home

Showing posts with label media cetak. Show all posts
Showing posts with label media cetak. Show all posts

Thursday, December 11, 2008

MAJALAH INDIE LEBEL

TANYA :

Assalmu'alaikum
Selamat siang Pak pur…!
Saya mau bertanya dan memohon sama Bapak!
Nama Saya Dedi, Panggilan akrabnya oedy ipoenk
Saya sekarang bekerja di sebuah yayasan bimbingan belajar bagian desain grafis.
Saya menggeluti dunia desain grafis sejak lahirnya corel draw 7 di
Indonesia, saya senang sekali dengan dunia promosi, jurnalis, desain
grafis, dan percetakan. Dengan tanpa latar belakang pendidikan,
lulusan saya hanya sampai STM KIMIA di BANDUNG.
Saya sekarang berniat membuat dunia promosi, lewat majalah indie label
saya sendiri dengan isi berita dan berbagai opini masyarakat, yang
akan saya bagikan ke 17 RW di desa saya secara gratis dengan jumlah
oplag 1000 s.d. 1500 ekslempar. Berjumlah 16 halaman
Yang saya mau tanyakan ke bapak!
1.Bagaimana caranya saya mempromosikan majalah indie label saya ke
para pengiklan di sekitar desa saya?
2.Apa bila saya kehabisan artikel/materi di rubrik saya, bolehkah saya
mendownload di salah satu alamat internet /web site tertentu. dan
mencetak ulang untuk majalah indie saya dengan mereferensikan alamat
tersebut?
Sebagai contoh: Saya mengambil salah satu artikel yang berjudul " Tips
Hemat Energi Pada PC dan Laptop" ditulis oleh Iwan Nurwijayanto pada
tanggal 20 Oktober, 2008 sumber misalkan alamatnya www.obengware.com.
,
kalau boleh, Apakah saya perlu izin terlebih dahulu?
Kalau tidak, Mengapa?
Yang Saya Mau mohon sama Bapak?
Saya mohon sama bapak untuk mengizinkan dan memperbolehkan saya
mencetak ulang salahsatu artikel bapak yang berjudul "Bagaimana Cara
Membuat Brosur" edisi September 2008.

Mohon nasihat dan penjelasannya.
Atas perhatian dan terkabulnya permohonan, pertanyaan saya dengan
harapan mendapat jawaban dari bapak diucapkannya terimakasih.

Assalamu'alaikum.
Dedi (Oedyipoenk)


JAWAB:

Selamat siang juga pak Dedi, saya coba jawab kedua pertanyaan bapak ya….

1.Bagaimana caranya saya mempromosikan majalah indie label saya ke
para pengiklan di sekitar desa saya?

Karena peredaran majalah Anda bersifat lokal/komunitas, maka cara mempromosikannya jangan terlalu kencang ya...... karena akan mubazir.

Langkah pertama adalah berikan space/ruang iklan gratisan kepada pada para pengusaha lokal, toko-toko, kantor dan jenis usaha lainya yang memiliki kantor/tempat operasional di lingkungan tersebut. Bila perlu Bantu mereka untuk mendiasain/layout iklan yang akan mereka buat. Lakukan ini dalam beberapa edisi awal sesuai kemampuan kantong/budget Anda tentunya (jangan sampai tekor yah…). Tanyakan ke para pemasang iklan tersebut mengenai dampak dari iklan tersebut, apakah ada yang menelpon atau datang atau bahkan membeli karena informasi dari majalah Anda. Jangan lupa memberi batasan ukuran iklannya. Misalnya gratis beriklan dengan ukuram maksimum ¼ halaman hitam putih. Jadi kalau mereka mau beriklan dengan ukuran lebih atau berwarna, maka mereka harus membayar biaya iklannya. Berikanlah harga/diskon yg menarik karena majalah Anda memang belum terkenal. Jadi jangan sombong dulu dengan memasang tarif iklan yg tinggi.

Setelah dua atau tiga edisi tawarkan terus kepada para pemasang iklan tersebut tapi kali ini dengan biaya yang rendah, jadi sudah tidak gratis lagi. Lakukan hal yang sama kepada “calon pengiklan” yang baru.

Jadi intinya berikan “Tester” kepada calon pengiklan. Karena mereka tentu tidak ingin membuang uang mereka untuk iklan yang tidak efektif. Kalau terbukti bahwa iklan di majalah Anda efektif untuk bisnis/usaha mereka tentu mereka akan senang beriklan di majalah Anda.

Yang perlu diperhatikan sekali adalah penerbitannya harus konsisten supaya para pengiklan percaya bahwa majalah Anda bukan asal-asalan. Kalau edisinya mingguan, maka benar-benar tiap minggu harus terbit.

