home

Showing posts with label cerita menarik. Show all posts
Showing posts with label cerita menarik. Show all posts

Tuesday, January 7, 2014

Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Dunia

Ketika Anak saya sakit, selain telah membawanya ke dokter dan memberinya obat sesuai anjuran, saya juga menyempatkan diri untuk membaca berbagai literatur KESEHATAN yang ada di dunia maya. Niatnya adalah agar bisa merawatnya di rumah supaya cepat bisa sembuh dan bersekolah kembali. Sampai suatu ketika saya membaca sebuah artikel menarik tentang dunia Kesehatan yang ternyata bahwa Ilmu kedokteran modern yang sekarang banyak dipakai di dunia ini banyak merujuk pada karya ilmiah seorang Muslim di masa lampau yaitu Ibnu Sina atau orang barat memanggilnya Avicenna

Berikut adalah salah satu tulisan dari banyak tulisan yang saya baca, dan yang saya Copas ini adalah dari Republika online. Silahkan membaca atau langsung menuju link yang bersangkutan.


Dialah yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya.

Dunia Islam memanggilnya dengan nama Ibnu Sina. Namun di kalang an orangorang Barat, ia dikenal dengan panggil an Avicenna. Ia merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10. Selain itu, Ia juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif.

Dan sebagian besar karyanya adalah tentang filsafat dan pengobatan. Bagi banyak orang, Ibnu Sina adalah Bapak Pengobatan Modern. Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/ 980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil di wilayah Uzbekistan saat ini. Ayahnya yang berasal dari Balkh Khorasan adalah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005 M).

Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.

Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja.

Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi Ibnu Sina menolaknya dengan halus, sebagai gantinya ia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas makin bertambah.

Ibnu Sina selain terkenal sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama dan kedokteran, ia juga ahli dalam bidang matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika dan filosofi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan.

Tak hanya itu, ia juga mendalami masalah-masalah fikih dan menafsirkan ayat-ayat Alquran. Ia banyak menafsirkan ayat-ayat Alquran untuk mendukung pandangan-pandangan filsafatnya.

Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya ia mulai berkelana, menyebarkan ilmu dan mencari ilmu yang baru. Tempat pertama yang menjadi tujuannya setelah hari duka itu adalah Jurjan, sebuah kota di Timur Tengah. Di sinilah ia bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan Al-Biruni. Ia kemudian berguru kepada Al-Biruni.

Setelah itu Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalanannya untuk menuntut ilmu. Rayy dan Hamadan adalah kota selanjutnya, sebuah kota dimana karyanya yang spektakular Qanun fi Thib mulai ditulis. Di tempat ini pula Ibnu Sina banyak berjasa, terutama pada raja Hamadan. Seakan tak pernah lelah, ia melanjutkan lagi pengembaraannya, kali ini daerah Iran menjadi tujuannya. Di sepanjang jalan yang dilaluinya itu, banyak lahir karya-karya besar yang memberikan manfaat besar pada dunia ilmu kedokteran khususnya.

Tentu tak berlebihan bila Ibnu Sina mendapat julukan Bapak Kedokteran Dunia. Karena perkembangan dunia kedokteran awal tidak bisa terlepas dari nama besar Ibnu Sina. Ia juga banyak menyumbangkan karya-karya asli dalam dunia kedokteran. Dalam Qanun fi Thib misalnya, ia menulis ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Ia juga orang yang memperkenalkan penyembuhan secara sistematis, dan ini dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.

Ibnu Sina pula yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Dan dari sana ia berkesimpulan bahwa, setiap bagian tubuh manusia, dari ujung rambut hingga ujung kaki kuku saling berhubungan.

Ia adalah orang yang pertama kali merumuskan, bahwa kesehatan fisik dan kesehatan jiwa berada kaitan dan saling mendukung. Lebih khusus lagi, ia mengenalkan dunia kedokteran pada ilmu yang sekarang diberi nama pathology dan farmasi, yang menjadi bagian penting dari ilmu kedokteran. Selain The Canon of Medicine, ada satu lagi kitab karya Ibnu Sina yang tak kalah dahsyatnya. Asy-Syifa, begitu judul kitab karya Ibnu Sina ini.

