomotif dikenal adanya beberapa tingkatan perusahaan yang umum disebut Channel, Dealer khusus penjualan, Dealer penjualan-servis-suku cadang, Main Dealer, Spesial Dealer, atau Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Saya tidak tahu Dida ada di posisi mana dalam perusahaan yang sekarang. Dan masing-masing tingkatan perusahaan tersebut tentu memiliki Garis Besar Strategi Promosi yang berlainan.

Saya akan coba jelaskan secara garis besar yaaahhh…

Kalau Dida sekarang berada di posisi ATPM, maka Garis Besar strategi promosinya harus bersifat “Nation wide” atau menjangkau ke seluruh pelosok nusantara. Program-program promosinya juga harus bersifat Nasional dan berlaku di seluruh nusantara. Sebagai pemegang tunggal merek tertentu, Anda harus menjaga “Brand Image” dari merek tersebut dengan baik. Seluruh kegiatan & program yang Anda buat harus benar-benar untuk mendongkrak Image atau nama baik Merek yang bersangkutan. Bahkan mungkin saking terkenalnya merek Anda sampai-sampai nama perusahaan ATPM-nya malah mungkin tidak begitu dikenal di masyatakat. Contohnya (saya ambil yang diluar otomotif ya supaya adil) adalah COCA COLA, anda sendiri mungkin tidak tahu nama perusahaan yang memproduksi minuman tersebut. Jadi konsentarasinya adalah pengembangan Merek (Brand Image Building) dan tentunya jangan lupa promosi produk-produk yang dikeluarkan. Media yang digunakan juga yang coverage-nya harus nasional.

Kalau status Anda ada di Main Dealer yang biasanya memiliki wilayah penjualan tertentu misalnya Jawa Tengah atau Jabotabek saja, maka fokus promosi Anda harus bersifat lokal. Gunakan media-media promosi yang penyebaran informasinya hanya di wilayah Jawa Tengah saja atau Jabotabek saja. Jangan gunakan Media yang penyebarannya nasional. Sebagai Main Dealer biasanya membawahi beberapa Dealer di wilayah bersangkutan, maka jangan lupa juga untuk mengexpose jaringan Dealer penjualan yang cukup banyak agar konsumen yakin akan purna jualnya.

Kalau posisi Anda di Dealer maka yang dipromosikan cukup produk yang dijual dan Dealer yang bersangkutan saja. Aktifitas promosinya paling hanya beriklan di koran/media lokal berupa iklan hitam putih atau iklan baris, pameran di Mall-Mall, sebar brosur & kanvasing.


Jadi tergantung area penjualan yang ter-cover oleh perusahaan Dida. Sekian ya secara garis besarnya, mohon maaf kalau kurang bisa menjawab yang Anda maksud.

Purwanto

Thursday, January 8, 2009

REKLAME DI PINGGIR JALAN

TANYA:

Salam Mas purwanto,
Belum lama Saya baca artikel - Artikel yang Mas muat di blog, menurut Saya Blog ini sangat bermanfaat sekali dan memancing Saya menanyakan.

contoh nya seperti ini ;

Suatu waktu Saya keliling jakarta, Saya melihat banyak sekali Billboard atau media reklame yang berada di pinggiran jalan dan bahkan ada juga yang berada di samping trotoar (bak tanaman).

Nah yang ingin Saya tanyakan :

1. Bukankah hal semacam itu sangat mengganggu sekali terutama bagi pejalan kaki atau mengganggu lingkungan terutama penglihatan Kita?

2. Bagaimana Pemerintah Menangani hal semacam ini?

3. Sebenarnya itu lahan milik siapa? Jika milik pemda bagaimana prosesi nya, apakah lahan itu di sewa atau di beli sebagian sesuai dengan ukuran billboard nya oleh pihak advertising. Jika milik perorangan bagaimana?

4. Pihak - pihak mana saja yang terkait dalam urusan ini Reklame ini.

5. Yang Saya pernah dengar dari sumber lain, proses pengurusan pajak biasa nya rumit dan banyak yang "suka duit". Bagaiamana mengatasi hal ini.

Mungkin sekian dulu, Saya menunggu info nya, Terima kasih

Salam
David


JAWAB:

Langsung saya jawab satu per satu yah:

1. Billboard/reklame yang ada di taman atau pinggir jalan memang terkadang malah merusak keindahan lingkungan yang bersangkutan. Bahkan malah mengganggu para pejalan kaki karena pondasi strukturnya berada ditrotoar jalan. Ada dua pihak penyebab sebuah papan reklame bisa dipasang disuatu tempat, yaitu atas permintaan Pihak Sponsor atau pemilik merek dagang dan satu lagi adalah atas anjuran Advertising Agency. Ke-duanya menginginkan titik lokasi tersebut biasanya karena alasan lokasinya yang sangat strategis, banyak dilalui orang & kendaraan serta jarak pandang/view-nya bagus.