2.Apa bila saya kehabisan artikel/materi di rubrik saya, bolehkah saya
mendownload di salah satu alamat internet /web site tertentu. dan
mencetak ulang untuk majalah indie saya dengan mereferensikan alamat
tersebut?

Tentu saja harus minta izin dulu doooong.... Karena itu kan hasil karya orang lain. Mintalah izin secara tertulis lewat e-mail/surat kalau sulit bisa lewat telpon. Setelah mendapat izin jangan lupa untuk menyertakan alamat/website tempat Anda mendownload artikel tersebut. Tulis saja “dikutip dari: www........” atau “sumber: http://........”

Saya rasa cukup jelas yaaah….

Oh iya… saya izinkan Anda meng-copy artikel saya berjudul "Bagaimana Cara
Membuat Brosur" edisi September 2008. Jangan lupa mencantumkan narasumbernya ya. Karena itu memang etika di dunia jurnalisme/publikasi. Kalau nanti mau meng-copy artikel saya lainya lagi jangan lupa kirim e-mail untuk artikel mana yang di maksudkan ya.

Semoga Sukses
Purwanto

Wednesday, May 14, 2008

MEMBUAT MAJALAH TENTANG IKLAN

Berikut ada pertanyaan menarik yang mampir ke redaksi dan cukup bagus untuk bisa di-Sharing ke teman-teman yang yain :


saya mau tanya nih pa?
fungsi dan manfaat iklan menurut teori (teks books) tuh gmana sih?

Trus saya berencana mau bikin majalah yang contentnya tentang iklan2 produk apa yang perlu saya persiapkan untuk menbikin usaha itu?

cotoh proposal Bisnis plan yang baik dan benar seperti apa?

terakhir apakah bapak punya data perusahaan2 besar dalam mengiklan tuh pertahunya brapa kali trus budget yang di keluarkanya brapa?

sebelunya saya ucapkan terima kasih
saya berharap besar bapak bisa memberikan masukan atau jawaban apa yang saya pertanyakan.

wassalam
dimas

March 13, 2008 2:41 PM


Jawab:

Fungsi & Manfaat iklan adalah menginformasikan kepada Konsumen mengenai suatu produk, harga, keunggulan, dan segala informasi yang berhubungan dengannya. Selain berfungsi untuk menginformasikan suatu produk kepada para konsumen, promosi juga diperlukan untuk keperluan dan tujuan lain yaitu :

1. Untuk meningkatkan penjualan

2. Untuk mengumumkan program penjualan khusus seperti diskon istimewa, bonus tambahan atau undian berhadiah

3. Meluncurkan tipe baru dari sebuah produk yang sebelumnya sudah ada dengan berbagai perbaikan dan pengembangan.

4. Sebagai pengingat agar konsumen tetap tahu bahwa produk kita masih bertahan dengan kualitas yang bagus.

5. Menggapai konsumen-konsumen baru

6. Meningkatkan “Brand Image” atau membuat konsumen lebih percaya pada produk kita.

7. Mengundang keingintahuan konsumen akan produk yang kita jual.

Bila Bapak ingin membuat majalah khusus iklan, maka Langkah awalnya adalah membentuk badan hukum dulu yang bergerak dibidang penerbitan majalah. Datanglah ke Notaris untuk menanyakan persyaratan apa saja agar bisa mendapatkan izin usaha yang dimaksud.

Setelah segala bentuk aspek legal sebuah perusahaan sudah Bapak dapatkan, maka langkah berikutnya adalah mengumpulkan data-data perusahaan yang sering beriklan di media massa. Data perusahaan dapat diperoleh dari Koran harian, Tabloid atau majalah yang terbit secara umum dan catat saja alamat & no. telpon produk-produk yang sedang beriklan di media-media tersebut. Dari no. telpon yang tertera di iklan mereka, Bapak bisa memperoleh data mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam urusan periklanannya. Biasanya yang mengurus iklan ini adalah bagian Promosi.

Tawarkanlah kepada mereka untuk beriklan secara gratis dulu dalam beberapa kali penerbitan awal. Karena orang/perusahaan tentu tidak mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum pernah ada dan dilihat bentuk fisiknya. Jadikanlah penerbitan awal ini sebagai contoh untuk penawaran ruang iklan pada penerbitan berikutnya.

Mengenai pertanyaan proposal Bisnis Plan yang baik seperti apa, mohon maaf saya tidak bisa menjawab di forum ini karena Saya hanya akan fokuskan diskusinya kepada masalah sekitar promosi saja.