Sebuah kitab tentang cara-cara pengobatan sekaligus obatnya. Kitab ini di dunia ilmu kedokteran menjadi semacam ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Dalam bahasan latin, kitab ini di kenal dengan nama Sanati.

Ibnu Sina wafat pada tahun 428 H/1037 M di kota Hamdan, Iran. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia. Hampir sebelas abad sudah Ibnu Sina meninggalkan kita, tapi ilmu dan karyanya sampai sekarang masih berguna.

Mendapat banyak gelar
Kebesaran nama Ibnu Sina terlihat dari beberapa gelar yang diberikan orang kepadanya. Di bidang filsafat ia mendapat gelar asy-Syaikh ar-Rais (Guru Para Raja). Dalam bidang filsafat, ia memiliki pemikiran keagamaan yang mendalam. Pemahamannya mempengaruhi pandangan filsafatnya.

Ketajaman pemikiran dan keda -laman keyakinan keagamaannya seca ra simultan mewarnai alam pikirannya. Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam berfilsafat. Sementara al-Gazali menjulukinya sebagai filsuf yang terlalu banyak berpikir.

Seperti pendahulunya, al-Farabi (870-950 M), Ibnu Sina mengakui bahwa alam diciptakan secara emanasi (memancar dari Tuhan). Tuhan menciptakan alam dalam arti memancarkannya. Ia juga mengemuka kan pemikiran filsafat tentang jiwa (annafs) dan kenabian. Ibnu Sina berpendapat bahwa nabi adalah manusia terunggul dan pilihan Tuhan. Filsuf hanya dapat menerima ilham, sedangkan nabi menerima wahyu. Oleh karena itu, ajaran nabi harus menjadi pedoman hidup manusia.

Di bidang kedokteran ia mendapat julukan Pangeran Para Dokter dan Raja Obat. Banyak para pembesar negeri pada masa itu yang mengundangnya untuk memberikan pengobatan. Para pembesar negeri tersebut di antaranya Rtau Sayyidah serta Sultan Majdud dari Rayy, Syamsu Dawla dari Hamadan, dan Alaud Dawla dari Isfahan. Karenanya dalam dunia Islam, ia dianggap sebagai puncah atau Bapak ilmu kedokteran.

Bukan hanya dalam filsafat dan kedokteran saja Ibnu Sina memberikan andil dan pemikirannya. Ia juga turut serta ambil bagian dan memberikan andil pada berbagai ilmu pengetahuan pada zamannya, di antaranya yang menonjol adalah ilmu astronomi. Ibnu Sina menambahkan dalam bukunya al-Magest (buku tentang astronomi) berbagai problem yang belum dibahas, mengajukan beberapa keberatan Euclides, meragukan pandangan Aristoteles tentang kesamaan bintang-bintang tak bergerak, kesamaan satuan jaraknya, dan sebagainya. Untuk itu di dalam buku Asy-Syifa, ia menguraikan bahwa bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada pada satu globe.

Ibnu Sina juga banyak membuat rumusan-rumusan tentang pembentukan gunung-gunung, barang-barang tambang, di samping menghimpun berbagai analisis tentang fenomena atmosfer, seperti angin, awan, dan pelangi. Sementara orang yang sezaman dengannya tidak mampu menambahkan sesuatu ke dalam bidang penelitian mereka.


Karya Sang Dokter

Sepanjang hayatnya, Ibnu Sina banyak menu lis berbagai macam karya yang berkaitan dengan bidang yang ditekuninya. Jumlahnya mencapai 250 karya, baik dalam bentuk buku maupun risalah.

Karya-karyanya itu antara lain :
Qanun fi Thib
Kitab ini ditulis ketika ia menuntut ilmu di Rayy dan Hamadan. Qanun fi Thib yang dalam bahasa Inggris telah diterjemahkan dengan nama The Canon of Medicine, berisi tentang berbagai macam cara penyembuhan dan obat-obatan. Didalamnya tertulis jutaan item tentang pengobatan dan oabt-obatan. Karena itu, ada pula yang menamakan kitabnya ini sebagai Ensiklopedia Pengobatan.

