home

Monday, January 5, 2009

KAOS PROMOSI

TANYA:

Hi Pak Pur....
Saya dengan Bryan ingin menanyakan beberapa hal tentang promosi... karena saya lihat di blog bapak sudah banyak sekali orang yang terbantu dengan adanya blog yang bapak buat... dan saya ingin meminta bantuan untuk menanyakan beberapa hal.

Begini Pak, saya sendiri bergerak di bidang promosi baru-baru ini, sementara hanya fokus pada baju promosi dan akan segera merambat ke barang-barang promosi yang lainya.. Masalah yang saya hadapi sekarang ini adalah kebingungan untuk mempromosikan barang-barang promosi yang saya buat... dan yang ingin saya tantakan adalah:

1. Tahap awal apa yang harus saya lakukan untuk mempromosikan kaos promosi saya? dan bagaimana cara mempromosikanya? Sementara ini sudah dapat berjalan, tapi kemampuan saya untu memproduksi sudah bisa untuk menerima tawaran lain... tapi saya merasa kurang adanya promosi yang dilakukan untuk mendapatkan orderan...

2. Apa yang harus saya lakukan untuk tahap selanjutnya untuk dapat berkembang lebih luas lagi??

Untuk saranya saya ucapkan terima kasih...

Best Regards,

Bryan


JAWAB:
Hi pak Bryan…
Kalau kapasitas produksi bapak sudah siap untuk order yang lebih besar lagi, maka pemikiran Anda untuk berkembang sangatlah bagus. Untuk kasus bapak ini saya raya perbanyaklah menyebar surat perkenalan atau proposal penawaran ke target-target klien yang baru. Buatlah brosur atau Company Profile (Profil Perusahaan) Anda dan kirimkan ke perusahaan-perusahaan yang memang memiliki budget promosi.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa suatu perusahaan memiliki budget Promosi?
Ya tentunya Anda harus banyak-banyak cari informasi dari orang-orang yang dikenal, bisa juga dengan melihat perusahaan apa saja yang sedang beriklan di surat kabar/majalah yang sedang terbit saat itu, perusahaan apa saja yang sedang beriklan di TV atau Radio, lihat-lihat di Yellow page, lihat-lihat perusahaan yang sedang pameran di Mall-Mall atau berkenalan dengan para pemimpin organisasi di masyarakat seperti Partai, sekolah-sekolah, club olah raga, Club-club hobiis dll.

Sebarkan brosur atau profil perusahaan anda dan sesekali telphonlah mereka untuk menanyakan apakah ada kebutuhan untuk membuat kaos sponsor?

Kalau anda berencana untuk expansi ke wilayah yang lebih luas lagi, anda bisa juga membuat web-blog atau website sendiri sehingga usaha anda bisa diakses selama 24 jam penuh.

Selamat berburu klien…..

Purwanto

Thursday, December 11, 2008

MAJALAH INDIE LEBEL

TANYA :

Assalmu'alaikum
Selamat siang Pak pur…!
Saya mau bertanya dan memohon sama Bapak!
Nama Saya Dedi, Panggilan akrabnya oedy ipoenk
Saya sekarang bekerja di sebuah yayasan bimbingan belajar bagian desain grafis.
Saya menggeluti dunia desain grafis sejak lahirnya corel draw 7 di
Indonesia, saya senang sekali dengan dunia promosi, jurnalis, desain
grafis, dan percetakan. Dengan tanpa latar belakang pendidikan,
lulusan saya hanya sampai STM KIMIA di BANDUNG.
Saya sekarang berniat membuat dunia promosi, lewat majalah indie label
saya sendiri dengan isi berita dan berbagai opini masyarakat, yang
akan saya bagikan ke 17 RW di desa saya secara gratis dengan jumlah
oplag 1000 s.d. 1500 ekslempar. Berjumlah 16 halaman
Yang saya mau tanyakan ke bapak!
1.Bagaimana caranya saya mempromosikan majalah indie label saya ke
para pengiklan di sekitar desa saya?
2.Apa bila saya kehabisan artikel/materi di rubrik saya, bolehkah saya
mendownload di salah satu alamat internet /web site tertentu. dan
mencetak ulang untuk majalah indie saya dengan mereferensikan alamat
tersebut?
Sebagai contoh: Saya mengambil salah satu artikel yang berjudul " Tips
Hemat Energi Pada PC dan Laptop" ditulis oleh Iwan Nurwijayanto pada
tanggal 20 Oktober, 2008 sumber misalkan alamatnya www.obengware.com.
,
kalau boleh, Apakah saya perlu izin terlebih dahulu?
Kalau tidak, Mengapa?
Yang Saya Mau mohon sama Bapak?
Saya mohon sama bapak untuk mengizinkan dan memperbolehkan saya
mencetak ulang salahsatu artikel bapak yang berjudul "Bagaimana Cara
Membuat Brosur" edisi September 2008.