Mengenai Budget iklan perusahaan-perusahaan Besar, tentu bervariasi jumlahnya. Setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda dalam mengalokasikan dananya untuk iklan/promosi. Strategi yang umum adalah perusahaan mengalokasikan sejumlah dana tertentu yang akan digunakan selama setahun, yang kemudian akan di-breakdown (dibagi-bagi) menjadi budget untuk belanja iklan perbulannya. Budget ini biasanya sudah disediakan oleh perusahaan di awal masa anggaran mereka & akan digunakan selama setahun ke depan. Jadi apapun yang terjadi selama masa anggaran berjalan, budget tersebut bersifat tetap nilai/jumlahnya.

Strategi yang lainnya adalah mereka mengalokasikan biaya iklannya dari harga produk yang dijual. Jadi biaya ikan dibebankan ke dalam biaya produksi sebuah produk. Contohnya adalah sebagai berikut; ongkos perakitan sebuah televisi 12” adalah Rp. 1.000.000,- sedangkan biaya iklan/promosi per-televisi dialokasikan sebesar Rp. 100.000,-. Maka Biaya produksinya dianggap Rp. 1.100.000,- per-televisi. Bila margin keuntungannya 30% maka harga dipasaran menjadi Rp 1.100.000,- x 1,3 = Rp. 1.430.000,-. Jadi kalau sebuah pabrik memproduksi Televisi sebanyak 1000 unit, maka alokasi biaya promosinya menjadi Rp.100.000,- x 1000 unit = Rp. 100.000.000,-. Kalau produksinya lebih banyak lagi, maka alokasi biaya promosinya juga akan lebih besar lagi. Jadi besarnya budget iklan akan variable dan tergantung pada laku atau tidaknya sebuah produk di pasaran.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat & Semoga Sukses Selalu.

Salam;
Purwanto

Friday, January 18, 2008

Jenis & Tipe Media Massa Cetak

Media Masa adalah media promosi yang sangat banyak digunakan untuk mempromosikan sebuah produk/jasa. Kelebihan media ini adalah jumlah Audien/pembaca yang mungkin melihat iklan Anda akan lebih banyak dan lingkup penyebarannya juga lebih luas sesuai dengan area distribusi Media massa tersebut.

Sarana promosi yang termasuk golongan Media Massa Cetak adalah :

  1. Koran
  2. Majalah
  3. Tabloid.

Kalau dilihat dari area penyebarannya, Media Masa ini terbagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :

  1. Media Massa Internasional
  2. Media Massa Nasional
  3. Media Massa lokal
  4. Media Massa Kawasan
  5. Media Komunitas


Contoh Media Masa yang diedarkan secara Internasional adalah TIMES. Kalo yang penyebarannya Nasional adalah KOMPAS, TEMPO dan REPUBLIKA.
Media yang diedarkan secara lokal contohnya adalah POSKOTA, INDOPOS, BALI POS & RADAR LAMPUNG. Sedangkan Media Massa yang penyebarannya hanya di wilayah/area yang kecil dan sering disebut Media Kawasan, contohnya adalah majalah KICAU (majalah khusus penghuni perumahan Bintaro Jakarta Selatan). Dengan berkembangnya arus informasi, saat ini media yang hanya terbit di kawasan tertentu seperti kawasan Bintaro, Cempaka Putih, Pondok Indah dll sudah mulai banyak bermunculan. Media ini sering disebut “Media Kawasan”. Bahkan koran, majalah & Tabloid yang diedarkan secara gratispun saat ini juga sudah mulai bermunculan. Yang disebut sebagai Media Komunitas adalah media yang fokusnya hanya pada lingkup yang lebih terbatas & sangat khusus. Biasanya Media Komunitas ini merupakan sarana berkomunikasi sekumpulan orang atau organisasi yang memiliki hoby khusus seperti Club Menyelam, Club mobil Jeep, Club Sepeda Motor, Club perhotelan/Traveling, dll.

Hati-hati dalam memilih Media Masa mana yang akan dijadikan tempat Anda beriklan. Kalau target konsumen Anda hanya di lingkup daerah sekitar Anda, maka gunakanlah koran/majalah lokal atau kawasan. Sedangkan kalau produk Anda dijual secara Nasional dan jaringan penjualan Andapun sudah ada dibanyak daerah, maka gunakan koran/majalah Nasional. Biasanya tarif iklan di koran lokal lebih murah dibandingkan dengan koran Nasional. Tarif yang digunakan media koran umumnya menggunakan satuan “milimeter kolom”. Untuk iklan berwarna harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang hitam-putih. Oleh sebab itu kalau iklan produk Anda memang memungkinkan untuk dicetak hitam-putih maka tidak perlu dicetak berwarna supaya anggaran promosi bisa dihemat dan lebih efektif. Selain itu kalau jaringan penjualan anda belum sampai ke daerah-daerah, maka jangan gunakan Media Massa yang peredarannya secara Nasional.