2. Sebenarnya tergantung dari pemerintah daerah setempat apakah mau menertibkan atau tidak. Memang sesekali saya membaca berita bahwa aparat yang berwenang menertibkan billboard yang dipasang sembarangan dan tidak memiliki ijin, tetapi selang beberapa lama biasanya akan muncul kembali. Saya tidak ingin bicara lebih dalam yang bersifat agak politis di sini.

3. Jika lokasi pondasi billboardnya ada di trotoar atau di taman, tentu lahan tersebut milik Pemda. Dan pihak Advertising biasanya membayar sewa lahannya kepada Pemda/Negara karena tidak diperjual belikan. Sedangkan untuk billboard yang pondasinya ada di pekarangan pribadi warga, maka pihak Advertising biasanya menyewa dari pemilik lahan tersebut. Biasanya jarang dan bahkan mungkin tidak pernah ada transaksi jual beli lahan untuk titik billboard. Karena ukuran lahan tanah untuk pondasinya tidak terlalu luas dan biasanya belum tentu titik tersebut dipakai kembali dikemudian hari, sehingga kurang menguntungkan untuk pihak Advertising Agency.

4. Pihak-pihak yang terkait dalam urusan Reklame/billboard ini adalah :

  • Pihak Sponsor, yaitu perusahaan yang beriklan
  • Advertising Agency, sebagai koordinator yang mengurus seluruh proyek.
  • Kontraktor bangunan/struktur, yang membangun struktur pondasi, tiang & papan reklamenya.
  • Pemda, untuk urusan perijinan bangunan & pajak periklanan.
  • PLN, sebagai penyedia listriknya.

5. Saya “No Coment” mengenai hal ini.


Purwanto


Sunday, November 2, 2008

DANA PROMOSI MINIM BUAT UKM

TANYA:

Dear Mr. purwanto yang good,
Saya adalah seorang pedagang kaki lima pak, pada awal mulai berdagang saya mempromosikan dagangan saya dengan membagikan produk saya kebeberapa rumah disekitar tempat saya berjualan. Strategi ini pada awalnya bisa dikatakan berhasil, karena ternyata hanya dalam hitungan bulan produk rasa makanan saya sudah dikenal disekitar lingkungan usaha saya. Dan selama 8 bulan usaha saya berjalan, bisa dikatakan mulai bulan ke-2 sampai sekarang gaji karyawan sudah bisa dibayar dari keuntungan. Yang ingin saya tanyakan adalah 1. apakah terburu-buru bila saya promosikan produk saya lebih luas lagi ?(usaha belum ada 1 tahun), 2. Apabila tidak, langkah paling efektif apa untuk mempromosikan produk saya lebih luas lagi?(bila ingin menggunakan dana promosi yang minimalize). Dan apa saja hal yang harus saya persiapkan sebelum promosi tersebut saya lakukan?. Begitulah kira-kira yang sedang saya bingungkan saat ini pak, mohon kiranya pak purwanto berkenan memberi saran kepada saya. Atas petunjuk bapak saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.


best regards,

ricky nova

JAWAB:

Wah… kayanya Ricky lagi “Feel Good” niiih…

Untuk mempromosikan produk kita agar dikenal lebih luas lagi tidak perlu nunggu 1 tahun dulu pak. Promosi itu bisa kita lakukan kapan saja, bahkan sebelum suatu produk dilepas ke pasaran kita bisa saja melakukan promosi pendahuluan (Teaser). Efeknya akan membuat konsumen penasaran & menunggu produk yang akan keluar tersebut.

Jadi kalau menurut Ricky dana promosinya sudah siap, maka lakukanlah sesuai kemampuan. Yang saya maksud sesuai kemampuan disini bukan hanya dalam hal budget/dana promosinya saja, tetapi juga kemampuan produksi, tenaga serta kemampuan distribusinya. Semuanya harus siap serta mampu menghadapi peningkatan permintaan barang. Jangan sampai kita yang sudah mengeluarkan dana promosi cukup besar tapi begitu permintaan dari konsumennya bertambah banyak kita malah tidak sanggup memenuhinya. Oleh sebab itu modal untuk produksi, tenaga kerja dan jaringan distribusi juga harus dipersiapkan dengan baik.

Area promosi atau penyebaran informasinya juga harus benar-benar terarah sesuai target konsumen yang kita bidik. Jangan terlalu bias ke mana-mana, sehingga biayanya benar-benar disesuaikan dengan kemampuan.