Mohon nasihat dan penjelasannya.
Atas perhatian dan terkabulnya permohonan, pertanyaan saya dengan
harapan mendapat jawaban dari bapak diucapkannya terimakasih.

Assalamu'alaikum.
Dedi (Oedyipoenk)


JAWAB:

Selamat siang juga pak Dedi, saya coba jawab kedua pertanyaan bapak ya….

1.Bagaimana caranya saya mempromosikan majalah indie label saya ke
para pengiklan di sekitar desa saya?

Karena peredaran majalah Anda bersifat lokal/komunitas, maka cara mempromosikannya jangan terlalu kencang ya...... karena akan mubazir.

Langkah pertama adalah berikan space/ruang iklan gratisan kepada pada para pengusaha lokal, toko-toko, kantor dan jenis usaha lainya yang memiliki kantor/tempat operasional di lingkungan tersebut. Bila perlu Bantu mereka untuk mendiasain/layout iklan yang akan mereka buat. Lakukan ini dalam beberapa edisi awal sesuai kemampuan kantong/budget Anda tentunya (jangan sampai tekor yah…). Tanyakan ke para pemasang iklan tersebut mengenai dampak dari iklan tersebut, apakah ada yang menelpon atau datang atau bahkan membeli karena informasi dari majalah Anda. Jangan lupa memberi batasan ukuran iklannya. Misalnya gratis beriklan dengan ukuram maksimum ¼ halaman hitam putih. Jadi kalau mereka mau beriklan dengan ukuran lebih atau berwarna, maka mereka harus membayar biaya iklannya. Berikanlah harga/diskon yg menarik karena majalah Anda memang belum terkenal. Jadi jangan sombong dulu dengan memasang tarif iklan yg tinggi.

Setelah dua atau tiga edisi tawarkan terus kepada para pemasang iklan tersebut tapi kali ini dengan biaya yang rendah, jadi sudah tidak gratis lagi. Lakukan hal yang sama kepada “calon pengiklan” yang baru.

Jadi intinya berikan “Tester” kepada calon pengiklan. Karena mereka tentu tidak ingin membuang uang mereka untuk iklan yang tidak efektif. Kalau terbukti bahwa iklan di majalah Anda efektif untuk bisnis/usaha mereka tentu mereka akan senang beriklan di majalah Anda.

Yang perlu diperhatikan sekali adalah penerbitannya harus konsisten supaya para pengiklan percaya bahwa majalah Anda bukan asal-asalan. Kalau edisinya mingguan, maka benar-benar tiap minggu harus terbit.

2.Apa bila saya kehabisan artikel/materi di rubrik saya, bolehkah saya
mendownload di salah satu alamat internet /web site tertentu. dan
mencetak ulang untuk majalah indie saya dengan mereferensikan alamat
tersebut?

Tentu saja harus minta izin dulu doooong.... Karena itu kan hasil karya orang lain. Mintalah izin secara tertulis lewat e-mail/surat kalau sulit bisa lewat telpon. Setelah mendapat izin jangan lupa untuk menyertakan alamat/website tempat Anda mendownload artikel tersebut. Tulis saja “dikutip dari: www........” atau “sumber: http://........”

Saya rasa cukup jelas yaaah….