Bila produk Anda memungkinkan untuk di"Barter" dengan iklan di Media, maka jangan ragu untuk menawarkan (Negosiasi) dengan Media tersebut. Karena dengan melakukan barter iklan, maka Kita akan mendapat keuntungan ganda. Pertama Anda bisa mempublikasikan produk kita di Media sebagai iklan, dan yang kedua adalah Anda bisa memberikan Sampel produk kita sehingga jumlah orang yang mengetahui produk kita akan lebih banyak. Jadi Hitung-hitung jualan produk Anda juga kan...?

Selain itu mintalah kepada Media tersebut untuk membantu memuat berita mengenai produk Anda atau profil bisnis Anda. Biasanya kalau Kita sudah berlangganan iklan di sebuah Media, maka Media tersebut bisa lebih terbuka terhadap penawaran kita. Coba saja kalo tidak percaya.......

Monday, January 7, 2008

Cari Tahu Dengan Jarimu....!!!!!

Media cetakan seperti brosur, flyers, katalog atau poster yang sudah pernah kita bahas sebelumnya kalau sudah habis dibagi-bagikan kepada konsumen, maka kita harus cetak ulang lagi beberapa kali sesuai kebutuhan Kita. Kalau kita melakukan promosi sepanjang tahun, maka dapat dipastikan bahwa kita akan mencetak brosur tersebut cukup banyak sekali. Kalau dihitung biaya cetak setahunnya bisa lumayan besar.

Ada cara yang lebih efektif dan Anda tidak perlu lagi repot untuk mencetak berulang-ulang sepanjang tahun, yaitu dengan membeli ruang iklan di buku panduan telepon (Yellow pages, Industri Niaga, dll). Selain itu Anda juga tidak perlu membayar Disainer untuk merancang iklan yang akan dimuat. Karena Salesman/Agen yang menawarkan ruang iklan di tempat tersebut biasanya bisa membantu mendisainkan iklan Anda. Sekali saja Anda memutuskan untuk berpromosi di buku panduan telepon, maka iklan Anda akan dicetak sebanyak jumlah buku yang diterbitkan pada tahun yang bersangkutan. Dan secara otomatis produk Anda sudah diiklankan setahun penuh bahkan lebih, karena buku tersebut kadangkala masih digunakan meskipun sudah berganti tahun.

Coba kita lihat diri kita sendiri masing-masing. Selama ini saat Kita mencari informasi sebuah produk/jasa yang dibutuhkan sedangkan Kita tidak punya banyak waktu untuk mencari brosur atau mengunjungi pameran, maka yang akan dilakukan adalah segera membuka halaman kuning. "Cari tahu dengan Jarimu......!!!!" begitu bunyi iklannya. Ya, Yellow Pages!!! Namun kelemahan dari buku panduan telepon adalah dia tidak bisa meng-expose secara detail keunggulan produk kita. Selain itu cetakannya biasanya hanya hitam putih atau dua warna saja. Nah sekarang coba anda hitung ulang lagi budget promosi Anda. Selamat bekerja......

Sunday, October 21, 2007

BRUSUR, KATALOG & FLYER. SEJENIS TAPI BEDA FUNGSI.

Saat Kita ingin mempromosikan usaha/bisnis Kita melalui media cetakan, sebenarnya harus dipikirkan dahulu apa tujuan kita membuat program tersebut. Ada 3 alternatif pembuatan media cetakan sesuai fungsinya masing-masing. Ongkos produksi (biaya cetak) dari ke-3 media tersebut sebenarnya sama. Tapi akan memiliki efek terhadap konsumen yang berbeda. Berikut uraian mengenai ke-3 media cetak tersebut;