Karena Ricky merintis usahanya dari yang kecil/sederhana, maka saran saya adalah alokasikan saja sebagian keuntungan yang diperoleh perbulannya untuk kebutuhan promosi. Terserah bapak mengatur presentasinya berapa. Kumpulkan dulu beberapa bulan dana promosi dari hasil alokasi keuntungan tersebut sampai akhirnya cukup untuk beriklan. Setelah beriklan/berpromosi, maka amatilah perkembangannya per-3 bulan kemudian. Kalau ada peningkatan hasil, maka otomatis akan ada peningkatan alokasi dana promosinya. Jadi pada periode promosi berikutnya tentu kita akan bisa berpromosi lebih banyak lagi. Begitu seterusnya makin lama promosi bapak akan makin besar sesuai kemampuan.

Mengenai media promosi yang akan digunakan sebaiknya tidak monoton dengan brosur saja, tetapi dibuat alternatif lain juga seperti spanduk, poster, iklan di majalah/koran, radio, website dll. Pada tahap-tahap awal jangan lupa untuk mengamati media promosi mana yang paling efektif. Caranya dengan menanyakan ke konsumen yaitu; mereka tahu tentang produk kita dari mana?

Setelah kita mengetahui media yang paling efektif, maka kita harus fokuskan dana promosinya ke media tersebut. Tetapi kalau bisa sesekali diselingi juga dengan media promosi lain seperti tersebut di atas.

Saya rasa cukup untuk tahap awal, semoga sukses.

Purwanto

Wednesday, October 8, 2008

BOOKLET

Tanya:

Selamat Siang Pak Purwanto..

Saat ini saya sedang berusaha membuat media promosi buat usaha kecil2an saya. Jujur saja, blog Bapak sangat membantu saya.

Mohon bantuannya, apa bedanya Brosur dan booklet itu Pak? Kalau memungkinkan, tolong dibuat tatacara bikin booklet juga dong Pak...

Terima Kasih.

Hormat Saya,
Denny Surya Sentosa


Jawab:

Saya akan fokuskan penjelasannya di booklet saja ya…. Karena kalau masalah brosur sudah banyak dibahas dalam tulisan terdahulu. Pak Denny bisa membacanya diblog saya.

Booklet biasanya berbentuk seperti buku kecil yang berisi tentang segala informasi mengenai perusahaan kita dengan berbagai bentuk pelayanan & produk yang dihasilkannya. Fungsi booklet ini hampir sama dengan Product Catalogue (Katalog produk). Keduanya sama-sama mendisplay atau menampilkan hampir semua produk yang dihasilkan sebuah perusahaan lengkap dengan keterangan/spesifikasi dan mungkin harganya. Kalau anda belanja ke Carrefour atau Hypermart, biasanya anda akan dengan mudah mendapatkan Katalog Produk ini. Bedanya hanya pada format ukuran. Booklet ukurannya lebih kecil dibanding yang sering kita dapatkan di Carrefour/Hypermart. Selain itu biasanya bahan kertas booklet lebih baik dengan mutu cetakan yang juga lebih bagus.

Dalam booklet kita akan mempunyai ruang halaman yang lebih banyak untuk menampilkan apa saja tentang perusahaan kita. Unsur-unsur yang bisa kita masukkan kedalam booklet antara lain :

  1. Sejarah berdirinya perusahaan kita
  2. Struktur organisasi perusahaan
  3. Fasilitas-fasilitas yang perusahaan miliki. (Mesin-mesin, Gudang, Ruang produksi, Gedung-gedung, jaringan computer dll.)
  4. Bahan baku yang berkualitas
  5. Proses produksi
  6. Quality Control
  7. Pengolahan limbah sisa produksi
  8. Hasil-hasil produksi (Produk-produk yang kita jual)
  9. Jaringan penjualan
  10. After Sales Service
  11. Garansi
  12. Penawaran harga khusus
  13. Dll. Sesuai kondisi perusahaan.

Yang perlu ditekankan dalam membuat boolet adalah jangan terlalu banyak menggunakan kalimat yang bertele-tele. Perbanyaklah menampilkan Foto-foto ilustrasi yang menarik dengan keterangannya yang singkat & jelas. Layout disainya juga jangan terlalu standar. Buatlah semenarik mungkin, karena booklet ini biasanya disimpan orang lebih lama dibandingkan brosur dan yang lainnya. Bahkan kadang-kadang booklet disimpan orang agar nanti di kemudian hari kalau membutuhkan pruduk tertentu mereka dengan mudah mendapatkan informasinya dari booklet tersebut.