Al-Magest
Buku ini berkaitan dengan bidang astronomi. Diantara isinya, bantahan terhadap pandangan Euclides, serta meragukan pandangan Aristoteles yang menyamakan bintang-bintang tak bergerak. Menurutnya, bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada dalam satu globe.

Asy-Syifa
Dalam buku Asy-Syifa ini, Ibnu Sina juga menuliskan tentang masalah penyakit dan pengobatan sekaligus obat yang dibutuhkan berkaitan dengan penyakit bersangkutan. Sama seperti Qanun fi Thib, kitab Asy-Syifa ini juga dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Kitab ini terdiri dari 18 jilid.

De Conglutineation Lagibum
 Kitab ini ditulis dalam bahasa latin, yang membahas tentang masalah penciptaan alam. Diantaranya tentang asal nama gunung. Menurutnya, kemungkinan gunung tercipta karena dua sebab. Pertama, menggelembungnya kulit luar bumi lantaran goncangan hebat gempa. Dan kedua, karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses itu mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan
bumi. sya/dia/taq (sumber : www.republika.co.id)




Sunday, February 26, 2012

AIR HANYA UNTUK INSINYUR

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.
Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini HANYA khusus untuk insinyur..!!". Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "SIKAP POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA.

Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu" Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini. Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampaidi sini? TIDAK.

Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2012) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan"SIKAP POSITIF" Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Bersikap POSITIF" dan menjadi bagian dari solusi.

*Dari sebuah sumber di Facebook

Wednesday, April 7, 2010

STUDI KASUS BISNIS DI RUKO

Pengunjung Blog yang saya hormati... Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena berbagai kesibukan, cukup lama juga saya tidak sempat menerbitkan tulisan lagi. Nah...mumpung lagi sempat, berikut saya kutip tulisan sahabat saya di websitenya www.obingmitra.com yang kebetulan materinya sejalan dengan tema blog yang saya bina ini, yaitu tentang dunia "Promosi". Semoga bermanfaat .........

Coba kita pelajari Study Kasus berikut ini:
Beberapa pemula usaha yang berlokasi di komplek ruko berpendapat, “ kita coba segini dulu nanti kalau sudah kelihatan ramai baru kita lengkapi “. Yang dimaksud segini dulu misalnya berbisnis restorant di unit ruko. Interior sudah, gedung sudah, tapi tidak dibuatkan papan merk ( billboard ) di depan toko atau di pole pinggir jalan raya utama karena alasan takut kena pajak, tidak diberi lampu penerangan yang cukup di parkiran karena alasan nanti bayar listrik mahal, dsb.

Sekarang kita perjelas dulu, kita usaha untuk mencari omzet atau untuk menghemat biaya? Jika untuk mencari omzet kenapa di saat pertama bisnis kita harus langsung menekan biaya? Jika kita ingin mendapatkan pelanggan, maka kita harus berpikir seperti seorang calon pelanggan. Bagaimana jika calon pelanggan mendapatkan brochure restorant Anda tapi susah mencari lokasi restorant Anda karena tidak ada papan nama atau petunjuk arah yang jelas. Sedangkan resto resto lain yang letaknya di pinggir jalan raya utama saja memasang papan merk dengan jelas, tapi resto Anda yang letaknya di dalam komplek ruko bagian belakang tidak punya papan nama dan papan petunjuk arah. Bagaimana Anda pikir bahwa orang akan memutuskan untuk datang ke restorant Anda jika mereka tidak tahu restorant Anda ada dimana ? Sedangkan banyak pilihan restorant lain yang jelas papan namanya dan rukonya bisa terlihat langsung jelas dari pinggir jalan raya utama.