A. BROSUR.Brosur adalah media yang paling banyak digunakan oleh mereka yang sudah lama menggeluti usaha/bisnis. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Efektif disini tidak hanya berarti memerlukan ongkos produksi yang cukup ringan, tapi juga bisa meyakinkan konsumen untuk segera melakukan Action membeli. Media cetakan dalam bentuk brosur biasanya merupakan modal paling dasar/pokok yang digunakan oleh para salesman, agen penjualan, produsen dan toko untuk bisa menginformasikan kepada konsumen mengenai keunggulan utama dari sebuah produk. Di dalam Brosur kita bisa menjelaskan dengan detail apa saja kelebihan suatu produk, keuntungan apa saja yang didapat konsumen bila membeli produk tersebut, bentuk fisik, warna, ukuran serta bagaimana cara mendapatkan produk tersebut. Fungsi & sifat utama brosur adalah memperkenalkan produk atau merek dagang barang atau jasa yang Anda jual.
Kalau Anda kebetulan bisa mengoperasikan program Microsoft Word atau Power Point, sebenarnya Anda sudah bisa membuat brosur sendiri. Di dalam program tersebut biasanya sudah disediakan “Templates” khusus untuk membantu Anda membuat brosur sederhana. Anda juga bisa menggunakan keahlian dan imaginasi Anda sendiri tanpa harus menggunakan templates tersebut. Setelah Anda selesai mendisain brosur sendiri, disain tersebut dapat langsung dicetak dengan printer berwarna dan kertas khusus yg sudah banyak beredar dipasaran. Namun kalau ingin mencetak dalam jumlah yang banyak, sebaiknya pergi ke tempat percetakan terdekat supaya biayanya lebih murah dan hasilnya lebih baik.

Sebenarnya agar brosur Anda tampak menarik, diperlukan seorang Disainer yang bisa membuat lay out / tata letak gambar dengan baik. Anda cukup menceritakan apa saja yang ingin dimunculkan dalam brosur tersebut untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif disain/lay out.

Kalau Anda menggunakan jasa Disainer ini, usahakan Anda menceritakan dengan rinci dan detail mengenai produk Anda. Berikan beberapa contoh (sample) produk Anda kepada Disainer tersebut untuk dapat dicoba dan dimengerti keunggulan apa saja yang bisa ditonjolkan dalam brosur. Pastikan bahwa disainer tersebut benar-benar mengerti akan produk Anda sebelum memulai untuk megerjakan disain brosur Anda.

Bila disain sudah siap segeralah pergi ke perusahaan percetakan untuk mencetak brosur Anda. Mintalah kepada Disainer Anda referensi tempat percetakan yang baik agar tidak kecewa pada hasil cetakannya. Karena kadang-kadang hasil cetakan tidak sesuai dengan disainnya. Selain itu tanyakan juga jenis kertas yang dipakai. Di pasaran banyak sekali jenis kertas dan untuk produk tertentu kadangkala kita memerlukan jenis kertas tertentu untuk memberikan kesan yang sesuai dengan produk yang kita jual.

Saat ini persaingan bisnis di perusahaan percetakan sangat kuat sekali, sehingga kadang kala mereka juga menyediakan jasa disain/lay out brosur secara gratis. Namun dengan catatan harus mencetak brosur tersebut di perusahaan yang bersangkutan. Kadang kala mereka mengharuskan order cetak sejumlah tertentu (minimum order) supaya disainnya bisa gratis. Manfaatkanlah kemudahan tersebut.

B. KATALOG.
Bila produk yang ingin Anda promosikan jumlahnya banyak dan ingin sekaligus di-expose bersama-sama, maka disarankan untuk membuat Katalog. Karena produk yang dipromosikan dalam katalog ini jumlahnya banyak, maka biasanya cetakannya disatukan dalam bentuk buku atau majalah sederhana.
Katalog ini biasanya dipakai oleh :
1. Supermarket (Carrefour, Giant, Hypermart, Indomart, Alfamart dll)
2. Toko pakaian jadi (Matahari, Borobudur, Ramayana dll)
3. Toko & Produsen kosmetika,
4. Toko & Produsen elektronika, dll.

Katalog akan memudahkan konsumen untuk bisa memilih sendiri produk mana yang sesuai dengan keinginan dan anggaran biayanya. Terkadang produk-produk yang didisplay pada katalog disertai juga dengan harga & diskon yang bersaing.

C. SELEBARAN/FLYER.Selebaran/flyer Adalah bentuk sederhana dari brosur. Yang membedakannya dengan brosur adalah isi atau tema yang ada dalam disainnya. Brosur biasanya hanya menonjolkan kelebihan utama sebuah produk. Sedangkan selebaran/flyer biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara (temporary). Jadi bila Anda sedang melakukan program cuci gudang, program berhadiah atau memberikan diskon khusus, maka buatlah flyer. Selebaran/flyer biasanya menggunakan kertas cetakan yang lebih murah karena memang sifatnya yang harus segera disebarkan kepada banyak orang dalam waktu tertentu dan hanya selama program berlangsung.
Nah sekarang tinggal apa sebenarnya tujuan anda membuat program promosi melalui media cetakan. Jangan sampai Budget promosi Anda menjadi sia-sia karena seharusnya Anda membuat Flyer/selebaran tapi Anda malah membuat brosur, atau sebaliknya.