Booklet sangat cocok digunakan untuk perusahaan yang pruduknya memiliki nilai jual yang tinggi dan tipe/line up produknya tidak cepat berubah seperti :

  1. Mesin/Alat-alat berat.
  2. Furniture
  3. Peralatan Keamanan
  4. Barang-barang Koleksi seni
  5. Barang-barang kebutuhan Hoby (memancing, menyelam, aeromodeling, peralatan pendakian dll)
  6. Peralatan dapur/memasak,
  7. Produk-produk Jasa, dll.

Booklet tidak cocok dipakai untuk perusahaan yang nilai jualnya rendah & tipe/line up produknya cepat berubah seperti Consumer goods (barang kebutuhan sehari-hari), pakaian, pernak-pernik atau barang-barang lain yang sifatnya sangat mengikuti perkembangan mode & jaman.

Kenapa begitu??? Karena onkos produksi membuat booklet ini sangat tinggi. Kalau barang yang kita jual harganya murah, otomatis akan boros biaya promosinya. Dan kalau barang yang kita jual juga cepat berubah modelnya, maka booklet kita akan cepat ketinggalan jaman. Padahal mungkin booklet yang kita buat belum tentu sempat tersebar secara merata sampai habis, eeeeehhh kita harus buat lagi booklet baru dengan materi produk yang baru juga. Tidak efisien bukan??? Tapi sebenarnya ini bukan patokan baku, karena kalau dana promosinya menunjang tentu apapun produknya bisa dibuatkan booklet.

Sekian dulu saya rasa penjelasan mengenai apa itu booklet. Mengenai tata cara membuat booklet saya akan jelaskan pada kesempatan tersendiri, karena pertanyaan Bapak sederhana tapi jawabannya lumayan panjang. He…he… mohon maaf sekali pak. Saya akan berusaha menjawabnya di lain waktu. Semoga usahanya sukses & Terima kasih….

Purwanto

Wednesday, September 3, 2008

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BROSUR

Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, berikut akan saya coba terangkan agak lebih detail mengenai "Bagaimana cara membuat brosur". Saya akan terangkan mengenai proses saat datang ke percetakan, bawa materi apa saja dan bagaimana tetek bengeknya secara teknis. Di sini Saya akan permisalkan kita sedang mempersiapkan bisnis Kue/katering.

Langkah pertama sebelum kita membuat brosur adalah menyiapkan Konsep & Tema dari brosur. Konsep atau tema yang saya maksud misalnya, kalau yang akan kita jual adalah kue ulang tahun dalam berbagai bentuk, disain & rasa, maka nuansa brosur dan segala gambar serta tulisannya harus benar-benar bertema ulang tahun. Jadi selain ada foto contoh kue ulang tahun yang kita jual mungkin perlu juga gambar/foto balon, lampion, pita, lilin dan sebagainya. Kalau yang kita jual misalnya katering untuk perkawinan, maka harus mempersiapkan foto/gambar yang ada hubungannya dengan perkawinan, misalnya foto sepasang pengantin di pelaminan, Balok ES yang membentuk inisial pengantin, Gerobak hias tempat makanan dihidangkan, dan sebagainya.

Buatlah sekedar catatan atau coret-coretan yang berisi apa saja yang ingin Kita masukkan kedalam brosur tersebut baik berupa daftar foto, judul utama, atau kalimat-kalimat yang akan menjelaskan keunggulan produk kita dalam brosur nantinya. Setelah itu fotolah satu persatu produk yang akan kita jual serta foto pendukung lainnya yang tertulis dalam daftar coretan Kita tadi. Hal PENTING yang saya tekankan di sini adalah hati-hatilah dalam proses Fotografi ini. Kalau Kita tidak yakin bisa memotret dengan BAIK, segeralah mencari seorang fotografer. Karena foto inilah yang nantinya akan MENJUAL dan bisa membuat orang TERTARIK akan produk Kita. Tentu ada ongkos yang harus dialokasikan untuk keperluan tersebut. Carilah fotografer yang masih junior tapi hasilnya bagus, sehingga dana untuk fotografinya tidak membengkak. Ada cara lain untuk menghemat biaya fotografi ini yaitu, datangilah beberapa studio foto & cuci cetak di sekitar tempat tinggal kita. Bawalah satu contoh kue lengkap dengan asesoris penghiasnya seperti piring, bunga dll. Lalu mintalah mereka memotret di studionya dalam beberapa sudut pemotretan. Perhatikan hasil foto mereka dan pilihlah studio foto yang terbaik untuk memotret produk-produk yang lainnya.