Bagaimana jika Anda betul betul putuskan, lebih baik bertahan tidak pasang Billboard dan mencoba menyebar brochure saja. Beberapa mobil dan pengunjung mungkin akan datang ke lokasi komplek ruko Anda berada, tapi begitu masuk area parkir dan selintas di deretan ruko terdepan tidak terlihat merk resto Anda , apalagi secara sepintas di area belakang deretan ruko terdepan tampak gelap di belakang karena area parkir ruko deretan belakang tidak ada lampu penerangan parkir yang cukup terang, akhirnya mereka jadi ragu dan sekian detik kemudian langsung ambil keputusan untuk keluar dari komplek ruko tersebut. Mungkin mereka pikir salah lokasi atau kalaupun ada mereka merasa akan payah untuk putar putar cari resto yang dimaksud tapi belum tentu ada di komplek ruko tersebut. Apakah Anda pahami jika sehari saja ada 5 calon pengunjung yang mengalami dan melakukan hal tersebut, gagal datang ke resto Anda, jika dikalikan 30 hari maka dalam sebulan resto Anda kehilangan 150 tamu yang bisa memberikan restorant Anda omzet. Karena Anda lebih baik menghemat cost, akhirnya Anda tidak mendapatkan Omzet yang seharusnya pantas Anda dapatkan.

Semakin lama Anda bertahan dengan keputusan itu, semakin banyak Anda akan kehilangan calon tamu. Lalu kapan Anda mulai dapat omzet yang cukup untuk membiayai operasional, membayar gaji karyawan atau membuat promo tools lainnya. Jangankan mendapat keuntungan, bahkan setiap bulannya Anda harus keluar uang dari kantung sendiri untuk membayar kewajiban yang tidak bisa ditutupi dari omzet restorant. Anda mau bertahan terus seperti ini? Niat menghemat malah bisa jadi berakibat bangkrut.

Seandainya saja dari awal usaha Anda menjalankan semua aspek bisnis dengan optimal, seperti Identitas merk yang jelas, keberadaan resto yang mudah dicari, interior yang nyaman, fasilitas yang menyenangkan, mutu menu yang baik, organisasi dan karyawan yang handal, marketing yang efektif, maka dari bulan pertama pasti Anda sudah dapat pelanggan yang cukup dan memberikan kontribusi omzet yang cukup juga sebagai permulaan bisnis yang berprospek cerah. Memang akan keluar lebih banyak investasi di awal, tapi memang itukah aspek aspek minimum yang harus dipenuhi dalam membangun bisnis restorant misalnya di dalam komplek ruko. Jika semua aspek minimum sudah dipenuhi, maka jaminan bisnis akan berjalan lancar lebih besar dan bisa efektif sejak bulan pertama berbisnis. Demikian study kasus. SEMANGAT SUKSES. (Mirza)

Thursday, May 24, 2007

Tambah Unit Usaha Baru

Alhamdulillah..... Segala puji dan syukur tak henti-hentinya Saya haturkan kepada Allah SWT.
Mudah-mudahan tanggal 1 Juni 2007 nanti unit usaha Kami akan bertambah satu lagi dengan counter TIKI yang akan melayani pengiriman barang & dokumen. Belum genap setahun saya & beberapa teman meleburkan diri dalam usaha bersama di bidang Travel (Terminal Tiket Depok), eeehhh sekarang sudah berkembang lagi. Semoga semuanya berjalan lancar. Amiiin...