Oh iya… saya izinkan Anda meng-copy artikel saya berjudul "Bagaimana Cara
Membuat Brosur" edisi September 2008. Jangan lupa mencantumkan narasumbernya ya. Karena itu memang etika di dunia jurnalisme/publikasi. Kalau nanti mau meng-copy artikel saya lainya lagi jangan lupa kirim e-mail untuk artikel mana yang di maksudkan ya.

Semoga Sukses
Purwanto

Sunday, November 2, 2008

DANA PROMOSI MINIM BUAT UKM

TANYA:

Dear Mr. purwanto yang good,
Saya adalah seorang pedagang kaki lima pak, pada awal mulai berdagang saya mempromosikan dagangan saya dengan membagikan produk saya kebeberapa rumah disekitar tempat saya berjualan. Strategi ini pada awalnya bisa dikatakan berhasil, karena ternyata hanya dalam hitungan bulan produk rasa makanan saya sudah dikenal disekitar lingkungan usaha saya. Dan selama 8 bulan usaha saya berjalan, bisa dikatakan mulai bulan ke-2 sampai sekarang gaji karyawan sudah bisa dibayar dari keuntungan. Yang ingin saya tanyakan adalah 1. apakah terburu-buru bila saya promosikan produk saya lebih luas lagi ?(usaha belum ada 1 tahun), 2. Apabila tidak, langkah paling efektif apa untuk mempromosikan produk saya lebih luas lagi?(bila ingin menggunakan dana promosi yang minimalize). Dan apa saja hal yang harus saya persiapkan sebelum promosi tersebut saya lakukan?. Begitulah kira-kira yang sedang saya bingungkan saat ini pak, mohon kiranya pak purwanto berkenan memberi saran kepada saya. Atas petunjuk bapak saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.


best regards,

ricky nova

JAWAB:

Wah… kayanya Ricky lagi “Feel Good” niiih…

Untuk mempromosikan produk kita agar dikenal lebih luas lagi tidak perlu nunggu 1 tahun dulu pak. Promosi itu bisa kita lakukan kapan saja, bahkan sebelum suatu produk dilepas ke pasaran kita bisa saja melakukan promosi pendahuluan (Teaser). Efeknya akan membuat konsumen penasaran & menunggu produk yang akan keluar tersebut.

Jadi kalau menurut Ricky dana promosinya sudah siap, maka lakukanlah sesuai kemampuan. Yang saya maksud sesuai kemampuan disini bukan hanya dalam hal budget/dana promosinya saja, tetapi juga kemampuan produksi, tenaga serta kemampuan distribusinya. Semuanya harus siap serta mampu menghadapi peningkatan permintaan barang. Jangan sampai kita yang sudah mengeluarkan dana promosi cukup besar tapi begitu permintaan dari konsumennya bertambah banyak kita malah tidak sanggup memenuhinya. Oleh sebab itu modal untuk produksi, tenaga kerja dan jaringan distribusi juga harus dipersiapkan dengan baik.

Area promosi atau penyebaran informasinya juga harus benar-benar terarah sesuai target konsumen yang kita bidik. Jangan terlalu bias ke mana-mana, sehingga biayanya benar-benar disesuaikan dengan kemampuan.

Karena Ricky merintis usahanya dari yang kecil/sederhana, maka saran saya adalah alokasikan saja sebagian keuntungan yang diperoleh perbulannya untuk kebutuhan promosi. Terserah bapak mengatur presentasinya berapa. Kumpulkan dulu beberapa bulan dana promosi dari hasil alokasi keuntungan tersebut sampai akhirnya cukup untuk beriklan. Setelah beriklan/berpromosi, maka amatilah perkembangannya per-3 bulan kemudian. Kalau ada peningkatan hasil, maka otomatis akan ada peningkatan alokasi dana promosinya. Jadi pada periode promosi berikutnya tentu kita akan bisa berpromosi lebih banyak lagi. Begitu seterusnya makin lama promosi bapak akan makin besar sesuai kemampuan.