Setelah stok foto sudah lengkap, mulailah membuat layout disain di komputer Anda. Gunakan program-program seperti Photoshop, Corel draw, Freehand, atau program disain vusual lainnya yang Anda bisa. Kalau Anda sangat awam terhadap program tersebut dan tidak bisa menggunakannya, maka Anda bisa juga menggunakan program sederhana yang dimiliki oleh Microsoft Word. Di dalam program tersebut ada Templates yang bisa membantu Kita untuk membuat brosur sederhana. Namun mohon dipahami bahwa kalau Anda bukan seorang disainer tentunya akan kurang maksimal juga hasilnya.

Oleh sebab itu kalau tidak yakin bisa mendisain Brosur sendiri maka datanglah ke Agency percetakan yang memiliki tenaga disainer. Karena ada juga percetakan yang hanya menerima cetakan saja dan hanya menerima materi dalam CD-ROOM yang sudah berisi disain brosur final. Berkonsultasilah dahulu dengan Disainer di percetakan tersebut. Ceritakan Tema apa yang ingin ditonjolkan dalam brosur, tunjukkanlah semua stok foto yang ada beserta tulisan apa saja yang ingin dimuat. Bila perlu berikan kepada Disainer tersebut beberapa sampel kue untuk bisa dicicipi. Hal ini saya anjurkan agar disainer tersebut bisa merasakan keunggulan & cita rasa atau sensasi yang timbul setelah mencicipi sampelnya. Tidak apa-apa berkorban sedikit, supaya disainernya juga merasa ”Feel Good” dan enjoy dalam mendisain brosur Kita. Tentu hasilnya nanti akan lebih Baik Bukan? Jangan terburu-buru dalam proses Disain Brosur ini. Karena kalau hasilnya bagus maka sempurnalah hasil cetakannya.

Mintalah print out hasil dari disainnya dalam skala 1:1 (ukuran sebenarnya). Jangan langsung memutuskan untuk mencetak dulu. Bawalah pulang hasilnya dan buatlah survey kecil-kecilan ke beberapa orang (jangan terlalu banyak orang). Tunjukkan kepada mereka dan tanyalah kesan dan saran mereka tentang disain brosur tersebut. Buat rangkuman dari pendapat mereka dan revisilah disain brosur tersebut berdasarkan pendapat yang bagus dan masuk akal saja. Setelah revisi selesai dan hasilnya memuaskan, Brosur sudah bisa dicetak/perbanyak.

Dalam proses cetak ini perlu juga diperhitungkan budget/biaya yang kita miliki. Kalau memang ingin mencetak dalam jumlah banyak sekali, maka kita bisa pergi ke percetakan offset yang memiliki mesin cetak yang bagus. Tapi kalau bisnis/usaha kita belum besar dan budget kita masih sedikit, jangan mencetak ke tempat tersebut. Karena mereka biasanya memiliki standar minimum order dan tidak bisa melayani pencetakan brosur dalam jumlah sedikit. Kalaupun mereka bersedia mencetak dalam jumlah sedikit, maka biaya cetak perlembarnya akan cukup besar. Jalan keluarnya adalah mencetak ke tempat Digital printing. Syukurlah saat ini sudah banyak bertebaran tempat untuk mencetak dengan sistem Digital printing ini. Mereka biasanya menerima cetakan dalam jumlah yang hanya beberapa lembar saja sehingga biaya untuk membuat brosur bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Ada juga cara lain yaitu dengan Foto Copy berwarna. Namun saat ini Foto Copy berwarna masih agak jarang ditemui.

Demikian penjelasan dari Saya atas pertanyaan-pertanyaan yang banyak masuk ke redaksi dengan tema yang hampir sama yaitu "Bagaimana proses membuat brosur?" Semoga bermanfaat bagi mereka yang sedang memulai untuk mempromosikan usahanya.

Purwanto

Monday, August 25, 2008

SURAT /PROPOSAL PENAWARAN

TANYA:

Kepada yth,
Bapak Purwanto
Di tempat

Saya telah membaca blog Bapak yang isinya mengenai bidang promosi. Dan saya ingin memohon sedikit masukan dari Bapak mengenai cara promosi yang baik, karena saya yakin Bapak telah berpengalaman di bidang promosi ini.

Saya baru memulai usaha kecil2an sebagai supplier pakaian seragam/promosi, cara kerja saya yaitu dgn menelepon ke perusahaan2 utk membuat janji pertemuan ataupun utk mengetahui nama staff atau bagian yg bertanggung jawab dlm masalah pengadaan pakaian, kemudian saya mengirimkan proposal penawaran ke perusahaan2 tersebut.