Thursday, May 17, 2007

Merek / Brand Gotong Royong

Ini salah satu tulisan yang saya kirim ke milis TDA:
Belum lama ini saya berkunjung ke sebuah kios baju anak milik teman saya yang berada di ITC Kuningan Ambasador. Sekalian audit pakaian yang saya titip jual kepadanya. Setelah selesai semua urusan pembayaran, saya iseng jalan-jalan untuk sekedar mencari inspirasi. Beberapa kios saya kunjungi sambil menggali berbagai informasi.
Dan akhirnya Inspirasi itu datang juga setelah saya melihat satu kios yangcukup ramai pembelinya. Kebetulan Kios tersebut merupakan cabang/agen darisebuah merek yang cukup rajin beriklan di Koran. Cabangnyapun cukup banyak.Saya lihat dikios tersebut juga melayani grosir dan memiliki atribut-atributpromosi yang lumayan lengkap seperti brosur, poster, shopping bag, neon boxdll. Promosinya gencar juga ya… itu yang terpikir oleh saya. Tentunya modaluntuk mempromosikan merek/brand tersebut sangatlah besar. Apalagi sayasering melihat iklannya di Koran. Dalam iklannya selalu dituliskan puluhanoutlet yang menjual mereknya yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bekasi, &Banten.
Dalam benak saya ada pemikiran seperti ini;
Pada komunitas kita di TDA, tentunya ada banyak orang yang memilikiusaha/bisnis sejenis seperti selimut, baju muslim, baju anak dll. Merekatentunya menggunakan merek/brand/nama usaha mereka sesuai keinginan merekamasing-masing. Dan bisa dipastikan merek usahanya berbeda satu dengan yanglainnya. Untuk sesama TDA yang masih kecil skala usahanya, tentunya akanlebih berbobot kalau kita melebur merek/brand/nama usaha tersebut menjadisebuah merek bersama sehingga lebih kuat. Kesannya tentu akan seperti sebuahFrancise atau Agen cabang. Dan image yang terbentuk akan lebih kuat karenakesannya cabangnya sudah berkembang dimana-mana. Dalam hal ini tentu kitatidak perlu membayar francise fee atau deposit keagenan. Kalaupun inginberiklan di Koran atau membuat brosur & material promosi lainnya tentu jugalebih murah karena akan ditanggung bersama-sama. Bayangkan saja kalau tiapmerek usaha Anda beriklan sendiri-sendiri. Tentu biaya akan lebih boros danmungkin kurang "Nendang".
*Ibarat kata*….. usaha kecil kita masing-masing ini seperti lidi-lidi yangmemiliki besar & panjang yang berbeda-beda dan akan mudah patah. Kalaudigabungkan tentu akan menjadi sebuah sapu yang kuat & lentur serta lebihdahsyat. Istilahnya mungkin akan menjadi *Merek/Brand gotong-royong*.

Tuesday, May 1, 2007

Bakmi Jawa, Kisah Dari Mulut ke Mulut.

Suatu saat saya berkunjung ke Jogja untuk silaturahmi dengan beberapa sahabat yang memiliki bisnis/usaha yang berjalan bagus di sana. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah warung bakmi jawa yang setiap malam selalu dipenuhi oleh para pembeli. Rata-rata pembelinya adalah rombongan besar yang menggunakan beberapa mobil sekali datang. Ternyata mereka berasal dari daerah yang lumayan jauh. Bahkan tak jarang pula didatangi rombongan dari Pejabat Daerah maupun pejabat dari Pemerintahan pusat.

Jangan dulu membayangkan bahwa warung tersebut terletak di pusat kota Jogja yang strategis, di pinggir jalan utama yang lalu lintasnya ramai dan memiliki arsitektur khas Jawa yang menarik. Anda salah besar. Warung tersebut ternyata terletak di dalam sebuah perkampungan yang agak jauh dari pusat kota Jogja. Jalan masuknyapun sangat sempit meskipun bisa dilalui kendaraan roda empat. Dan yang lebih tidak meyakinkan adalah jalan tersebut tidak tembus ke mana-mana alias buntu. Jadi kalau kita mau pulang ya harus melalui jalan yang sama saat kita menuju ke sana. Bangunan yang digunakan terbuat dari kayu dan anyaman bambu sederhana yang semi permanen.

Apa yang mereka lakukan sehingga warung itu begitu ramai dikunjungi pembeli? Jangan dulu berfikir soal mistik yang aneh-aneh. Karena warung tersebut ternyata memiliki beberapa trik berpromosi yang sangat unik.