Mengenai media promosi yang akan digunakan sebaiknya tidak monoton dengan brosur saja, tetapi dibuat alternatif lain juga seperti spanduk, poster, iklan di majalah/koran, radio, website dll. Pada tahap-tahap awal jangan lupa untuk mengamati media promosi mana yang paling efektif. Caranya dengan menanyakan ke konsumen yaitu; mereka tahu tentang produk kita dari mana?

Setelah kita mengetahui media yang paling efektif, maka kita harus fokuskan dana promosinya ke media tersebut. Tetapi kalau bisa sesekali diselingi juga dengan media promosi lain seperti tersebut di atas.

Saya rasa cukup untuk tahap awal, semoga sukses.

Purwanto

Wednesday, October 8, 2008

BOOKLET

Tanya:

Selamat Siang Pak Purwanto..

Saat ini saya sedang berusaha membuat media promosi buat usaha kecil2an saya. Jujur saja, blog Bapak sangat membantu saya.

Mohon bantuannya, apa bedanya Brosur dan booklet itu Pak? Kalau memungkinkan, tolong dibuat tatacara bikin booklet juga dong Pak...

Terima Kasih.

Hormat Saya,
Denny Surya Sentosa


Jawab:

Saya akan fokuskan penjelasannya di booklet saja ya…. Karena kalau masalah brosur sudah banyak dibahas dalam tulisan terdahulu. Pak Denny bisa membacanya diblog saya.

Booklet biasanya berbentuk seperti buku kecil yang berisi tentang segala informasi mengenai perusahaan kita dengan berbagai bentuk pelayanan & produk yang dihasilkannya. Fungsi booklet ini hampir sama dengan Product Catalogue (Katalog produk). Keduanya sama-sama mendisplay atau menampilkan hampir semua produk yang dihasilkan sebuah perusahaan lengkap dengan keterangan/spesifikasi dan mungkin harganya. Kalau anda belanja ke Carrefour atau Hypermart, biasanya anda akan dengan mudah mendapatkan Katalog Produk ini. Bedanya hanya pada format ukuran. Booklet ukurannya lebih kecil dibanding yang sering kita dapatkan di Carrefour/Hypermart. Selain itu biasanya bahan kertas booklet lebih baik dengan mutu cetakan yang juga lebih bagus.

Dalam booklet kita akan mempunyai ruang halaman yang lebih banyak untuk menampilkan apa saja tentang perusahaan kita. Unsur-unsur yang bisa kita masukkan kedalam booklet antara lain :

  1. Sejarah berdirinya perusahaan kita
  2. Struktur organisasi perusahaan
  3. Fasilitas-fasilitas yang perusahaan miliki. (Mesin-mesin, Gudang, Ruang produksi, Gedung-gedung, jaringan computer dll.)
  4. Bahan baku yang berkualitas
  5. Proses produksi
  6. Quality Control
  7. Pengolahan limbah sisa produksi
  8. Hasil-hasil produksi (Produk-produk yang kita jual)
  9. Jaringan penjualan
  10. After Sales Service
  11. Garansi
  12. Penawaran harga khusus
  13. Dll. Sesuai kondisi perusahaan.

Yang perlu ditekankan dalam membuat boolet adalah jangan terlalu banyak menggunakan kalimat yang bertele-tele. Perbanyaklah menampilkan Foto-foto ilustrasi yang menarik dengan keterangannya yang singkat & jelas. Layout disainya juga jangan terlalu standar. Buatlah semenarik mungkin, karena booklet ini biasanya disimpan orang lebih lama dibandingkan brosur dan yang lainnya. Bahkan kadang-kadang booklet disimpan orang agar nanti di kemudian hari kalau membutuhkan pruduk tertentu mereka dengan mudah mendapatkan informasinya dari booklet tersebut.

Booklet sangat cocok digunakan untuk perusahaan yang pruduknya memiliki nilai jual yang tinggi dan tipe/line up produknya tidak cepat berubah seperti :

  1. Mesin/Alat-alat berat.
  2. Furniture
  3. Peralatan Keamanan
  4. Barang-barang Koleksi seni
  5. Barang-barang kebutuhan Hoby (memancing, menyelam, aeromodeling, peralatan pendakian dll)
  6. Peralatan dapur/memasak,
  7. Produk-produk Jasa, dll.