Yang ingin saya tanyakan ke Bapak, sebaiknya saya harus menuliskan daftar harga atau tidak ya di proposal itu? Sebab saya ingin proposal itu jg sekaligus sebagai brosur. Yang saya perhatikan di jaman sekarang ini, banyak konsumen (termasuk saya sendiri) enggan / malas membaca brosur2 yg tdk mencantumkan harga di dalamnya, karena yang terpenting itu adalah masalah harga. Mungkin Bapak juga sependapat dengan hal itu.

Nah, masalahnya yaitu pakaian promosi/seragam itu kan tergantung drpd jumlah quantity dan modelnya Pak.

Saya mohon sedikit masukan dari Bapak Purwanto mengenai masalah tersebut, dan TERIMA KASIH atas waktu dan perhatian Bapak.

Salam kenal,

Andy Widjaya

JAWAB :

Terima kasih sudah membaca blog saya. Kali ini kita membahas topic tentang surat/proposal penawaran yang biasa dibuat oleh sebuah perusahaan untuk bisa masuk ke perusahaan lainnya.

Sebenarnya Bapak tidak perlu pusing apakah harga yang bapak tawarkan perlu dimasukkan atau tidak. Dua-duanya boleh-boleh saja. Memang benar kata Bapak bahwa yang menjadi masalah penting tentu ujung-ujungnya adalah harga. Kalau Bapak yakin hasil produksi dari Bapak lebih bagus dengan harga yang murah, maka tak perlu takut untuk memasukkan harga yang bersaing tersebut. Tambahkanlah dalam proposal Bapak keterangan mengenai minimal order agar bisa mendapatkan harga yang ekonomis tersebut. Tambahkan juga keterangan tulisan sebagai berikut:

“Harga dapat berubah sewaktu-waktu, maka hubungi kami segera!!! Kesempatan hanya untuk saat ini saja!!!”

Sehingga dengan demikian orang yang membaca akan memaklumi kalau Mereka menghubungi Bapak diwaktu yang cukup jauh/lama dari tanggal yang tertera disurat maka harga yang Mereka dapat belum tentu sama. Begitu juga kalau order mereka dibawah jumlah minimum pemesanan, maka harga tersebut tidak berlaku.

Demikian dari saya semoga bermanfaat dan usaha Bapak Andy juga semakin sukses.


Salam kenal juga;

PURWANTO

Friday, July 4, 2008

Periklanan Dalam Sponsorship

Tanya:
Salam kenal,

saya ingin tanya mas, bagaimana tata cara periklanan dalam sponsorship? Misalnya, iklan sponsor tersebut akan terdapat di benda-benda yang digunakan untuk kepentingan umum (contoh: logo sponsor pada tempat sampah atau deretan neon box sebagai lampu jalan). Kemudian, pihak mana yang harus berhubungan dengan soal pajak iklannya (pihak pemberi atau penerima dana sponsor)? Sebagai tambahan, iklan akan dipasang di lahan yang diadopsi sebagai kawasan konservasi lingkungan dan fasilitas warga di sekitarnya. (cat: proyek ini bukan milik pemda sekalipun tidak menutup kemungkinan untuk diajukan ke pihak tersebut)


Sekian pertanyaan dari saya, mohon masukannya mas. Terima kasih.

Regard,
Yunita Cindra

Jawab :

Periklanan dalam sponsorship yang berhubungan dengan prasarana umum biasanya akan tetap dikenakan pajak reklame, meskipun itu tujuannya untuk pelayanan sosial seperti penyediaan tempat sampah di lokasi umum/publik. Namun sebenarnya masih bisa dinegosiasikan dengan pihak pemerintah daerah setempat asalkan aspek sosialnya lebih besar dari kepentingan sponsornya, kemungkinan masih bisa bebas pajak reklame. Coba saja hubungi pihak Kecamatan tempat lokasi kegiatan tersebut untuk bisa di-reduksi pajak iklannya bahkan mungkin diajak juga untuk bekerja sama dalam program tersebut. Yang berhubungan dengan pihak Pemerintah biasanya adalah penyelenggara kegiatan, sedangkan pihak sponsor biasanya hanya menyediakan dana & prasarana saja.

Terima kasih juga atas kunjungan ke Blog saya, semoga kegiatannya sukses.

Purwanto

Sunday, October 21, 2007

BRUSUR, KATALOG & FLYER. SEJENIS TAPI BEDA FUNGSI.