Saat mulai membuka warung Bakmi jawa ini, pemiliknya sebenarnya masih seorang karyawan rendahan di pemerintahan daerah. Tugasnya adalah membawa kendaraan dinas salah satu pemimpin di kantornya. Selesai bekerja dia selalu mengurusi warungnya dari mulai belanja ke pasar, memasak sampai melayani konsumen. Saat belanja ke pasar itulah Beliau mulai melakukan strategi uniknya. Beliau sengaja mencari warung-warung bakmi yang ramai pembelinya dan ikut makan di sana. Di sela-sela menikmati bakmi itu Beliau selalu menyempatkan untuk membuka percakapan dengan sesama pembeli di kanan-kirinya. Dia selalu berkomentar sebagai berikut : “Bakmi ini enak ya…. Bapak-bapak di sini pasti gemar makan bakmi ya? Tahu tidak di Jogja ini ada bakmi yang jauh lebih enak dari tempat ini! Saking enak dan terkenalnya banyak para pembelinya yang datang dari jauh loh.” Karena rata-rata yang makan di situ adalah penggemar bakmi yang merupakan target sasarannya, biasanya beberapa diantara para pembeli itu langsung bertanya : “Di mana?” Saat itulah Beliau langsung memberikan alamat warung berikut petanya tanpa membuka identitas pemiliknya yang tentunya dirinya sendiri.

Apa yang terjadi akibat perbuatannya tersebut? Beberapa orang yang terprovokasi/tertarik dengan referensi terselubung tersebut di lain waktu akan mencari alamat yang mereka dapat. Namun karena lokasi warung yang memang terpencil dan di dalam perkampungan, maka alamat tersebut agak sulit di cari. Oleh sebab itu mereka akan banyak bertanya kepada orang yang ditemui di jalan. Makin banyak orang yang bertanya lokasi bakmi “yang katanya terkenal” tersebut, maka orang-orang yang ditanyapun juga ikut penasaran dan di lain waktu ikut-ikutan mencoba bakmi tersebut. Bukankah ini termasuk trik promosi dari mulut ke mulut yang jitu?

Saat bekerja di kantorpun Beliau tak lepas untuk selalu mempromosikan warungnya bahkan kepada atasannya. Kalimat saktinya adalah: “Ada bakmi yang paling enak di Jogja ini yaitu di jalan……” tentunya dengan merahasiakan identitas pemiliknya yaitu dirinya sendiri.

Trik tersebut tidaklah bermaksud untuk membohongi orang lain, tetapi semata-mata agar orang merasa penasaran dan ingin tahu. Selebihnya tentunya kalau makanannya tidak enak tentunya juga tidak akan berfungsi apa-apa. Jadi makanan yang dijual juga harus enak. Hal utama yang menjadi modal setiap warung makanan tentunya adalah cita rasa. Warung Bakmi Jawa ini memang mampu mempertahankan rasa yang enak pada setiap hidangan yang mereka buat. Tanpa menggunakan Vetsin dan hanya menggunakan bumbu yang alami. Pembeli yang sudah jauh-jauh datang sampai nyasar ke mana-manapun akhirnya juga akan puas setelah menyantap Bakmi Jawa tersebut dan kembali ke rumah dengan cerita yang menarik serta memberikan referensi yang positif kepada orang lain.

Ada trik lain yang termasuk unik dalam mempromosikan keberadaan warung Bakmi Beliau. Suatu saat Beliau sedang jalan-jalan dengan istrinya dan tiba-tiba mendapat ide menarik saat melewati sebuah stasiun radio swasta. Beliau segera masuk ke kantor stasiun radio tersebut dan minta formulir yang berisi “kirim-kirim lagu dari dan untuk pendengar radio”. Dalam formullir tersebut Beliau memilih lagu sekaligus menuliskan pesan yang bunyinya seperti ini: “Salam manis dari ….. untuk sahabatku …… kapan kita ketemu lagi di warung Bakmi Jowo. Bakminya enak sekali loh...!” Pada titik-titik tersebut Beliau tuliskan nama orang sekenanya saja. Toh para pendengar tidak ada yang tahu. Di kesempatan lain pada acara yang sama dia menelpon stasiun radio tersebut dan membalas sendiri salam tersebut seolah-olah dari orang yang namanya dikirimi lagu. Beliau lakukan hal tersebut kepada beberapa stasiun radio dan kirim salamnyapun dibuat saling sahut-menyahut yang intinya membicarakan warung Bakmi Jowo miliknya. Tentunya hal ini akan membuat penasaran para pendengar radio dan banyak yang jadi ingin tahu. Di sini bisa kita lihat bahwa Beliau melakukan promosi terselubung yang sangat jitu tanpa mengeluarkan biaya iklan yang banyak.