Booklet tidak cocok dipakai untuk perusahaan yang nilai jualnya rendah & tipe/line up produknya cepat berubah seperti Consumer goods (barang kebutuhan sehari-hari), pakaian, pernak-pernik atau barang-barang lain yang sifatnya sangat mengikuti perkembangan mode & jaman.

Kenapa begitu??? Karena onkos produksi membuat booklet ini sangat tinggi. Kalau barang yang kita jual harganya murah, otomatis akan boros biaya promosinya. Dan kalau barang yang kita jual juga cepat berubah modelnya, maka booklet kita akan cepat ketinggalan jaman. Padahal mungkin booklet yang kita buat belum tentu sempat tersebar secara merata sampai habis, eeeeehhh kita harus buat lagi booklet baru dengan materi produk yang baru juga. Tidak efisien bukan??? Tapi sebenarnya ini bukan patokan baku, karena kalau dana promosinya menunjang tentu apapun produknya bisa dibuatkan booklet.

Sekian dulu saya rasa penjelasan mengenai apa itu booklet. Mengenai tata cara membuat booklet saya akan jelaskan pada kesempatan tersendiri, karena pertanyaan Bapak sederhana tapi jawabannya lumayan panjang. He…he… mohon maaf sekali pak. Saya akan berusaha menjawabnya di lain waktu. Semoga usahanya sukses & Terima kasih….

Purwanto

Wednesday, September 3, 2008

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BROSUR

Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, berikut akan saya coba terangkan agak lebih detail mengenai "Bagaimana cara membuat brosur". Saya akan terangkan mengenai proses saat datang ke percetakan, bawa materi apa saja dan bagaimana tetek bengeknya secara teknis. Di sini Saya akan permisalkan kita sedang mempersiapkan bisnis Kue/katering.

Langkah pertama sebelum kita membuat brosur adalah menyiapkan Konsep & Tema dari brosur. Konsep atau tema yang saya maksud misalnya, kalau yang akan kita jual adalah kue ulang tahun dalam berbagai bentuk, disain & rasa, maka nuansa brosur dan segala gambar serta tulisannya harus benar-benar bertema ulang tahun. Jadi selain ada foto contoh kue ulang tahun yang kita jual mungkin perlu juga gambar/foto balon, lampion, pita, lilin dan sebagainya. Kalau yang kita jual misalnya katering untuk perkawinan, maka harus mempersiapkan foto/gambar yang ada hubungannya dengan perkawinan, misalnya foto sepasang pengantin di pelaminan, Balok ES yang membentuk inisial pengantin, Gerobak hias tempat makanan dihidangkan, dan sebagainya.

Buatlah sekedar catatan atau coret-coretan yang berisi apa saja yang ingin Kita masukkan kedalam brosur tersebut baik berupa daftar foto, judul utama, atau kalimat-kalimat yang akan menjelaskan keunggulan produk kita dalam brosur nantinya. Setelah itu fotolah satu persatu produk yang akan kita jual serta foto pendukung lainnya yang tertulis dalam daftar coretan Kita tadi. Hal PENTING yang saya tekankan di sini adalah hati-hatilah dalam proses Fotografi ini. Kalau Kita tidak yakin bisa memotret dengan BAIK, segeralah mencari seorang fotografer. Karena foto inilah yang nantinya akan MENJUAL dan bisa membuat orang TERTARIK akan produk Kita. Tentu ada ongkos yang harus dialokasikan untuk keperluan tersebut. Carilah fotografer yang masih junior tapi hasilnya bagus, sehingga dana untuk fotografinya tidak membengkak. Ada cara lain untuk menghemat biaya fotografi ini yaitu, datangilah beberapa studio foto & cuci cetak di sekitar tempat tinggal kita. Bawalah satu contoh kue lengkap dengan asesoris penghiasnya seperti piring, bunga dll. Lalu mintalah mereka memotret di studionya dalam beberapa sudut pemotretan. Perhatikan hasil foto mereka dan pilihlah studio foto yang terbaik untuk memotret produk-produk yang lainnya.