Saat Kita ingin mempromosikan usaha/bisnis Kita melalui media cetakan, sebenarnya harus dipikirkan dahulu apa tujuan kita membuat program tersebut. Ada 3 alternatif pembuatan media cetakan sesuai fungsinya masing-masing. Ongkos produksi (biaya cetak) dari ke-3 media tersebut sebenarnya sama. Tapi akan memiliki efek terhadap konsumen yang berbeda. Berikut uraian mengenai ke-3 media cetak tersebut;

A. BROSUR.Brosur adalah media yang paling banyak digunakan oleh mereka yang sudah lama menggeluti usaha/bisnis. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Efektif disini tidak hanya berarti memerlukan ongkos produksi yang cukup ringan, tapi juga bisa meyakinkan konsumen untuk segera melakukan Action membeli. Media cetakan dalam bentuk brosur biasanya merupakan modal paling dasar/pokok yang digunakan oleh para salesman, agen penjualan, produsen dan toko untuk bisa menginformasikan kepada konsumen mengenai keunggulan utama dari sebuah produk. Di dalam Brosur kita bisa menjelaskan dengan detail apa saja kelebihan suatu produk, keuntungan apa saja yang didapat konsumen bila membeli produk tersebut, bentuk fisik, warna, ukuran serta bagaimana cara mendapatkan produk tersebut. Fungsi & sifat utama brosur adalah memperkenalkan produk atau merek dagang barang atau jasa yang Anda jual.
Kalau Anda kebetulan bisa mengoperasikan program Microsoft Word atau Power Point, sebenarnya Anda sudah bisa membuat brosur sendiri. Di dalam program tersebut biasanya sudah disediakan “Templates” khusus untuk membantu Anda membuat brosur sederhana. Anda juga bisa menggunakan keahlian dan imaginasi Anda sendiri tanpa harus menggunakan templates tersebut. Setelah Anda selesai mendisain brosur sendiri, disain tersebut dapat langsung dicetak dengan printer berwarna dan kertas khusus yg sudah banyak beredar dipasaran. Namun kalau ingin mencetak dalam jumlah yang banyak, sebaiknya pergi ke tempat percetakan terdekat supaya biayanya lebih murah dan hasilnya lebih baik.

Sebenarnya agar brosur Anda tampak menarik, diperlukan seorang Disainer yang bisa membuat lay out / tata letak gambar dengan baik. Anda cukup menceritakan apa saja yang ingin dimunculkan dalam brosur tersebut untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif disain/lay out.

Kalau Anda menggunakan jasa Disainer ini, usahakan Anda menceritakan dengan rinci dan detail mengenai produk Anda. Berikan beberapa contoh (sample) produk Anda kepada Disainer tersebut untuk dapat dicoba dan dimengerti keunggulan apa saja yang bisa ditonjolkan dalam brosur. Pastikan bahwa disainer tersebut benar-benar mengerti akan produk Anda sebelum memulai untuk megerjakan disain brosur Anda.

Bila disain sudah siap segeralah pergi ke perusahaan percetakan untuk mencetak brosur Anda. Mintalah kepada Disainer Anda referensi tempat percetakan yang baik agar tidak kecewa pada hasil cetakannya. Karena kadang-kadang hasil cetakan tidak sesuai dengan disainnya. Selain itu tanyakan juga jenis kertas yang dipakai. Di pasaran banyak sekali jenis kertas dan untuk produk tertentu kadangkala kita memerlukan jenis kertas tertentu untuk memberikan kesan yang sesuai dengan produk yang kita jual.

Saat ini persaingan bisnis di perusahaan percetakan sangat kuat sekali, sehingga kadang kala mereka juga menyediakan jasa disain/lay out brosur secara gratis. Namun dengan catatan harus mencetak brosur tersebut di perusahaan yang bersangkutan. Kadang kala mereka mengharuskan order cetak sejumlah tertentu (minimum order) supaya disainnya bisa gratis. Manfaatkanlah kemudahan tersebut.

B. KATALOG.
Bila produk yang ingin Anda promosikan jumlahnya banyak dan ingin sekaligus di-expose bersama-sama, maka disarankan untuk membuat Katalog. Karena produk yang dipromosikan dalam katalog ini jumlahnya banyak, maka biasanya cetakannya disatukan dalam bentuk buku atau majalah sederhana.
Katalog ini biasanya dipakai oleh :
1. Supermarket (Carrefour, Giant, Hypermart, Indomart, Alfamart dll)
2. Toko pakaian jadi (Matahari, Borobudur, Ramayana dll)
3. Toko & Produsen kosmetika,
4. Toko & Produsen elektronika, dll.

Katalog akan memudahkan konsumen untuk bisa memilih sendiri produk mana yang sesuai dengan keinginan dan anggaran biayanya. Terkadang produk-produk yang didisplay pada katalog disertai juga dengan harga & diskon yang bersaing.

