TANYA:Hi Pak Pur....
Untuk saranya saya ucapkan terima kasih...
Best Regards,
Bryan
JAWAB:
Hi pak Bryan…
Bagaimana kita bisa tahu bahwa suatu perusahaan memiliki budget Promosi?
Selamat berburu klien…..
Purwanto
TANYA:Tanya:
Selamat Siang Pak Purwanto..
Saat ini saya sedang berusaha membuat media promosi buat usaha kecil2an saya. Jujur saja, blog Bapak sangat membantu saya.
Mohon bantuannya, apa bedanya Brosur dan booklet itu Pak? Kalau memungkinkan, tolong dibuat tatacara bikin booklet juga dong Pak...
Terima Kasih.
Hormat Saya,
Denny Surya Sentosa
Saya akan fokuskan penjelasannya di booklet saja ya…. Karena kalau masalah brosur sudah banyak dibahas dalam tulisan terdahulu. Pak Denny bisa membacanya diblog saya.
Dalam booklet kita akan mempunyai ruang halaman yang lebih banyak untuk menampilkan apa saja tentang perusahaan kita. Unsur-unsur yang bisa kita masukkan kedalam booklet antara lain :
Purwanto
Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, berikut akan saya coba terangkan agak lebih detail mengenai "Bagaimana cara membuat brosur". Saya akan terangkan mengenai proses saat datang ke percetakan, bawa materi apa saja dan bagaimana tetek bengeknya secara teknis. Di sini Saya akan permisalkan kita sedang mempersiapkan bisnis Kue/katering.
Langkah pertama sebelum kita membuat brosur adalah menyiapkan Konsep & Tema dari brosur. Konsep atau tema yang saya maksud misalnya, kalau yang akan kita jual adalah kue ulang tahun dalam berbagai bentuk, disain & rasa, maka nuansa brosur dan segala gambar serta tulisannya harus benar-benar bertema ulang tahun. Jadi selain ada foto contoh kue ulang tahun yang kita jual mungkin perlu juga gambar/foto balon, lampion, pita, lilin dan sebagainya. Kalau yang kita jual misalnya katering untuk perkawinan, maka harus mempersiapkan foto/gambar yang ada hubungannya dengan perkawinan, misalnya foto sepasang pengantin di pelaminan, Balok ES yang membentuk inisial pengantin, Gerobak hias tempat makanan dihidangkan, dan sebagainya.
Dalam proses cetak ini perlu juga diperhitungkan budget/biaya yang kita miliki. Kalau memang ingin mencetak dalam jumlah banyak sekali, maka kita bisa pergi ke percetakan offset yang memiliki mesin cetak yang bagus. Tapi kalau bisnis/usaha kita belum besar dan budget kita masih sedikit, jangan mencetak ke tempat tersebut. Karena mereka biasanya memiliki standar minimum order dan tidak bisa melayani pencetakan brosur dalam jumlah sedikit. Kalaupun mereka bersedia mencetak dalam jumlah sedikit, maka biaya cetak perlembarnya akan cukup besar. Jalan keluarnya adalah mencetak ke tempat Digital printing. Syukurlah saat ini sudah banyak bertebaran tempat untuk mencetak dengan sistem Digital printing ini. Mereka biasanya menerima cetakan dalam jumlah yang hanya beberapa lembar saja sehingga biaya untuk membuat brosur bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Ada juga cara lain yaitu dengan Foto Copy berwarna. Namun saat ini Foto Copy berwarna masih agak jarang ditemui.
Demikian penjelasan dari Saya atas pertanyaan-pertanyaan yang banyak masuk ke redaksi dengan tema yang hampir sama yaitu "Bagaimana proses membuat brosur?" Semoga bermanfaat bagi mereka yang sedang memulai untuk mempromosikan usahanya.
Purwanto