Setelah stok foto sudah lengkap, mulailah membuat layout disain di komputer Anda. Gunakan program-program seperti Photoshop, Corel draw, Freehand, atau program disain vusual lainnya yang Anda bisa. Kalau Anda sangat awam terhadap program tersebut dan tidak bisa menggunakannya, maka Anda bisa juga menggunakan program sederhana yang dimiliki oleh Microsoft Word. Di dalam program tersebut ada Templates yang bisa membantu Kita untuk membuat brosur sederhana. Namun mohon dipahami bahwa kalau Anda bukan seorang disainer tentunya akan kurang maksimal juga hasilnya.

Oleh sebab itu kalau tidak yakin bisa mendisain Brosur sendiri maka datanglah ke Agency percetakan yang memiliki tenaga disainer. Karena ada juga percetakan yang hanya menerima cetakan saja dan hanya menerima materi dalam CD-ROOM yang sudah berisi disain brosur final. Berkonsultasilah dahulu dengan Disainer di percetakan tersebut. Ceritakan Tema apa yang ingin ditonjolkan dalam brosur, tunjukkanlah semua stok foto yang ada beserta tulisan apa saja yang ingin dimuat. Bila perlu berikan kepada Disainer tersebut beberapa sampel kue untuk bisa dicicipi. Hal ini saya anjurkan agar disainer tersebut bisa merasakan keunggulan & cita rasa atau sensasi yang timbul setelah mencicipi sampelnya. Tidak apa-apa berkorban sedikit, supaya disainernya juga merasa ”Feel Good” dan enjoy dalam mendisain brosur Kita. Tentu hasilnya nanti akan lebih Baik Bukan? Jangan terburu-buru dalam proses Disain Brosur ini. Karena kalau hasilnya bagus maka sempurnalah hasil cetakannya.

Mintalah print out hasil dari disainnya dalam skala 1:1 (ukuran sebenarnya). Jangan langsung memutuskan untuk mencetak dulu. Bawalah pulang hasilnya dan buatlah survey kecil-kecilan ke beberapa orang (jangan terlalu banyak orang). Tunjukkan kepada mereka dan tanyalah kesan dan saran mereka tentang disain brosur tersebut. Buat rangkuman dari pendapat mereka dan revisilah disain brosur tersebut berdasarkan pendapat yang bagus dan masuk akal saja. Setelah revisi selesai dan hasilnya memuaskan, Brosur sudah bisa dicetak/perbanyak.

Dalam proses cetak ini perlu juga diperhitungkan budget/biaya yang kita miliki. Kalau memang ingin mencetak dalam jumlah banyak sekali, maka kita bisa pergi ke percetakan offset yang memiliki mesin cetak yang bagus. Tapi kalau bisnis/usaha kita belum besar dan budget kita masih sedikit, jangan mencetak ke tempat tersebut. Karena mereka biasanya memiliki standar minimum order dan tidak bisa melayani pencetakan brosur dalam jumlah sedikit. Kalaupun mereka bersedia mencetak dalam jumlah sedikit, maka biaya cetak perlembarnya akan cukup besar. Jalan keluarnya adalah mencetak ke tempat Digital printing. Syukurlah saat ini sudah banyak bertebaran tempat untuk mencetak dengan sistem Digital printing ini. Mereka biasanya menerima cetakan dalam jumlah yang hanya beberapa lembar saja sehingga biaya untuk membuat brosur bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Ada juga cara lain yaitu dengan Foto Copy berwarna. Namun saat ini Foto Copy berwarna masih agak jarang ditemui.

Demikian penjelasan dari Saya atas pertanyaan-pertanyaan yang banyak masuk ke redaksi dengan tema yang hampir sama yaitu "Bagaimana proses membuat brosur?" Semoga bermanfaat bagi mereka yang sedang memulai untuk mempromosikan usahanya.

Purwanto