C. SELEBARAN/FLYER.Selebaran/flyer Adalah bentuk sederhana dari brosur. Yang membedakannya dengan brosur adalah isi atau tema yang ada dalam disainnya. Brosur biasanya hanya menonjolkan kelebihan utama sebuah produk. Sedangkan selebaran/flyer biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara (temporary). Jadi bila Anda sedang melakukan program cuci gudang, program berhadiah atau memberikan diskon khusus, maka buatlah flyer. Selebaran/flyer biasanya menggunakan kertas cetakan yang lebih murah karena memang sifatnya yang harus segera disebarkan kepada banyak orang dalam waktu tertentu dan hanya selama program berlangsung.
Nah sekarang tinggal apa sebenarnya tujuan anda membuat program promosi melalui media cetakan. Jangan sampai Budget promosi Anda menjadi sia-sia karena seharusnya Anda membuat Flyer/selebaran tapi Anda malah membuat brosur, atau sebaliknya.

Tuesday, March 20, 2007

JENIS-JENIS DAN SIFAT PROMOSI

Seorang teman saya di Amerika ingin juga sharring mengenai masalah Promosi sebagai bahan diskusi di bloger ini. Namanya Arif Mustofa, S2 di program Wijawiyata Prasetya Mulya – Jakarta.
Ada sedikit editing supaya tulisannya bisa lebih enak dibaca. Berikut tulisannya :

Promosi itu didunia marketing ada dua hal dilihat dari Media yang digunakan, yaitu :
1. Above the Line (ATL) iklan TV, Radio, Koran, BIllboard atau
2. Below The Line (BTL) pameran, event, dsb.

Kalau dilihat goal atau target dari promosi itu secara singkat bisa dikelompokan menjadi :

1. Product awareness (Kesadaran) : artinya disini iklan yg dibuat hanya sebatas membuka otak kognitif kita akan ada suatu produk baru. Sehingga otak kita dirangsang utk menerka-nerka produk apa sekiranya yang akan keluar. Biasanya produk ini hanya berupa "At a Glance" atau sekilas tidak ada nama produk tapi hanya coorporate brand name (spt BMW, Sampoerna, Nokia,dsb), tidak ada description tentang produk tadi, dan hanya sebuah informasi kulit, seperti "Nantikan tanggal ...., Lihat jam..., atau ada apa di hari..., dsb" Karena itu intensitasnya pun hanya sesaat dan tidak mengambil slot panjang dalam tayangan iklan tv. Iklan seperti ini sering juga disebut “Teaser”.

2. Product promotion (promosi) : biasanya pada kondisi ini bentuknya adalah mempromosikan jenis produk baru yang ditawarkan ke konsumen. Contohnya adalah iklan-iklan Koran, radio atau TV yang menyebutkan langsung jenis atau nama produk yang dijual, merek dan kelebihannya. Iklan ini merupakan iklan umum yang paling sering dilihat sehari-hari.

3. Recall/Reminding (Pengingat) : promosi disini di targetkan terhadap produk yang sudah keluar di pasaran dalam kurun beberapa waktu yg lalu. Jadi awareness konsumen disadarkan kembali (diingatkan kembali) terhadap produk yang kita jual. Jenis ini bisa menggunakan pola media yg sudah kita pake pada point 2. Jadi penekanannya hanya mengingatkan atas produk kita di pasaran. Iklan jenis ini banyak digunakan oleh merek yang sudah besar seperti Coca-cola, Mc. Donald, Sprite, Bodrex, dll.

4. Penetrate (memperdalam) : promosi ini yang biasanya digunakan para produsen untuk merubah pola konsumsi konsumennya. Maksudnya begini, sebagai contoh iklan pasta gigi. Merek apa saja, tapi Pepsodent contoh gampang. Menurut dokter gigi penggunaan pasta gigi itu sebenarnya cukup hanya seujung sikat gigi-nya saja (sekitar 1 Cm). Namun pesan yg diberikan oleh Pepsodent adalah memberikan contoh dengan mengoleskan pasta giginya sepenuh sikat giginya. Secara tidak langsung otak kognitif kita disadarkan bahwa setiap membersihkan gigi berarti harus menggunakan pasta giginya sepenuh sikat giginya, artinya produsen merangsang konsumen untuk menggunakan sebanyak-banyaknya. Walaupun dari manfaat yg dilihat tidak ada bedanya pakai sedikit atau banyak. Hal seperti ini juga dipakai oleh produsen Shampoo Rambut yang menganjurkan pemakaian setiap hari. Pesan yang Mereka pakai adalah “Aman digunakan setiap hari….”. Jadi fungsinya adalah agar konsumen lebih banyak dan sering menggunakan produk tersebut.


Arif Mustofa
Washington DC.